TOPIK
Pasar Uang
-
Bila dihitung sejak awal tahun, kurs rupiah menguat 2,12 persen terhadap dollar Amerika Serikat (AS).
-
Peluang rupiah untuk menguat pada awal pekan perdagangan pekan ini terbuka lebar menyambut penandatanganan kesepakatan damai perang dagang.
-
Mata uang rupiah menguat terhadap dollar AS pada penutupan spot Kamis (7/11/2019), menguat 20 poin atau 0,14 persen di angka Rp 13.995 per dollar AS.
-
Rilis beberapa data makro ekonomi Indonesia belum bisa membendung sentimen defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) yang turun signifikan.
-
Dominasi kebijakan pelonggaran moneter yang diterapkan dalam sepekan terakhir, sukses membawa nilai tukar rupiah berada dalam tren penguatan.
-
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS ditutup melemah pada penutupan perdagangan, Kamis (31/10/2019).
-
Penantian pasar terhadap hasil rapat The Federal Open Market Committee (FOMC) pekan ini menopang penguatan rupiah.
-
Kurs rupiah hari ini (23/10/2019) di pasar spot menguat tipis 0,06 persen ke posisi Rp 14.032 per dolar Amerika Serikat (AS).
-
Pidato Presiden Joko Widodo dalam pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2019-2024 memberi sinyal positif nilai tukar rupiah.
-
Perkembangan negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan China, serta keputusan final Brexit menjadi fokus utama penggerak kurs rupiah selama sepekan.
-
Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China juga masih mengalami ketidakpastian. Akibatnya, rupiah kembali melemah di awal pekan Oktober ini.
-
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS untuk perdagangan akhir pekan ini, Jumat (4/10/2019) diprediksi bakal melanjutkan penguatan.
-
Kurs rupiah menguat 0,13 persen ke level Rp 14.197 per dollar Amerika Serikat (AS), dari sehari sebelumnya di posisi Rp 14.216 per dollar AS.
-
Kurs rupiah terhadap dolar AS mengalami koreksi atau melemah hingga menembus di atas Rp 14.200 per dolar AS.
-
Rupiah melemah akibat terkena sentimen politik dari dalam dan luar negeri. Bagaimana pergerakan rupiah pada hari ini?
-
Awal pekan rupiah melemah terhadap mata uang dollar AS akibat dari ketegangan perang dagang antara AS dan China.
-
Sepekan ini, faktor eksternal berbalik beri sentimen negatif pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
-
Analis mengatakan penyerangan kilang minyak Saudi Aramco menjadi sentimen utama dalam pelemahan rupiah hari ini.
-
Penguatan rupiah tidak akan besar karena pemangkasan suku bunga The Fed sudah diprediksikan.
-
Satu pekan ini, kurs rupiah kembali perkasa terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS).
-
Pada penutupan perdagangan sore ini, nilai tukar rupiah menguat 27 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp 13.967 per dolar AS.
-
Dibuka Rp 14,088 per dolar AS, rupiah menguat empat hari berturut-turut terkena berbagai sentimen positif dari dalam dan luar negeri.
-
Pada perdagangan akhir pekan lalu, pasangan euro dan dollar AS atau pair EUR/USD melemah dan dinilai hanya bersifat sementara.
-
Diperkirakan pada hari ini, pergerakan pasangan kurs Euro dan Poundsterling atau EUR/GBP diprediksi masih akan melanjutkan kenaikan.
-
Pada awal pekan, nilai tukar rupiah terhadap dollar ditutup melemah. Faktor eksternal memiliki pengaruh pelemahan rupiah melemah hari ini.
-
Pergerakan kurs rupiah akan lebih dipengaruhi oleh sentimen eksternal pada perdagangan Senin (17/6/2019).
-
Naiknya peringkat utang Indonesia dari BBB- menjadi BBB oleh Standard and Poor's (S&P) memberi dampak terhadap rupiah.
-
Rupiah terkena dampak dari aksi profit taking yang telah berlangsung sejak Selasa (28/5/2019) sampai Rabu (29/5/2019).
-
Nilai tukar rupiah melemah pada Selasa (28/5/2019) diprediksi bakal berlanjut pada perdagangan hari ini.
-
Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan pekan ini kembali menguat di tengah sentimen eksternal dan internal yang berlangsung.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved