IPB Skors Dosennya yang Jadi Tersangka Penyimpanan Bom Molotov, Dikenal Sebagai Motivator

IPB memberhentikan sementara Abdul Basith sebagai dosen, karena menjadi tersangka penyimpan bom motov untuk aksi Mujahid 212.

TRIBUNNEWS/SENO TRI SULISTIYONO
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria 

INSTITUT Pertanian Bogor (IPB) memberhentikan sementara Abdul Basith sebagai dosen, karena menjadi tersangka penyimpan bom motov untuk aksi Mujahid 212.

Rektor IPB Arif Satria mengatakan, saat ini IPB menunggu surat keterangan resmi penahanan Abdul Basith, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

"Surat itu sebagai dasar untuk menjalankan aturan."

Pelajar Dijanjikan Bayaran Rp 40 Ribu Agar Mau Ikut Demonstrasi Ricuh di Depan DPR

"PNS yang sudah secara resmi sebagai tersangka akan diberhentikan sementara," tutur Arif di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Menurutnya, IPB tidak bisa langsung memecat Abdul Basith meski sudah menjadi tersangka.

Karena, dalam aturannya harus menunggu keputusan final dari pengadilan.

Lima Pelari Lanjutkan Misi Kebaikan untuk Anak-anak Aceh

"Jadi sekarang diberhentikan sementara sampai menunggu proses hukum secara mengikat (terpidana)," ucap Arif.

Arif Satria tidak menyangka Abdul Basith ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi, terkait penyimpanan bom molotov untuk aksi Mujahid 212 pada Sabtu (28/9/2019) lalu.

Menurutnya, Abdul Basith selama menjadi dosen di IPB sehari-harinya berperilaku baik dan dikenal suka menolong.

Sejumlah Perusuh di Sekitar Kawasan DPR Positif Pakai Narkoba

"Kemudian aktif sebagai motivator dan sangat menginspirasi."

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved