Breaking News:

Sambil Menangis, Baiq Nuril Berharap Jokowi Berikan Amnesti Saat Putrinya Kibarkan Merah Putih

TERPIDANA kasus pelanggaran UU ITE Baiq Nuril mengungkapkan harapannya setelah bertemu Jaksa Agung HM Prasetyo, Jumat (12/7/2019).

TRIBUNNEWS/VINCENTIUS JYESTHA
Terpidana kasus pelanggaran UU ITE Baiq Nuril menangis setelah bertemu Jaksa Agung HM Prasetyo di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2019). 

TERPIDANA kasus pelanggaran UU ITE Baiq Nuril mengungkapkan harapannya setelah bertemu Jaksa Agung HM Prasetyo, Jumat (12/7/2019).

Baiq Nuril menyambangi Kejaksaan Agung bersama politikus PDIP Rieke Diah Pitaloka, untuk menyerahkan surat permohonan penangguhan penahanan dari 132 instansi.

Awalnya, Baiq Nuril yang mengenakan kerudung warna merah, disinggung bagaimana perasaannya terkait putrinya yang akan menjadi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) pada 17 Agustus mendatang.

Setelah Lolos Seleksi Administrasi, Pekan Depan 192 Calon Pimpinan KPK Bakal Lakukan Ini

Pantauan Tribunnews.com, saat menyampaikan perasaannya itulah, tangis Baiq Nuril pecah.

"Bahagia sekali," ujar Baiq Nuril sambil menangis, kemudian menatap Rieke Diah Pitaloka, di Kantor Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2019).

Ia juga mengaku bersyukur atas sikap Jaksa Agung yang memerintahkan Kejati NTB untuk tak segera mengeksekusi dirinya.

Daftar Lengkap 192 Calon Pimpinan KPK yang Lolos Seleksi Administrasi

Sehingga, ia bisa menyaksikan anaknya mengibarkan Sang Saka Merah Putih.

Baiq Nuril juga berharap amnesti dari Presiden Jokowi dapat diberikan saat putrinya mengibarkan Bendera Indonesia.

"Tadi ada kepastian dari Kejaksaan Agung untuk tidak ada eksekusi. Jadinya saya bisa nonton anak saya untuk mengibarkan bendera merah putih," ucapnya tersedu-sedu.

Kuasa Hukum Bilang Rizieq Shihab Oversytay di Arab Saudi karena Dicekal Pihak Tertentu di Indonesia

"Mudah-mudahan amnesti diberikan saat putri saya mengibarkan bendera merah putih, dan kemenangan itu untuk Indonesia," ucap Baiq Nuril seraya mengusap air mata menggunakan tisu.

Sebelumnya, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rieke Diah Pitaloka terus mendampingi Baiq Nuril.

Baiq Nuril terus berupaya meminta penangguhan penahanan serta permohonan pengampunan Presiden (amnesti), atas kasus yang menjeratnya.

Baiq Nuril divonis enam bulan penjara dan denda Rp 500 juta, karena melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

 Prabowo Ajukan Kasasi Lagi ke MA, Yusril Ihza Mahendra Bilang Sangat Aneh

Menurut Rieke Diah Pitaloka, perjuangan itu dilakukan agar Baiq Nuril tidak dipenjara dua kali.

Baiq Nuril sempat ditahan setelah dilaporkan melanggar Undang-undang ITE oleh kepala sekolah tempatnya mengajar, Muslim.

Pengadilan Negeri Mataram memvonis bebas Baiq Nuril, namun Mahkamah Agung menyatakannya bersalah.

 Ajukan Kasasi Lagi ke MA Soal Dugaan Kecurangan Pilpres 2019, Kubu Jokowi Bilang Prabowo Tak Ikhlas

"Di luar persoalan amnesti ada sesuatu yang lebih mendesak, kami tidak ingin Baiq Nuril dipenjara dua kali," kata Rieke Diah Pitaloka di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Rieke Diah Pitaloka mengaku tidak ingin Kejaksaan mengeksekusi putusan Mahkamah Agung tersebut, sebelum proses pengajuan pengampunan presiden (amnesti) rampung.

Baiq Nuril merupakan sosok yang teguh dan menyatakan tidak akan pulang ke Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga kasusnya selesai.

 Ini Daftar Enam Suporter Tewas Akibat Rivalitas Persija dan Persib, Jangan Ada Korban Lagi!

Selain itu, menurut Rieke Diah Pitaloka, yang membuatnya sedih dan semakin gigih berjuang adalah pesan anak sulung Baiq Nuril yang menjadi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di NTB pada 17 Agustus mendatang.

Putri Nuril tersebut menitipkan pesan kepadanya agar Baiq Nuril jangan sampai dipenjara lagi.

"17 Agustus Putri sulungnya ibu Baiq Nuril akan menjadi Paskibra di Provinsi NTB dan berhasil."

