Breaking News:

Sambil Menangis, Baiq Nuril Berharap Jokowi Berikan Amnesti Saat Putrinya Kibarkan Merah Putih

TERPIDANA kasus pelanggaran UU ITE Baiq Nuril mengungkapkan harapannya setelah bertemu Jaksa Agung HM Prasetyo, Jumat (12/7/2019).

TRIBUNNEWS/VINCENTIUS JYESTHA
Terpidana kasus pelanggaran UU ITE Baiq Nuril menangis setelah bertemu Jaksa Agung HM Prasetyo di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2019). 

"Jadi kami mohon dukungan, kalau bisa juga banyak pihak yang baik bersurat kepada Kejaksaan Agung akan adanya penangguhan eksekusi terhadap sahabat saya Ibu Baiq Nuril," papar Rieke Diah Pitaloka.

 Ali Mochtar Ngabalin Pernah Dituduh Kafir dan Disuruh Syahadat Ulang karena Dukung Jokowi

Baiq Nuril merupakan guru honorer di SMAN 7 Mataram.

Kasus yang menjeratnya berawal pada 2012 lalu.

Saat itu, ia ditelepon oleh kepala sekolahnya, Muslim.

 Rizal Ramli Prediksi Ekonomi Indonesia Tahun Ini Nyungsep dan Cuma Tumbuh 4,5 Persen

Percakapan telepon tersebut mengarah pada pelecehan seksual.

Karena selama ini kerap dituding memiliki hubungan dengan Muslim, Baiq Nuril kemudian merekam percakapan tersebut pada telepon genggamnya.

Karena didesak teman-teman sejawatnya, Baiq Nuril kemudian menyerahkan rekaman tersebut, sebagai barang bukti laporan dugaan pelecehan seksual atau pencabulan oleh Muslim, ke Dinas Pendidikan.

 Begini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar SUGBK Saat Laga Persija Vs Persib

Akibat laporan tersebut, sang kepala sekolah akhirnya dimutasi.

Karena tidak menerima, Muslim lalu melaporkan Baiq Nuril ke polisi dengan tuduhan pelanggaran UU ITE, karena menyebarkan rekaman percakapan tersebut.

Laporan itu membuat Baiq Nuril sempat ditahan oleh Kepolisian.

 PPP Tak Bakal Ajukan Lukman Hakim Saifuddin Jadi Menteri Lagi karena Alasan Ini

Di Pengadilan Negerin Mataram, Baiq Nuril divonis bebas.

Namun, jaksa saat itu tidak puas dan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Hakim MA justru memutus Baiq Nuril bersalah pada 26 September 2018.

 Sarankan Rekonsiliasi Total, Fahri Hamzah Sebut Konflik Berakar dari Sini

Ia dijatuhi hukuman penjara 6 bulan dan denda Rp 500 juta.

Kasus tersebut kemudian mengundang simpati publik.

Apalagi, kemudian Muslim justru malah mendapatkan promosi jabatan sebagai kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Kota Mataram.

 Moeldoko: Rizieq Shihab Pulang Sendiri Saja, Kalau Enggak Bisa Beli Tiket Saya Beliin

Selain itu, laporan Baiq Nuril soal adanya dugaan pelecehan seksual atau pencabulan oleh atasannya tersebut, dihentikan Polda NTB dengan dalih kurang bukti.

Kuasa hukum Baiq Nuril lalu mengajukan upaya hukum terakhir, yakni Peninjauan Kembali (PK) ke MA pada Januari 2019.

Pada 4 Juli, MA menolak PK yang diajukan kuasa hukum.

 Kenang Almarhum Sutopo Purwo Nugroho, Raisa: Hati Aku Merasa Berat dan Sedih

Dengan PK tersebut, Baiq Nuril kemudian memperjuangkan keadilan dengan meminta belas kasihan Presiden Jokowi.

Ia berencana meminta amnesti kepada Presiden atas kasus yang menjeratnya itu. (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved