Pasar Uang

Bagaimana Nilai Tukar Rupiah Hari Ini? Berikut Pergerakan Rupiah Selama Sepekan Lalu

Sepekan ini, faktor eksternal berbalik beri sentimen negatif pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Bagaimana Nilai Tukar Rupiah Hari Ini? Berikut Pergerakan Rupiah Selama Sepekan Lalu
thinkstockphotos
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Selama sepekan lalu, faktor eksternal berbalik beri sentimen negatif pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Mengutip Bloomberg, di penutupan pasar spot, Jumat (20/9/20198), yang dilansir Kontan, rupiah menguat 0,04 persen ke Rp 14.055 per dollar AS.

Sementara, dalam sepekan rupiah melemah 0,63 persen.

Pada kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 0,1 persen ke Rp 14.085 per dollar AS.

Dalam sepekan rupiah melemah 0,97 persen.

Berikut 5 Pemilik Rumah yang Senasib dengan Lies

Padahal, sepekan lalu rupiah cenderung bergerak menguat karena tensi perang dagang AS dengan China mereda.

Rupiah juga merespon positif Bank Sentral Eropa (ECB) yang memangkas suku bunga acuannya.

Namun, faktor eksternal kini berbalik menekan rupiah.

Analis Asia Tradepoint Futures Deddy Yusuf Siregar mengatakan konflik geopolitik di Timur Tengah kembali membuat pelaku pasar khawatir dan meninggalkan aset berisiko seperti rupiah.

Rupiah pun makin melemah meski The Fed sudah menurunkan suku bunga acuannya.

Hal ini terjadi karena The Fed memiliki pandangan hawkish ke depan.

"The Fed mengatakan tidak akan pangkas suku bunga lagi dan menyakini pertumbuhan ekonomi AS serta inflasi masih sesuai target," kata Deddy, Jumat (20/9/2019).

7 Fakta soal Rumah Lies di Tengah Kompleks Apartemen di Jakarta Pusat

Pelemahan rupiah pekan ini juga dipengaruhi oleh aksi profit taking atas rupiah yang terapresiasi di pekan lalu.

Untuk pekan ini, Deddy memproyeksikan rupiah akan bergerak konsolidasi sambil menanti perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

"Belum ada data ekonomi yang signifikan menggerakkan rupiah maupun dollar AS di pekan depan, fokus pelaku pasar ke geopolitik," kata Deddy.

Selain itu, pelaku pasar juga akan lebih berhati-hati di pekan depan dalam menanti perkembangan negosiasi AS dan China serta daftar kabinet baru Presiden RI, Joko Widodo. Deddy memproyeksikan rupiah berada di rentang Rp 14.010 per dollar AS hingga Rp 14.130 per dollar AS.

Kepala Ekonom UOB Indonesia, Enrico Tanuwidjaja, mengatakan, pergerakan rupiah di pekan depan masih akan konsolidasi.

Enrico optimistis di tengah data ekonomi yang sepi rupiah berpotensi menguat karena pasar keuangan global masih membeli aset dengan yield negatif.

Melihat Gairah Kopi Lokal Merajai Nusantara

Dengan begitu, aset dalam negeri yang menawarkan imbal hasil cukup tinggi bisa menarik dana asing masuk dan menyokong penguatan rupiah.

Hanya saja, jika perkembangan negosiasi AS dan China berujung pada tidak adanya kesepakatan maka rupiah berpotensi terdepresiasi.

Enrico memproyeksikan rupiah pekan depan di rentang Rp 14.000 per dollar AS hingga Rp 14.150 per dollar AS.

Berikut pergerakan rupiah selama sepekan lalu:

Berita ini sudah diunggah di Kontan dengan judul Faktor eksternal membuat tukar rupiah melemah terhadap dolar AS sepekan ini

Halaman
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved