Pasar Uang

Trading Forex, Bagaimana Pergerakan Kurs EUR/GBP Hari Ini?

Diperkirakan pada hari ini, pergerakan pasangan kurs Euro dan Poundsterling atau EUR/GBP diprediksi masih akan melanjutkan kenaikan.

istockphoto
Ilustrasi. Diperkirakan pada hari ini, pergerakan pasangan kurs Euro dan Poundsterling atau EUR/GBP diprediksi masih akan melanjutkan kenaikan. 

Secara harian parameter indikator seperti stochastic sudah berada di area golden cross atau berpotongan ke atas.

sejumlah analis menilai komposisi kabinet di Inggris saat ini meningkatkan prospek pemilu dini di Inggris, sekaligus mendongkrak probabilitas "No-Deal Brexit".

WARTA KOTA, PALMERAH--- Diperkirakan pada hari ini, pergerakan pasangan kurs Euro dan Poundsterling atau EUR/GBP diprediksi masih akan melanjutkan kenaikan.

Sedangkan dari sentimen fundamental, rencana Bank Sentral Eropa (ECB) untuk melonggarkan kebijakan moneternya bakal menjadi sentimen yang diperhatikan pelaku pasar.

Berdasarkan data Bloomberg yang dikutip dari Kontan pada Sabtu (27/7/2019) tercatat pasangan kurs EUR/GBP naik ke level 0,8987, atau sebanyak 0,42 persen dari perdagangan sebelumnya 0,8950.

Investor Saham Kawakan, Lo Kheng Hong Punya Daftar Saham Tersendiri

Analis Finex Berjangka, Nanang Wahyudi, mengatakan, potensi kenaikan EUR/GBP masih berlanjut dipicu dari faktor teknikal.

Dia menjelaskan, secara harian parameter indikator seperti stochastic sudah berada di area golden cross atau berpotongan ke atas.

"Namun kenaikan jangka menengah harus diperkuat dari perpotongannya moving13 dan moving26. Di mana harga saat ini masih berada di bawah moving13. Indikasi berpotongan kedua moving tersebut didorong oleh penutupan harga di atas moving26 yakni 0,8980," kata Nanang kepada Kontan.co.id, Jumat (26/7/2019).

Alasan Orang Terkaya Memiliki Saham Bank Senilai Rp 406 Triliun

Dilihat dari fundamental, Nanang menjelaskan terpilihnya Boris Johnson sebagai Perdana Menteri Inggris yang baru, membuat sentimen pasar khususnya pada poundsterling melemah.

Hal ini dikarenakan pasar menantikan kelanjutan renegosiasi Brexit antara Johnson dan Uni Eropa.

Apalagi, kabinet pemerintahan Inggris saat ini cenderung diisi oleh tokoh-tokoh pro-brexit yang disinyalir bakal mendukung "No-Deal Brexit" pada tanggal 31 Oktober mendatang.

Prospek Pasar Otomotif Indonesia Dimata Analis Saham

Sehingga, mayoritas pelaku pasar tampaknya merasa kecewa terhadap reshuffle kabinet ala Johnson.

Nanang mengatakan, sejumlah analis menilai komposisi kabinet di Inggris saat ini meningkatkan prospek pemilu dini di Inggris, sekaligus mendongkrak probabilitas "No-Deal Brexit".

Ditambah lagi, sempat ada pernyataan dari Boris yang dengan jelas mengungkapkan bahwa target pertama dari pemerintahannya adalah untuk meninggalkan Uni Eropa pada akhir Oktober, dengan ataupun tanpa kesepakatan apa pun.

Bagaimana Pergerakan IHSG Awal Pekan Ini?

Sedangkan dari Eropa, pergerakan EUR dinilai masih belum menentu, akibat masih belum jelasnya hasil pengumuman rapat ECB pekan lalu.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved