Harsono Senang Bisa Ikut Rapid Test Gratis dan Berharap Kondisi Kembali Normal

Tim menyiapkan 1.000 rapid test untuk para sopir, pedagang, petugas, hingga PPSU. Ini untuk memberi keamanan bagi para penumpang yang tiba di terminal

Warta Kota/Rangga Baskoro
Ketua Relawan Indonesia Bersatu Sandiaga Uno di sela-sela kegiatan rapid test di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (4/6/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM - Relawan Indonesia Bersatu melakukan pendeteksian dini penyebaran Covid-19 untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Kegiatan diselenggarakan di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (4/6/2020).

Dalam kegiatan ini petugas medis dari Relawan Indonesia bersatu menyambangi para sopir, kernet, pedagang, warga, hingga petugas PPSU saat melaksanakan rapid test.

Mal di Depok Baru Diizinkan Buka 16 Juni, Pengelola Mal Pasrah Batal Beroperasi Lagi 5 Juni 2020

Sidang Lucinta Luna Ternyata Batal Hadirkan Saksi, PN Jakarta Barat Ungkap Sebabnya

Transisi PSBB Jakarta, Kadis Disparekraf : Hiburan Malam dan Karaoke Tidak Diperbolehkan Beroperasi

Ketua Relawan Indonesia Bersatu, Sandiaga Uno, mengatakan, pihaknya menyiapkan 1.000 rapid test untuk para sopir, pedagang, petugas, hingga PPSU. Ini untuk memberi keamanan bagi para penumpang yang tiba di terminal.

“Dengan amannya mereka, pastinya mata rantai penyebaran Covid 19 bisa terputus,” kata Sandiaga, Kamis (4/6/2020). Dikatakan Sandi, dipilihnya terminal Kampung Rambutan untuk dilakukan rapid test didasarkan lantaran lokasi tersebut merupakan pintu masuk masuknya orang-orang dari luar Jakarta.

“Pemeriksaan masih terus dilakukan petugas, kami berharap hasilnya nonreaktif sehingga semua menjadi aman,” ujarnya. Lebih lanjut Sandiaga mengatakan, dengan mengikuti rapid test tersebut, bisa diketahui akan pengetesan, pelacakan, dan perawatan atau biasa disebut 3T. Sehingga tindakan lanjutan bisa segera dilakukan agar penanganannya lebih cepat.

“Masyarakat yang masuk di sini yang non reaktif, juga bisa mendapatkan layanan puskesmas yang non Covid, sementara yang reaktif bisa segera di rujuk ke rumah sakit,” terangnya.

Mengerikan, 37 Siswa SD Terluka Diserang Satpam, Begini Ceritanya

VIDEO: Kapolda Metro Jaya Sebut 24.439 Kendaraan Diminta Putar Balik Karena Tak Punya SIKM

Unjuk Rasa Mahasiswa Minta Pembebasan Biaya Kuliah, Rahmat Effendi Kirim Surat ke Mendikbud

Sementara, Harsono (51), sopir Mikrolet KWK 19, rapid test secara gratis ini sangat membantu. Pasalnya, bila memang harus melakukan pemeriksaan, pastinya perlu biaya mahal.

“Gimana mau periksa, nyari uang sejak adanya Covid 19 saja susah banget,” ujarnya. Harsono mengaku, akibat virus corona pendapatannya turun drastis. “ Satu hari, paling banyak bawa uang ke rumah sebesar Rp 30.000. Malah, pernah bawa pulang uang cuma Rp 10.000,” ujarnya seraya berharap kondisi kembali normal,” ujarnya.

Permukiman Padat

Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara mencatat, ada debanyak 1.378 warga yang berada di pemukiman padat penduduk di wilayah Jakarta Utara telah menjalani rapid test atau tes cepat massal Covid-19.

Halaman
12
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved