Senin, 13 April 2026

Pasar Uang

Menanti Rapat FOMC, Awal Pekan Rupiah Kembali Menguat

Penantian pasar terhadap hasil rapat The Federal Open Market Committee (FOMC) pekan ini menopang penguatan rupiah.

thinkstockphotos
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS kembali menguat di perdagangan awal pekan (28/10/2019).

Penantian pasar terhadap hasil rapat The Federal Open Market Committee (FOMC) pekan ini menopang penguatan rupiah.

Hingga akhir perdagangan hari ini, rupiah menguat 0,07 persen sehingga berada di level Rp 14.028 per dolar AS.

Penguatan juga terjadi pada kurs tengah BI yang berada di level Rp 14.023 atau menguat 0,29 persen.

Soal Rencana BEI Rilis Indeks Hijau, Berikut Penjelasan Analisis Pasar Modal

Ekonom Bank Mandiri, Reny Eka Putri, mengatakan, penguatan terjadi karena aksi wait and see pelaku pasar terhadap hasil rapat FOMC pada pekan ini.

Pelaku pasar berekspektasi bahwa The Fed masih memiliki peluang memangkas suku bunganya karena data-data yang dirilis AS beberapa lalu tidak menunjukkan hasil positif.

"Respon wait and see terhadap rapat FOMC menjadi katalis positif bagi rupiah," kata Reny.

Selain itu, ia juga menyebut dari dalam negeri masih ada efek dari pemangkasan suku bunga BI pada pekan lalu.

Perbankan Mengoptimalkan Pendapatan Berbasis Biaya dan Komisi

Suku bunga BI yang sebesar lima persen ini menyebabkan aliran dana asing yang masuk ke pasar obligasi cukup besar sehingga dinilai berdampak positif juga bagi pergerakan rupiah.

Direktur PT Garuda Berjangka, Ibrahim, mengatakan, rupiah menguat karena pasar juga mulai fokus pada prediksi bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya pada tahun ini.

Hanya saja, Ibrahim menilai masih ada kemungkinan bahwa The Fed enggan untuk memangkas suku bunganya.

Ibrahim juga menyampaikan bahwa ada sentimen positif dari domestik terkait rencana pemerintah melalui menteri keuangan untuk melakukan reformasi total.

Dalam hal ini, reformasi yang dimaksud adalah di bidang perpajakan dan perizinan.

Restoku.id Mempermudah Pelaku UMKM Kuliner Menjalankan Bisnis

"Hal ini berguna untuk menambah pendapatan untuk negara dan akan kembali melakukan strategi bauran guna untuk menambah daya gedor perekonomian sehingga konsumsi masyarakat kembali normal," kata Ibrahim.

Untuk esok hari, Reny dan Ibrahim menilai rupiah masih akan melanjutkan penguatan kembali.

Reny memperkirakan rupiah akan berada di rentang Rp 13.970 - Rp 14.060 per dolar AS.

Mereka berpendapat katalis dari menjelang rapat FOMC masih akan membayangi pergerakan rupiah.

Mau Memulai Bisnis Fesyen? Berikut 3 Tips Praktis dari Pengusaha Sukses

Berita ini sudah diunggah di Kontan dengan judul Menanti rapat FOMC, rupiah kembali menguat

Sumber: Kontan
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved