Bansos Covid19

MAKI Ancam Gugat Praperadilan Jika Ihsan Yunus Tak Jadi Tersangka Korupsi Bansos, Ini Respons KPK

Boyamin sudah melayangkan gugatan praperadilan ke pengadilan, namun bukan untuk perkara penetapan tersangka terhadap Ihsan Yunus.

Editor: Yaspen Martinus
istimewa
MAKI ancam gugat KPK ke praperadilan, jika tak tetapkan Ihsan Yunus menjadi tersangka kasus korupsi bansos Covid-19. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengancam melayangkan gugatan praperadilan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Gugatan itu akan dilayangkan, jika KPK tidak juga menetapkan politikus PDIP Muhammad Ihsan Yunus sebagai tersangka, dalam kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) Covid-19 yang juga menjerat eks Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara.

"Selalu ada praperadilan untuk perkara mangkrak, termasuk perkara bansos terkait Ihsan Yunus," kata Boyamin saat dihubungi Tribunnews, Minggu (14/3/2021).

Baca juga: Sudah 89 Akun Medsos Ditegur Polisi Virtual Termasuk 1 WhatsApp, Banyak yang Langsung Menghilang

Boyamin sudah melayangkan gugatan praperadilan ke pengadilan, namun bukan untuk perkara penetapan tersangka terhadap Ihsan Yunus.

Melainkan, untuk perkara panggilan pemeriksaan terhadap politikus partai berlogo kepala banteng itu.

"Iya (sudah dilayangkan), namun materinya bukan terkait status tersangka."

Baca juga: Pemerintah Diminta Percepat Vaksinasi Sebelum Covid-19 Bermutasi Lebih Banyak Lagi

"Baru sebatas belum dipanggil waktu dan tidak dilakukan 23 penggeledahan yang sudah diizinkan Dewan Pengawas KPK," ungkapnya.

Oleh karena itu, saat ini pihaknya masih menunggu kepastian Komisi Antirasuah untuk melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan.

Untuk perkara pemanggilan Ihsan Yunus, Boyamin menyatakan sudah mendaftarkan gugatan praperadilan sejak 22 Februari 2021.

Baca juga: Semua Penyintas Berpotensi Alami Long Covid, Waktu Kesembuhan Berbeda Tergantung Kondisi Tubuh

"Aku selesaikan sidang ini dulu, yang rencananya minggu depan, baru melangkah berikutnya," ujar Boyamin.

Boyamin mengungkapkan, pihaknya memberi tenggat waktu hingga tiga bulan kepada KPK untuk melakukan pemanggilan pemeriksaan, hingga menetapkan Ihsan Yunus sebagai tersangka.

Jika tidak, maka pihaknya akan melayangkan gugatan praperadilan kedua untuk KPK.

Baca juga: Dikasih Jabatan Apa Pun di Partai Demokrat Kubu Moeldoko, Max Sopacua Siap

"Belum dipanggil aja sudah praperadilan, masa enggak ada seri berikutnya?"

"Belum tahu kapan waktunya (melayangkan gugatan kedua), tunggu perkembangan dulu."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved