PROFIL 10 Pimpinan MPR 2019-2024: Ada Penyintas Kanker Payudara
SEPULUH pimpinan MPR periode 2019-2024 dilantik dalam sidang paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10/2019).
SEPULUH pimpinan MPR periode 2019-2024 dilantik dalam sidang paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10/2019).
Pada periode 2014-2019, pimpinan MPR hanya diisi lima orang, yang dipimpin Zulkifli Hasan.
Namun, setelah Undang-undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) direvisi pada 16 September 2019, komposisi pimpinan MPR berubah.
• BNI-ITB Ultra Marathon Digelar Lagi, Kali Ini Jaraknya Ditambah Jadi 200 Kilometer!
Hasilnya, kursi pimpinan ditambah sesuai jumlah fraksi yang duduk di parlemen.
Berikut ini 10 pimpinan MPR yang mewakili sembilan fraksi di DPR dan satu perwakilan Dewan Perwakilan Daerah (DPD):
1. Bambang Soesatyo (Ketua)
Bambang Soesatyo terpilih sebagai Ketua MPR 2019-2024 secara aklamasi oleh sembilan fraksi dan kelompok DPD.
Pria yang akrab disapa Bamsoet ini sempat menjabat Ketua DPR 2018-2019.
Bamsoet dipilih sebagai Ketua DPR menggantikan posisi Setya Novanto yang terjerat kasus korupsi KTP elektronik.
• Duh! UU KPK Hasil Revisi Ternyata Banyak Typo, Pihak Istana Sampai Minta Klarifikasi ke DPR
Pria kelahiran Jakarta 10 September 1962 ini masuk Partai Golkar sejak 1980, sebagai aktivis Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI).
Ia menjadi calon anggota legislatif sejak Orde Baru. Namun, ia baru lolos ke parlemen pada Pemilu 2019.
Saat menjadi anggota DPR, ia menjadi salah satu panitia khusus yang menangani kasus Bank Century.
• Air Bersih di Ibu Kota Baru Bisa Langsung Diminum, Bisa Tampung Hingga 3 Juta Penduduk
Saat itu, DPR mengajukan hak angket ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal kucuran dana talangan Century yang membengkak.
2. Ahmad Basarah
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mulai menjadi anggota dewan sejak periode 2004-2009, dari Fraksi PDIP daerah pemilihan Jawa Timur V.
Pada periode 2014-2019, Basarah terpilih menjadi Ketua Fraksi PDIP di MPR.
Pada 2018, ia diangkat menjadi Wakil Ketua MPR.
• Konflik Tidak Bisa Selesai dengan Dialog, Putra Imam Masjid Ini Tawarkan Enam Resolusi untuk Papua
Ahmad Basarah juga pernah menjabat Wakil Ketua Tim Kerja Sosialisasi 4 Pilar MPR periode 2009-2014.
3. Ahmad Muzani
Ahmad Muzani memulai karier politik di Partai Golkar. Ia pernah terlibat di organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII).
Dia memiliki kedekatan dengan tokoh Islam dan nasional Indonesia.
Ahmad Muzani kemudian pindah ke Partai Gerindra, yang mengantarkannya ke DPR sejak 2009 hingga sekarang.
• Sayangkan Mahasiswa Tolak Bertemu Jokowi, Menristekdikti: Sekarang Tidak Ada yang Bisa Disembunyikan
Dia diangkat menjadi Sekjen Partai Gerindra karena kemampuan dan kedekatannya dengan Fadli Zon dan Prabowo Subianto.
4. Lestari Moerdijat
Wanita yang akrab di panggil Rerie ini sempat malang melintang di dunia.
Perempuan kelahiran Surabaya 30 November 1967 ini, menjabat sebagai Deputy Chairman Media Group dan Presiden Direktur Media Indonesia.
Dia juga menjabat sebagai direksi dan komisaris di beberapa anak perusahaan Media Group, antara lain Surya Energi Raya, CS Media Investment, Metro TV, Pangansari Utama, dan Emas Mineral Murni.
• Dituntut Istri Harus Selalu Bawa Uang Tiap Hari, Buruh Bangunan Curi Helm di Parkiran
Rerie mulai aktif di dunia politik saat ikut mendirikan Partai NasDem pada 26 Juli 2011.
Ia juga menjabat sebagai Korwil Partai NasDem Jateng-DIY.
Rerie merupakan penyintas kanker payudara.
• BREAKING NEWS: Enam Polisi Bawa Senjata Api Saat Jaga Unjuk Rasa yang Tewaskan Dua Mahasiswa Sultra
Rerie juga membentuk Sahabat Lestari, kelompok relawan gerakan sosial yang bergerak di bidang sosial, terutama meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.
5. Jazilul Fawaid
Jazilul dikenal dekat dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Bisa dibilang, ia merupakan salah satu orang kepercayaan Muhaimin.
Jazilul merupakan tenaga ahli Muhaimin saat menjabat sebagai Wakil Ketua DPR periode 2005-2009.
Saat Muhaimin menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada 2009-2012, Jazilul ditunjuk sebagai Staf Khusus Menteri.
• IPB Skors Dosennya yang Jadi Tersangka Penyimpanan Bom Molotov, Dikenal Sebagai Motivator
Jazilul menjadi kader Nahdlatul Ulama sejak di bangku kuliah.
Ia pernah menjabat Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan aktif di GP Ansor, organisasi sayap kepemudaan NU.
6. Syarifuddin Hasan
Karier politiknya dimulai pada 2004, saat ditunjuk oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhyono sebagai Ketua Harian.
Syarif juga sempat menjadi anggota Dewan Pembina Partai Demokrat 2010-2015.
Syarif sempat ditunjuk SBY untuk menduduki posisi Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah 2009-2014.
• 6.806 Prajurit Bakal Meriahkan HUT TNI ke-74, Ini Daftar Alutsista yang Dikerahkan
Kemudian, pada Kongres Partai Demokrat 2015. SBY mengangkat Syarief sebagai Wakil Ketua Umum Demokrat periode 2015-2020.
7. Hidayat Nur Wahid
Hidayat dikenal sebagai salah satu deklarator Partai Keadilan (cikal bakal PKS) pada Juli 1998.
Ia terpilih menjadi Presiden PK pada 21 Mei 2000, menggantikan Nurmahmudi Ismail yang ditunjuk sebagai Menteri Kehutanan dan Perkebunan saat pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid.
Kemudian, karier politiknya makin moncer pada pemilu 2004.
• DAFTAR Lengkap Anggota DPD 2019-2024: Mantan Cawagub Wakili Jakarta
Ia terpilih sebagai anggota DPR sekaligus menjadi Ketua MPR 2004-2009.
Pada periode 2009-2014, Hidayat kembali masuk parlemen, namun tak lagi menjabat sebagai Ketua MPR.
Ia juga sempat bertarung dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta pada 2012.
• Barang yang Disita Polisi dari Dosen IPB Dibilang Minyak Jarak, Polisi: Ada Sumbu Ledak dan Paku
Kemudian, pada tahun 2014, Hidayat terpilih kembali menjadi anggota DPR dan didaulat menjadi wakil Ketua MPR 2014-2019.
8. Zulkifli Hasan
Zulkifli Hasan merupakan Ketua MPR Periode 2014-2019.
Pada periode ini, ia kembali dicalonkan menjadi Ketua MPR, tapi gagal bersaing dengan Bamsoet.
Pada Pemilu 2004-2009, dia terpilih menjadi anggota DPR lewat daerah pemilihan Lampung dari PAN.
• Polisi Pastikan Demonstran Pembawa Bendera Diciduk Bukan karena Lecehkan Merah Putih
Ia sempat ditunjuk menjadi ketua Fraksi PAN di DPR periode 2004-2009.
Di PAN, dia juga sempat menjadi Sekjen periode 2005-2010.
Ia kemudian menggantikan posisi Hatta Rajasa sebagai orang nomor satu di PAN pada tahun 2015.
• Pembuat dan Pengelola Grup WA Pelajar Tak Ikut Unjuk Rasa Ricuh di DPR, Polisi Bantah Terlibat
Zulhas, sapaan akrabnya, sempat berkarier sebagai eksekutif.
Pada tahun 2009-2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Zulhas sebagai Menteri Kehutanan.
9. Arsul Sani
Arsul Sani adalah putra dari mantan ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pekalongan selama dua periode, Abdullah Fadjari.
Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini mengawali kareir sebagai staf Gani Djemat and Patners.
Ia juga sempat menjadi pengacara publik di LBH Jakarta dan membela aktivis-aktivis Islam yang terlibat dalam tragedi Tanjung Priok pada tahun 1980-an.
• Setya Novanto: Terpidana Kasus Korupsi Tidak Dapat Remisi Melanggar HAM
Pada 2009, Asrul dilamar PKS untuk maju sebagai caleg dalam Pemilu 2009.
Keputusan ini ditentang oleh keluarganya dan pengacara senior Adnan Buyung Nasution. Saat itu, Arsul gagal lolos ke parlemen.
Peruntungannya berubah pada tahun 2014, saat ia maju sebagai caleg PPP.
10. Fadel Muhammad
Fadel Muhammad merupakan pimpinan MPR periode 2019-2024 dari perwakilan DPD.
Ia telah malang melintang di dunia politik Indonesia. Ia merupakan salah satu politikus senior Partai Golkar.
Sebelum terjun ke dunia politik, pria kelahiran Ternate, 20 Mei 1952 ini lebih dulu menggeluti dunia usaha.
• Surya Paloh Bilang Presiden Bisa Dimakzulkan Jika Keluarkan Perppu KPK
Tercatat, ia pernah menjabat sebagai presiden komisaris dari beberapa perusahaan berskala internasional, seperti PT Arco Chemical Indonesia, PT Dowell Anadrill schlumberger Indonesia, PT Gema Baker Nusantara, PT Gema Sembrown, dan PT Nesic Bukaka.
Ia terpilih menjadi Gubernur Gorontalo selama dua periode, yakni pada 2001-2006 dan 2006-2009.
Ia ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Indonesia Bersatu II.
Dia menjadi menteri hanya dua tahun, dari 2009 hingga 2011, lalu digantikan oleh Cicip Sutardjo, yang juga dari Partai Golkar. (CC)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/10-pimpinan-mpr-2019-2024.jpg)