Kamis, 28 Mei 2026

Pasar Uang

Masihkan Rupiah Terkena Efuoria Pengumuman Calon Menteri?

Pidato Presiden Joko Widodo dalam pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2019-2024 memberi sinyal positif nilai tukar rupiah.

Tayang:
thinkstockphotos
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2019-2024 memberi sinyal positif dan membuat nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menguat.

Mengutip Bloomberg, Senin (21/10/2019), yang dilansir Kontan, rupiah menguat 0,47 persen ke Rp 14.081 per dollar AS di pasar spot.

Sementara, pada kurs tengah Bank Indonesia, rupiah menguat 0,05 persen ke Rp 14.132 per dollar AS.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengatakan, pidato Jokowi yang menyebut akan mengembangkan ekonomi dengan tetap fokus pada pembangunan infrastruktur memberi sinyal positif pada nilai tukar rupiah.

Jokowi-Maruf Dilantik, Berharap Ekonomi Indonesia Jauh Lebih Baik

Saat ini, pelaku pasar sedang menanti total nama 34 menteri yang masuk dalam kabinet Jokowi jilid II.

Namun dari beberapa calon yang dipanggil Presiden, Senin (21/10/2019) sudah memberi sinyal positif dan optimisme pada pelaku pasar.

"Kami masih menunggu apakah menteri yang dipilih Jokowi sesuai dengan pos yang ditempatkan, pelaku pasar juga masih menerawang seperti apa kinerja 100 hari Jokowi ke depan dalam menangkal tantangan pelemahan ekonomi global," kata Josua, Senin (21/10/2019).

Josua berpandangan jika konsolidasi politik bagus dan partai oposisi bisa masuk bekerjasama bersama pemerintah, akan mengurangi potensi ketidakstabilan politik di masa yang akan datang.

Bisnis Properti dengan Harga Dibawah Rp 1 Miliar Masih Bisa Bertahan dan Menarik

Program pemerintah pun diharapkan jadi jauh lebih mudah tercapai.

Jelang pengumuman kabinet jilid II, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku diminta untuk masuk ke kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.

Josua memproyeksikan arah pergerakan rupiah di tahun ini akan bertahan kuat di sekitar level Rp 14.000 per dollar AS.

Belum ada penguatan signifikan yang terjadi karena kebutuhan dan permintaan dollar AS di akhir tahun biasanya meningkat.

Namun, rupiah bisa tetap bertahan tidak turun dalam karena besar kemungkinan The Fed dan BI akan menurunkan suku bunga kembali di bulan ini.

Jack Ma: Tidak Akan Pernah Dapat Pekerjaan di Alibaba Sekarang, Berikut Penjelasannya

Analis Monex Investindo Futures, Faisyal, mengatakan, bangkitnya rupiah dikarenakan faktor domestik.

Ia mengatakan, dampak semuanya datang dari pemerintahan Jokowi - Ma’ruf.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved