Virus Corona
Pemerintah Diminta Percepat Vaksinasi Sebelum Covid-19 Bermutasi Lebih Banyak Lagi
Prof Amin mengatakan, mutasi B117 diprediksi akan menular lebih cepat dan bermutasi melalui gen-gen baru.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio mendorong pemerintah mempercepat proses vaksinasi Covid-19.
Agar, kekebalan massal di masyarakat terhadap virus tersebut segera terjadi.
Prof Amin mengatakan, percepatan vaksinasi itu bukan tanpa alasan.
Baca juga: Moeldoko Bakal Diusung Jadi Capres 2024? Jhoni Allen: Kalau ke Bandung Harus Mampir ke Bogor Dulu
Ia khawatir akan mulai bermunculan varian baru Covid-19 seperti B117.
Hal itu disampaikan Prof Amin saat diaolog bertajuk Pemantauan Genomik Varian Baru SARS-COV2 di Indonesia melalui siaran kanal YouTube BNPB Indonesia, Jumat (12/3/2021).
"Nah, terkait munculnya mutasi-mutasi ini, maka di seluruh dunia juga ada rekomendasi sedapat mungkin vaksinasi diselesaikan lebih cepat sebelum virusnya banyak bermutasi," kata Prof Amin.
Baca juga: Gatot Nurmantyo Mengaku Pernah Diajak Kudeta AHY, Jhoni Allen: Jangan Asbun, Beda Integritas
Maka dari itu, Prof Amin meminta masyarakat tak lagi menolak vaksinasi yang dilakukan pemerintah.
Terlebih, vaksinasi yang digunakan telah melewati uji klinik, izin BPOM, serta keamanan dan khasiat sudah memenuhi standar.
"Sekaligus kita mendorong encourage mereka-mereka yang sudah punya kesempatan untuk divaksinasi jangan ditunda lagi, enggak usah nolak lagi," tegasnya.
Baca juga: UU Pemilu Batal Direvisi, Pilpres 2024 Diprediksi Bakal Makin Seru, Ini Alasannya
Prof Amin mengatakan, mutasi B117 diprediksi akan menular lebih cepat dan bermutasi melalui gen-gen baru.
Perubahan gen pada B117 ini dikhawatirkan akan mempengaruhi diagnosis molekuler. Terutama, dalam pengecekan tes PCR.
Ia pun menduga sensitivitas tes PCR akan berpotensi menurun saat menguji B117.
Baca juga: Terlalu Berisiko dan Tak Menguntungkan, Pemerintah Diprediksi Takkan Mengesahkan KLB Deli Serdang
"Tentu ada sifat lain, karena ada perubahan di dalam gennya, maka dikhawatirkan diagnosis molekuler, yaitu PCR, itu juga akan terganggu."
"Jadi akan menurun sensitivitasnya, itu yang kita khawatirkan dengan PCR tidak terdeteksi, jadi negatif, tapi itu masih belum dianggap perlu untuk mengubah PCR-nya," beber Prof Amin.
Prof Amin memperkirakan, mutasi Covid-19 B117 berpotensi tak dikenali oleh antibodi yang telah terbentuk oleh vaksin Covid-19.
Baca juga: Kapan 3 Polisi yang Diduga Terlibat Unlawful Killing Diperiksa? Kabareskrim: Penyidik yang Atur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/direktur-lembaga-molekuler-eijkman-prof-amin-soebandrio.jpg)