Breaking News:

Edhy Prabowo Ditangkap KPK

Trending, Netizen Ramai Minta Gantikan Menteri Kelautan dan Perikanan, ini Kata Susi Pudjiastuti

Para netizen ramai meminta Susi Pudjiastuti kembali menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan.

Editor: Mohamad Yusuf
Kolase Wartakotalive.com/Istimewa
Foto Kolase: Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Edhy Prabowo dan mantan Menteri KKP RI Susi Pudjiastuti. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Di tengah-tengah ramai diperbincangkan ditangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh KPK, pada Rabu (25/11/2020) dini hari, nama Susi Pudjiastuti turut mencuat.

Di mana Susi Pudjiastuti menempati trending nomor satu di Twitter.

Para netizen ramai meminta Susi Pudjiastuti kembali menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan.

Lalu bagaimana tanggapan Susi Pudjiastuti?

Baca juga: Makodam Jaya Dibanjiri Karangan Bunga, Fadli Zon: Buang-buang Uang, Model Zaman Ahok

Baca juga: Ketika Wali Kota Tangerang Airin Rachmi Diany Menceritakan Soal Kehidupan dan Keluarganya 

Baca juga: Warga Dipungut Rp 20.000 saat Ambil Bansos Covid-19, Polisi Periksa Ketua RT di Muara Angke

Dikutp dari TribunJakarta.com di Twitter sebagian besar netizen mendesak Susi Pudjiastuti kembali menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan mengantikan Edhy Prabowo.

Pasalnya berbeda dengan Edhy Prabowo, Susi Pudjiastuti saat masih menjabat sebagai menteri ia melarang keras ekspor benih lobster.

Mengutip artikel dalam laman resmi KKP disebutkan bahwa salah satu alasan Susi melarang ekspor benih lobster adalah untuk meningkatkan nilai tambah dari lobster itu sendiri sebelum diperjualbelikan di pasar global.

"Bu susi jadi menteri kkp lagi dong bu, pleasssssss"

"bu udah prepare jadi menteri lagi belum? bapak belum calling kah?"

"Kembali lah bu.. Indonesia butuh ibu"

"Bu gak mau comeback jd mentri lagi?"

Lantas bagaimanakah reaksi Susi Pudjiastuti menanggapi desakan netizen?

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan dari Kabinet Kerja 2014-2019 itu tak menanggapi dengan serius permintaan netizen.

Susi Pudjiastuti memilih untuk me-retweet berita-berita online soal ekspor benih lobster.

Tak cuma itu Susi Pudjiastuti juga terlihat me-retweet sebuah meme yang berhasil mengocok perut siapa saja yang melihatnya.

Di meme tersebut, tampak Susi Pudjiastuti sedang menelepon seseorang di atas sebuah kapal cepat.

Meme itu juga disertai dengan tulisan yang menjelaskan saat ini Susi Pudjiastuti sedang sibuk dan tak dapat diganggu.

"Tolong bilang saya sedang sibuk tidak bisa diganggu"

Wah ada-ada saja ya Ibu Susi Pudjiastuti.

Baca juga: Viral Setelah Diposting Anies, Segini Harga Buku Bagaimana Demokrasi Mati, dan Cara Membelinya

Baca juga: Ke Penyidik, Wagub DKI Akui Hadir Dalam Acara Maulid Nabi di Tebet, yang Turut Dihadiri Habib Rizieq

Baca juga: Habib Rizieq Tolak Swab Test, ini Reaksi Kapolda Metro Jaya

Kebijakan Kontroversial Edhy Prabowo

Di masa jabatannya sebagai Menteri KKP, beberapa kebijakannya dianggap kontroversial lantaran merevisi sejumlah regulasi yang dikeluarkan pendahulunya, Menteri KKP periode 2014-2019 Susi Pudjiastuti.

Berikut ini sederet kebijakan kontroversial Menteri KKP Edhy Prabowo:

1. Membuka ekspor benih lobster

Pada era Susi Pudjiastuti, terbit Peraturan Menteri (Permen) Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari Indonesia.

Larangan inilah yang masuk daftar Edhy untuk direvisi.

Menurut mantan anggota Komisi IV DPR ini, larangan lobster banyak merugikan nelayan.

Edhy mengaku punya cukup alasan merevisi Peraturan Menteri (Permen) Nomor 56 Tahun 2016.

"Kita libatkan masyarakat untuk bisa budidaya (lobster). Muaranya menyejahterakan," kata Menteri Edhy Prabowo dalam keterangan tertulisnya.

Dikatakannya, angka penyelundupan benih lobster sangatlah tinggi.

Ketimbang jadi selundupan yang tak menguntungkan negara, lebih baik ekspor dibuka sehingga mudah dikendalikan.

Edhy menegaskan, dia tidak menutupi apa pun dalam kebijakan ekspor benih lobster.

Sebelum melegalkan ekspor benih lobster, KKP telah melakukan kajian mendalam lewat konsultasi publik.

"Terdapat 13.000 nelayan yang menggantungkan hidup dari mencari benih lobster. Ini sebenarnya yang menjadi perdebatan, karena akibat ekspor dilarang mereka tidak bisa makan. Mereka tidak punya pendapatan. Ini sebenarnya pertimbangan utama kami," kata Edhy.

2. Bolehkan alat tangkap cantrang

Edhy Prabowo mengaku telah melakukan kajian terkait keluarnya izin penggunaan cantrang.

Sebelumnya, larangan cantrang dan 16 alat tangkap yang dianggap merusak lingkungan lainnya mulai diberlakukan tahun 2018.

Larangan alat tangkap cantrang tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) KP Nomor 2 Tahun 2015 dan Permen KP Nomor 71 Tahun 2016.

Edhy mengaku, ada sejumlah pihak yang mengklaim penggunaan cantrang tidak merusak lingkungan.

Sebab, penangkapan menggunakan cantrang hanya digunakan di laut berdasar pasir maupun berlumpur, bukan di laut berterumbu karang.

Menurut pendapat tersebut, penggunaan cantrang di laut berterumbu karang justru akan merobek cantrang tersebut, bukan merusak terumbu karangnya.

"Ini bukan ngomong pengusaha besar. Banyak rakyat yang juga punya cantrang," kata politisi Partai Gerindra ini.

Dia menegaskan, kebijakan cantrang bukanlah kebijakan instan dan tanpa kajian.

Menurut dia, regulasi pelegalan cantrang yang dilarang pada periode Menteri KKP sebelumnya ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat nelayan dan pembudidaya.

Kebijakan cantrang, misalnya, Edhy melihat banyak benturan antar-nelayan dengan nelayan tradisional.

Oleh karena itu, untuk mengakomodasi persoalan tersebut, KKP melakukan penataan sesuai zonasi.

Pencabutan larangan cantrang disusun berdasarkan hasil kajian tindak lanjut Menteri KP Nomor B.717/MEN-KP/11/2019 tentang Kajian terhadap Peraturan Bidang Kelautan dan Perikanan.

Lewat keputusan ini juga, Edhy Prabowo juga mengganti beleid era Susi Pudjiastuti yang mencantumkan larangan penggunaan cantrang.

Jokowi Angkat Bicara

Ditangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat heboh hampir di seluruh kalangan.

Termasuk dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang turut angkat bicara mengenai penangkapan Edhy Prabowo tersebut.

Di mana Edhy Prabowo merupakan menteri yang turut membantu Jokowi dalam kabinetnya.

"Pemerintah terus mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di Tanah Air. Karena itu, pemerintah menghormati proses hukum terhadap pejabat negara yang saat ini tengah berjalan di KPK," kata Jokowi dalam akun Twitter-nya pada Rabu (25/11/2020).

"Saya percaya KPK bekerja transparan, terbuka, dan profesional," lanjut Jokowi.

Diberitakan sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo.

Informasi KPK menangkap Menteri KKP Edhy Prabowo itu beredar luas di grup-grup WhatsApp dan media sosial.

KPK pun angkat bicara mengenai informasi penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo tersebut.

"Benar kita telah mangamankan sejumlah orang pada malam dan dinihari tadi," kata Nawawi Pomolango Pimpinan KPK ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu (25/11/2020).

Ketika ditanya lebih lanjut apakah yang ditangkap adalah Menteri KKP Edhy Prabowo atau bukan, Nawawi tidak menjelaskan lebih lanjut.

"Maaf selebihnya nanti saja, saya masih dalam perjalanan ke kantor," katanya.

Seperti diketahui, Politisi Partai Gerindra Edhy Prabowo itu ditangkap di Bandara Soekarno Hatta Rabu (25/11/2020) dini hari setibanya dari perjalanan ke luar negeri (Amerika Serikat).

Edhy Prabowo ditangkap atas dugaan kasus korupsi ekspor benur (benih udang).

Profil dan biodata Edhy Prabowo

Profil dan biodata Edhy Prabowo Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP).

Edhy Prabowo merupakan pengganti Menteri KKP sebelumnya, Susi Pudjiastuti.

Bagaimana sosok Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang kerap disebut-sebut tak punya pengalaman di bidang kelautan dan perikanan?

Dikutip dari TribunTimur, berikut profil dan biodata Edhy Prabowo.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menunjuk politisi Partai Gerindra Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Baca juga: Makodam Jaya Dibanjiri Karangan Bunga, Fadli Zon: Buang-buang Uang, Model Zaman Ahok

Baca juga: Ketika Wali Kota Tangerang Airin Rachmi Diany Menceritakan Soal Kehidupan dan Keluarganya 

Baca juga: Warga Dipungut Rp 20.000 saat Ambil Bansos Covid-19, Polisi Periksa Ketua RT di Muara Angke

Dia menggantikan Susi Pudjiastuti.

Penunjukan Edhy Prabowo diumumkan Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Pengumuman dilakukan tiga hari setelah Jokowi dilantik sebagai presiden di Gedung DPR/MPR kemarin, Minggu (20/10/2019).

Sebelumnya, Jokowi telah memanggil calon menteri ke Istana Kepresidenan selama dua hari, Senin hingga Selasa kemarin.

Sejumlah orang yang dipanggil ke Istana Kepresidenan diketahui ada yang berasal dari partai politik, ada juga yang berasal dari kalangan profesional.

Mengenal Sosok Edhy Prabowo

Sebenarnya siapa sosok Edhy Prabowo?

Apakah saudara kandung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sekaligus Menteri Pertahanan?

Jika tak bersaudara kandung, adakah hubungan kekerabatan dengan mereka?

Ternyata tidak.

Mereka hanya sahabat.

Ternyata Edhy Prabowo sudah lama mengenal Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Bahkan Prabowo Subianto berperan penting dalam hidup Edhy Prabowo.

Beberapa waktu lalu, Edhy Prabowo sempat menceritakan awal pertemuannya dengan Prabowo Subianto.

Ketika itu, Edhy Prabowo dipecat dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) setelah dua tahun meniti karier.

Ia diterima menjadi anggota ABRI pada 1991.

Mengetahui dirinya dipecat, keluarga Edhy Prabowo bersedih hingga menangis.

Padahal Edhy Prabowo bercita-cita menjadi tentara.

Karena tak ingin mengecewakan keluarga, Edhy Prabowo merantau ke Jakarta.

Ia pergi bersama 15 orang dan bertemu dengan Prabowo Subianto di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

Di sinilah hidup Edhy Prabowo tak lagi sama.

Mereka memperkenalkan diri dan melanjutkan pertemuan di kediaman Prabowo Subianto di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

"Di situ malam Senin, bertemu di kediaman beliau ditanya 'Apa keinginan kalian?'. Kami mau bekerja terus kuliah. Terus kita mau memperbaiki dosa kita sama keluarga kita," katanya menceritakan.

Edhy Prabowo dan teman-temannya ditawari pekerjaan di wilayah perbatasan Kalimantan oleh Prabowo Subianto.

Baca juga: Viral Setelah Diposting Anies, Segini Harga Buku Bagaimana Demokrasi Mati, dan Cara Membelinya

Baca juga: Ke Penyidik, Wagub DKI Akui Hadir Dalam Acara Maulid Nabi di Tebet, yang Turut Dihadiri Habib Rizieq

Baca juga: Habib Rizieq Tolak Swab Test, ini Reaksi Kapolda Metro Jaya

Upahnya Rp 250 ribu yang pada tahun itu termasuk besar.

Tak hanya ditawari pekerjaan, Edhy Prabowo juga disekolahkan oleh Prabowo Subianto.

Ia mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi, Universitas Moestopo.

"Kalian ikut saya. Saya biaya-in, cuma makan secukupnya, tidak boleh kalian seperti anak emas," kata Edhy Prabowo mengutip kembali pesan Prabowo Subianto.

"Kita diwajibkan kuliah yang benar sama latihan silat," ucapnya.

Saat itu Prabowo Subianto merupakan Pendiri Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia.

Menurut Edhy Prabowo, Prabowo Subianto ingin ada penerus yang bisa menjadi pengurus perguruan pencak silat.

Edhy Prabowo pun menuruti keinginan Prabowo Subianto.

Akhirnya, Edhy Prabowo menjadi atlet Pencak Silat Nasional.

Ia sempat mengikuti Pekan Olahraga Nasional XIV yang diselenggarakan di Jakarta.

Dimulai pada 9 September 1996 sampai dengan 25 September 1996.

"Saat itu saya dapat perunggu," kata Edhy Prabowo.

Ia sempat kecewa lantaran tidak dapat menyabet medali emas.

"Pak Prabowo nonton. 'Gimana kok bisa kalah?'," katanya.

Setelah pertandingan di semi final, Edhy Prabowo memutuskan untuk melipur lara dengan cara pergi ke Malang, Jawa Timur.

"Dua minggu saya menghindari kehidupan umum. Rupanya saya dicari Prabowo," tutur Edhy Prabowo.

Profil Edhy Prabowo

Berdasarkan laman dpr.go.id, berikut profil Edhy Prabowo.

Nomor Anggota: 71

Fraksi: Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya

Daerah Pemilihan: Sumatera Selatan I

Riwayat Pendidikan

- SD Xaverius Immanuel pada tahun 1985

- SMP Negeri 1 pada tahun 1988

- Fisika, SMA Negeri 1 pada tahun 1991

- Manajemen, Universitas Moestopo pada tahun 1997

- Bisnis, Swis German University pada tahun 2004

Riwayat pekerjaan

- Ketua Koperasi Swadesi Indonesia pada tahun 2009 - 2015

- Ketua Percepatan Pengadaan Logistik PT Kertas Nusantara pada tahun 2007 - 2009

- Komisaris PT Kiani Lestari pada tahun 2007 - 2015

- Direktur Utama PT Garuda Security Nusantara pada tahun 2005 - 2015

- Direktur PT Alas Helau pada tahun 2004 - 2015

- Direktur Utama PT Tusam Hutani Lestari pada tahun 2004 - 2015

- Komisaris PT Swadesi Dharma Nusantara pada tahun 2000 - 2004

- Asisten Direktur Utama PT Nusantara Energi pada tahun 1998 - 2004

Riwayat organisasi

- DPP Partai Gerindra sebagai Wakil Ketua UmumDPP Partai Gerindra Bidang Keuangan & Pembangunan Nasional sejak tahun 2012 -

- Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP Partai Gerindra sejak tahun 2008 -

- Ketua DPP Partai Gerindra Bidang Pemuda dan Olahraga sejak tahun 2008 - 2012

- Ketua Bidang Pengembangan Prestasi Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia sejak tahun 2007 -

- Ketua Diklat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia sejak tahun 2005 -

- Sekretaris Yayasan Pendidikan Kebangsaan sejak tahun 2002 -

- Wakil Ketua Harian Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia (PPSMI) sejak tahun 1997.(*)

Positif Covid-19

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dikabarkan sudah sehat setelah sempat dirawat akibat Covid-19.

"Pak Menteri KP sehat," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri KKP Agung Tri Prasetyo kepada Tribunnews, Senin (28/9/2020).

Dalam akun media sosial pribadinya, Edhy juga menyatakan dirinya siap beraktivitas kembali.

Hatta Ali Tak Kenal Jaksa Pinangki dan Andi Irfan Jaya, tapi Berkawan dengan Anita Kolopaking

"Terima kasih atas dukungan dan doa yang telah diberikan, insyaallah sebentar lagi saya akan beraktivitas lagi."

"Tetap semangat dan selalu jaga kesehatan," tulis Edhy.

Edhy Prabowo positif Covid-19 usai kunjungan kerja.

Ekstasi Produksi Rumahan di Cipondoh Berlambang Transformers, Dua Minggu Hasilkan 400 Butir

Kondisinya saat ini telah membaik dan tengah menjalani masa pemulihan.

Edhy dirawat di RSPAD. Dalam sebuah pesan berantai, Edhy disebutkan juga sempat dirawat di RS Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur.

Sementara, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Aryo Hanggono tutup usia akibat Covid-19.

Luncurkan Buku Pilihan Buat Pak Jokowi: Mundur Atau Terus, Amien Rais: Bangsa Kita Dibelah

Hal itu dibenarkan Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri KKP Agung Tri Prasetyo saat dikonfirmasi Tribunnews, Senin (28/9/2020).

Agung menyampaikan, Dirjen PRL Aryo Hanggono dinyatakan positif Covid-19 pada 9 September 2020, kemudian menjalani perawatan intensif.

"Pukul 4.50 WIB beliau wafat di RSPAD. Beliau 9 September positif Covid-19, selanjutnya menjalani perawatan," jelas Agung.

Amnesty International Sebut Dua Pejabat Baru di Kementerian Pertahanan Terimplikasi Kasus Tim Mawar

Sebelumnya, Dirjen PRL Aryo Hanggono dikonfirmasi dalam kondisi yang kurang baik, hingga masuk ruang Unit Perawatan Intensif (Intesive Care Unit/ ICU).

Ketua Komisi IV DPR Sudin mengatakan, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Aryo Hanggono terpapar Covid-19 setelah kunjungan kerja bersama Menteri KKP Edhy Prabowo.

"Pak Edhy enggak di ICU, sudah sehat."

9 Prosedur Pengajuan Isolasi Pasien Covid-19 Tanpa Gejala di Wisma Atlet, Jangan Datang Sendiri Ya!

"Sebetulnya bukannya beliau ada eselon I lagi. Kalau Pak Edhy sudah sehat," ucap Sudin minggu lalu.

Sebelumnya Wartakotalive memberitakan, kondisi kesehatan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang sempat positif Covid-19, sudah membaik.

Sufmi Dasco Ahmad, elite Partai Gerindra menjelaskan, hasil tes swab Edhy Prabowo sudah negatif.

Kabar baik itu diketahuinya ketika menghubungi rekan separtainya itu melalui sambungan telepon.

 Hari Ini Boyamin Saiman Serahkan Bukti Kode Bapakmu dan Bapakku dalam Kasus Djoko Tjandra ke KPK

"Lima menit lalu saya sudah lakukan komunikasi via telepon dengan Saudara Edhy Prabowo."

"Saudara Edhy Prabowo dalam kondisi, merasa keadaannya sehat dan sudah makan enak."

"Dan alhamdulillah hasil swab sudah negatif," ujar Wakil Ketua DPR itu ketika dikonfirmasi, Rabu (16/9/2020).

 Luhut Panjaitan dan Doni Monardo Dikasih Waktu Dua Minggu Redam Covid-19 di 9 Provinsi, Sanggup?

Melalui ini pula, Dasco memberikan penjelasan terkait kondisi terkini kader Gerindra yang menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan itu.

Dia menjelaskan, Edhy Prabowo pertama kali dirawat di RS Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kemudian, Edhy Prabowo dipindahkan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

 Ditugaskan Jokowi, Luhut dan Doni Monardo Wajib Pastikan 9 Provinsi Termasuk Jakarta Terapkan PSBM

Dia mengakui Edhy Prabowo sempat dirawat secara intensif di ICU RSPAD.

Namun, kata dia, perawatan di ICU dilakukan untuk tujuan perawatan lebih baik, dan saat itu Edhy Prabowo dalam keadaan sadar.

"Edhy Prabowo, pertama-tama ditangani oleh RS Polri dan lalu dipindahkan ke RSPAD.

 Lagi, Satu Dokter di Kabupaten Bekasi Meninggal Akibat Covid-19, Bertugas di Jakarta

"Saudara Edhy Prabowo kemudian dirawat secara intensif dan keadaannya sekarang baik-baik saja."

"Memang sempat dimasukkan di ICU dengan tujuan perawatan lebih baik dan dalam keadaan sadar," jelasnya.

Edhy Prabowo tidak menghadiri rapat kerja bersama Komisi IV DPR pada Selasa (15/9/2020) lalu.

 Hadi Pranoto Gugat Muannas Alaidid Rp 150 Triliun, Minta Kantor PSI di Seluruh Indonesia Disita

Ketua Komisi IV DPR Sudin membenarkan Edhy dirawat di RSPAD.

Namun, Sudin mengatakan kondisi Edhy saat ini sudah membaik dan sedang dalam tahap penyembuhan usai dikabarkan positif covid-19.

"Ada di rumah sakit, istirahat, sudah tidak di ICU. Sudah sehat tinggal istirahat saja. Infonya di RSPAD Gatot Soebroto," kata Sudin saat dikonfirmasi, Rabu (16/9/2020).

 Keponakan Prabowo Lulus Sekolah Cakada PDIP Gelombang III dengan Predikat Peringkat 2 Terbaik

"Sudah sehat, memang minggu lalu agak kurang sehat, menurun, sekarang sudah sehat, sudah tertawa, bahkan sudah bisa balas WA saya, kemarin baru WA saya," imbuhnya.

Politikus PDIP itu mengklarifikasi Edhy Prabowo tidak masuk Unit Perawatan Intensif (ICU).

Berdasarkan informasi yang didapatnya, yang masuk ke ruang ICU adalah Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Aryo Hanggono yang juga terpapar Covid-19, setelah melakukan kunjungan kerja bersama Edhy Prabowo.

 Tunggu Hasil Tes Swab, Mantan Wamenlu Dino Patti Djalal Dirawat di RSPAD Gatot Soebroto

"Yang saya tahu (di ICU) ada info katanya Pak Aryo, Dirjen PRL."

"Cuma itu katanya, saya belum tahu pastinya," beber Sudin.

Sebelumnya Wartakotalive memberitakan, Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Johan mengaku mendapat kabar Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo positif Covid-19.

 KRONOLOGI Dua Pengemudi Ojek Ditembak KKB Papua, Korban Kedua Sempat Dianiaya

"Info yang saya dapat seperti itu, dari staf KKP (informasinya)," ujar Daniel ketika dihubungi Tribunnews, Selasa (8/9/2020).

Daniel menjelaskan kabar positifnya Edhy Prabowo didapatkan dirinya pada 3 September 2020.

 Pasangan Bakal Calon Bawa Massa Saat Daftar, Dua Pekan Lagi Diprediksi Muncul Klaster Baru Covid-19

Namun, untuk kepastian sejak kapan Edhy Prabowo benar-benar positif, Daniel meminta hal itu dikonfirmasi kepada yang bersangkutan.

"Saya dapat infonya 3 September, tapi tanggal pastinya harus tanya langsung," kata dia.

Politikus PKB tersebut juga menegaskan langsung menghubungi Edhy Prabowo melalui aplikasi percakapan WhatsApp (WA).

 Banyak Pasangan Bakal Calon Bawa Massa, Bawaslu Buka Opsi Rekomendasikan Tunda Pilkada 2020

Namun dia tak menanyakan secara langsung apakah Edhy benar-benar positif Covid-19.

Daniel hanya mendoakan agar politikus Partao Gerindra tersebut selalu sehat.

"Saya langsung WA Bang Edhy, tapi tidak secara langsung menanyakan hal itu."

 Andi Arief Bilang Dukungan PDIP ke Mulyadi-Ali Mukhni Baru Lisan, Belum B1KWK

"Hanya mendoakan agar selalu sehat dan lancar."

"Dan info yang saya dapat kondisinya sehat. Dijawab 'amin terima kasih pak ketua'," beber Daniel. (Reynas Abdila)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Profil, Biodata Edhy Prabowo Menteri Kelautan dan Perikanan Pengganti Susi Pudjiastuti, Pengalaman? dan di Tribunjakarta.com dengan judul Didesak Kembali Jadi Menteri Kelautan Gantikan Edhy Prabowo, Susi Pudjiastuti Beri Reaksi Kocak

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved