Pasar Uang
Masihkan Rupiah Terkena Efuoria Pengumuman Calon Menteri?
Pidato Presiden Joko Widodo dalam pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2019-2024 memberi sinyal positif nilai tukar rupiah.
Pertama, kelancaran pada pelantikan presiden baru yang membangkitkan mata uang garuda.
“Didorong dari lancarnya pelantikan presiden Jokowi kemarin,” kata Faisyal.
Masih tentang Jokowi, Faisyal juga menilai penguatan terjadi seiring adanya pemanggilan calon menteri yang akan membantu kinerja presiden dalam periode lima tahun mendatang.
Ia mengatakan, pelaku pasar masih optimistis dengan beberapa orang yang sudah dipanggil ke istana untuk menduduki jabatan menteri.
• Ketika Nafa Urbach Mengembangkan CLBK Kopi, Tertarik untuk Bergabung Jadi Mitra?
“Pasar masih melihat calon menteri Jokowi dianggap sesuai dengan keinginan pasar atau dipandang baik,” katanya.
Sentimen ini dirasa masih akan mewarnai pergerakan rupiah hingga pelantikan kabinet nantinya.
Faisyal berpendapat jika nama-nama yang dipanggil masih akan terus sesuai dengan keinginan pelaku pasar bukan tidak mungkin rupiah akan masih bisa menguat.
Oleh karena itu, pasar masih menunggui kepastian jabatan-jabatan apa yang akan ditempati oleh calon-calon menteri tersebut.
Ia memprediksi untuk besok mata uang garuda berada di rentang Rp 13.980 - Rp 14.130 per dolar AS.
Kecenderungan pasar masih wait and see dengan perkembangan pengumuman kabinet baru dari periode kedua Jokowi.
• Ketika Pedagang Tas KW Ditangkap, Bermula Seorang Ibu Belanja di Pasar
Berita ini sudah diunggah di Kontan dengan judul Kurs rupiah diproyeksikan bertahan di Rp 14.000 pada tahun ini dan Masihkah euforia pengumuman menteri Jokowi mengangkat rupiah, Selasa (22/10) besok?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kurs-rupiah-hari-ini__kh8h.jpg)