 Mantan Kapten Persib Ini Yakin Jakmania Takkan Terprovokasi Jika Ada Oknum Bobotoh Menyusup ke SUGBK

"Dan pesan dari anak sulungnya adalah tolong bantu, saya tidak ingin ketika saya bertugas mengibarkan bendera merah putih, ibu saya berada di penjara."

"Dan tolong bantuannya agar tak ada eksekusi," ucap Rieke Diah Pitaloka.

Oleh karena itu, menurut Rieke Diah Pitaloka, ia menitipkan surat penangguhan penahanan atas nama dirinya kepada Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan anggota Komisi III Nasir Djamil.

 TERUNGKAP! Meski Oposisi, Ternyata Diam-diam Rizal Ramli Sering Kirim Pesan WhatsApp ke Jokowi

Ia berharap surat tersebut disampaikan kepada Jaksa Agung HM Prasetyo.

Selain itu menurut Rieke Diah Pitaloka, ia dan kuasa hukum Baiq Nuril akan menyerahkan langsung surat penangguhan penahanan kepada Kejaksaan Agung.

Karena, ada kekhawatiran selama amnesti diproses, Baiq Nuril keburu dieksekusi Kejaksaan.

 Jokowi Disarankan Bawa Pulang TKI Bermasalah Daripada Pulangkan Rizieq Shihab

"Kira-kira dua hari yang lalu, Hari Senin itu sudah berkomunikasi, dan tentu saja tidak dalam rangka mengintervensi."

"Tetapi juga kita punya upaya meminta mohon adanya penangguhan eksekusi."

"Jadi kami mohon dukungan, kalau bisa juga banyak pihak yang baik bersurat kepada Kejaksaan Agung akan adanya penangguhan eksekusi terhadap sahabat saya Ibu Baiq Nuril," papar Rieke Diah Pitaloka.

 Ali Mochtar Ngabalin Pernah Dituduh Kafir dan Disuruh Syahadat Ulang karena Dukung Jokowi

Baiq Nuril merupakan guru honorer di SMAN 7 Mataram.

Kasus yang menjeratnya berawal pada 2012 lalu.

Saat itu, ia ditelepon oleh kepala sekolahnya, Muslim.

 Rizal Ramli Prediksi Ekonomi Indonesia Tahun Ini Nyungsep dan Cuma Tumbuh 4,5 Persen

Percakapan telepon tersebut mengarah pada pelecehan seksual.

Karena selama ini kerap dituding memiliki hubungan dengan Muslim, Baiq Nuril kemudian merekam percakapan tersebut pada telepon genggamnya.

Karena didesak teman-teman sejawatnya, Baiq Nuril kemudian menyerahkan rekaman tersebut, sebagai barang bukti laporan dugaan pelecehan seksual atau pencabulan oleh Muslim, ke Dinas Pendidikan.

 Begini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar SUGBK Saat Laga Persija Vs Persib

Akibat laporan tersebut, sang kepala sekolah akhirnya dimutasi.

Karena tidak menerima, Muslim lalu melaporkan Baiq Nuril ke polisi dengan tuduhan pelanggaran UU ITE, karena menyebarkan rekaman percakapan tersebut.

Laporan itu membuat Baiq Nuril sempat ditahan oleh Kepolisian.

 PPP Tak Bakal Ajukan Lukman Hakim Saifuddin Jadi Menteri Lagi karena Alasan Ini

Di Pengadilan Negerin Mataram, Baiq Nuril divonis bebas.

Namun, jaksa saat itu tidak puas dan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Hakim MA justru memutus Baiq Nuril bersalah pada 26 September 2018.

 Sarankan Rekonsiliasi Total, Fahri Hamzah Sebut Konflik Berakar dari Sini

Ia dijatuhi hukuman penjara 6 bulan dan denda Rp 500 juta.

Kasus tersebut kemudian mengundang simpati publik.

Apalagi, kemudian Muslim justru malah mendapatkan promosi jabatan sebagai kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Kota Mataram.

 Moeldoko: Rizieq Shihab Pulang Sendiri Saja, Kalau Enggak Bisa Beli Tiket Saya Beliin

Selain itu, laporan Baiq Nuril soal adanya dugaan pelecehan seksual atau pencabulan oleh atasannya tersebut, dihentikan Polda NTB dengan dalih kurang bukti.

Kuasa hukum Baiq Nuril lalu mengajukan upaya hukum terakhir, yakni Peninjauan Kembali (PK) ke MA pada Januari 2019.

Pada 4 Juli, MA menolak PK yang diajukan kuasa hukum.

 Kenang Almarhum Sutopo Purwo Nugroho, Raisa: Hati Aku Merasa Berat dan Sedih

Dengan PK tersebut, Baiq Nuril kemudian memperjuangkan keadilan dengan meminta belas kasihan Presiden Jokowi.

Ia berencana meminta amnesti kepada Presiden atas kasus yang menjeratnya itu. (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved