Pasar Uang
Satu Pekan Ini Rupiah Melemah, Bagaimana Pergerakan Rupiah Pekan Depan?
Perkembangan negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan China, serta keputusan final Brexit menjadi fokus utama penggerak kurs rupiah selama sepekan.
WARTA KOTA, PALMERAH--- Perkembangan negosiasi dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, serta keputusan final Brexit menjadi fokus utama penggerak kurs rupiah selama sepekan.
Namun, fluktuasi mata uang Indonesia pekan ini dinilai lebih disebabkan oleh ulah investor yang melakukan trading.
Pada perdagangan Jumat (18/10/2019), rupiah ditutup menguat 0,05 persen ke Rp 14.148 per dolar AS, dibandingkan hari sebelumnya ada di level Rp 14.155 per dolar AS.
Selama sepekan, rupiah melemah 0,07 persen dari posisi akhir pekan lalu yang menyentuh harga Rp 14.138 per dolar AS.
• Pemerintah Akan Melakukan Penilaian Terhadap Pelayanan di Rest Area Jalan Tol
Sementara kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatatkan rupiah pada hari ini menguat 0,22 persen ke posisi Rp 14.140 per dolar AS.
Sedangkan selama sepekan, rupiah di kurs tengah BI juga melemah 0,01 persen dari Rp 14.139 per dolar AS.
Ekonom Bank BCA, David Sumual, mengatakan, sebetulnya pekan ini banyak perkembangan positif jika dibandingkan pekan lalu.
Pertama, perundingan fase pertama antara AS-China memberikan hasil yang cukup baik, meski keduanya masih terus mempelajari kesepakatan yang hendak ditentukan.
• Ternyata Jack Ma Sudah Menyiapkan Diri Pensiun 10 Tahun Lalu, Ini Pengakuannya
Khususnya China yang menyatakan akan mengevaluasi dan mempelajari klausul kesepakatan keduanya, tepatnya tentang produk pertanian AS.
Kedua, ada Brexit yang menunjukkan hasil soft Brexit.
Sebelumnya, sulitnya titik temu pada kasus Brexit karena salah satu masalah utamanya adalah perbatasan Britania Raya dengan Irlandia.
"Memang dominasi pergerakan rupiah masih faktor eksternal, tapi pergerakan pekan ini lebih digerakkan oleh trading saja," ujar David kepada Kontan.co.id, Jumat (18/10/2019).
• Jangan Lakukan 5 Hal Ini Terhadap Orang yang Sedang Depresi
Trading tersebut banyak terjadi karena faktor kebutuhan investor terhadap impor ataupun kegiatan ekspor, serta sebatas kebutuhan transaksi.
David mengatakan, meski pekan ini rupiah melemah dibandingkan pekan lalu, namun sentimen positif lebih banyak di pekan ini.
Ditambah lagi, berita dari Suriah mengenai Trump menarik pasukannya dari sana juga menjadi sentimen positif di global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kurs-rupiah-hari-ini__kh8h.jpg)