Jumat, 12 Juni 2026

Pasar Uang

Penjelasan Analis dan Ekonom Mengenai Prospek Pergerakan Rupiah Besok

Rilis beberapa data makro ekonomi Indonesia belum bisa membendung sentimen defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) yang turun signifikan.

Tayang:
thinkstockphotos
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Rilis beberapa data makro ekonomi Indonesia belum bisa membendung sentimen defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) yang turun signifikan.

Melesatnya dolar AS menutupi kinerja positif tiga data makro ekonomi yang rilis.

Hari ini, kurs rupiah di pasar spot mengalami pelemahan 0,38 persen ke Rp 14.023 per dolar AS.

Sementara, kurs tengah rupiah BI terpantau menguat 0,27 persen ke Rp 13.992 per dolar AS.

Varietas Ikan Baru, Budidaya Ikan King Kobia Menjanjikan Nilai Keuntungan

Analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong, mengatakan, rilis data GDP kemarin yang masih di atas lima persen menjadi salah satu katalis bagi pergerakan rupiah hari ini.

Sementara itu, Ekonom Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Fikri C Permana, mengatakan, pergerakan rupiah hari ini terutama didorong oleh data trade desficit AS.

“Dari dalam negeri beberapa data BPS sepertinya memiliki dampak bagi pergerakan rupiah hari ini," kata Fikri.

Data tersebut di antaranya data pertumbuhan ekonomi, data kondisi bisnis T3 2019, dan data pengangguran domestik.

"Namun sayangnya tiga data positif ini seakan tertutupi dengan pergerakan USD (terlihat dr USD index) yang cukup signifikan. Utamanya didorong trade deficit US yang turun signifikan,” kata Fikri kepada Kontan.

Data PDB Indonesia Stabil di Level 5 Persen, Analis Asing Heran: Ini Komentarnya

Pada perdagangan besok, Leon beranggapan rupiah masih akan dipengaruhi sentimen umum seperti penguatan dollar akibat optimistis pertumbuhan ekonomi global yang membaik dan kemungkinan berakhirnya perang dagang antara Tiongkok dan AS.

Sementara Fikri menilai, rupiah besok akan menanti rilis data-data AS seperti data produksi minyak dan cadangan (gasoline production&inventories) serta total vehicle sales.

Fikri menilai jika rilis dua data ini lebih baik dari perkiraan analis, ada kemungkinan rupiah akan terdepresiasi pada perdagangan besok.

Berdasarkan beragam sentimen di atas, Fikri memproyeksikan rupiah besok akan menguat di rentang Rp 13.970 – Rp 14.070 per dolar AS.

Sementara Lukman proyeksikan rupiah dapat kembali tertekan di atas Rp 14.000 dengan range Rp 14.000-Rp 14.050 per dolar AS.

Panduan Melihat Laporan Keuangan Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Berita ini sudah diunggah di Kontan dengan judul Ini kata analis dan ekonom tentang prospek rupiah besok, Kamis (7/11)

Sumber: Kontan
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved