TOPIK
Virus Corona Bekasi
-
Berkat konsistensi dan kerja keras Pemkab Bekasi akhirnya berhasil menurunkan angka aktif kasus Covid-19.
-
Pemkab Bekasi bergerak cepat menggelar pemeriksaan acak untuk mencegah klaster Covid-19 akibat penerapan PTM.
-
Penanganan yang tepat serta prokes dan vaksin yang gencar, membuat kasus aktif Covid-19 di Kota Bekasi kian turun tiap hari.
-
Kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Bekasi tersisa 155 orang. Hal itu berkat kerja keras dan disiplin penerapan prokes, serta vaksinasi yang gencar.
-
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyatakan wilayahnya pantas menyandang PPKM Level 1, karena kasus aktif yang menurun drastis.
-
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meminta warganya untuk tak euforia dan mengabaikan prokes, meski saat ini kasus Covid-19 menurun.
-
SDN Bekasi Jaya V tak mau ambil resiko saat dimulainya PTM. Pihak sekolah pun menerapkan antar jemput untuk menghindari kerumunan siswa.
-
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bergerak cepat mengatasi ekonomi wilayahnya yang lesu setelah diterpa badai virus corona.
-
Kepala Satpol PP Kota Bekasi meminta warga mematuhi prokes di saat kasus Covid-19 sedang turun. Jangan sampai kasus itu naik akibat abai prokes.
-
Dinas Sosial Kabupaten Bekasi memprediksi akan ada ribuan anak menjadi yatim piatu di wilayahnya, dampak dari pandemi virus corona.
-
Dinas Sosial Kabupaten Bekasi kini bekerja keras mendata anak-anak yang menjadi yatim piatu akibat virus Covid-19, agar nasib mereka terlindungi.
-
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meminta wanita produktif di wilayahnya berhati-hati dalam beraktivitas, karena mudah terpapar Covid-19.
-
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi kini sedikit tenang, melihat kasus Covid-19 yang mulai menurun. Keterisian ruang perawatan pun semakin berkurang.
-
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi kini sedikit tenang, melihat kasus Covid-19 yang mulai menurun. Keterisian ruang perawatan pun semakin berkurang.
-
Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi melarang warga menggelar kegiatan perlombaan 17 Agutusan, karena kasus yang masih tinggi.
-
RSUD Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kembali menerima pasien non Covid-19. Hal itu disebabkan penurunan jumlah pasien Covid-19.
-
Sebanyak 13.912 anak di Kota Bekasi terkonfirmasi terpapar Covid-19. Data tersebut merupakan akumulasi dari tahun 2020.
-
Kasus kematian Covid-19 tinggi, Asni, pengusaha buku Yasin di Kota Bekasi omzetnya naik 100 persen. Meski demikian dia berharap pandemi segera berakhi
-
BPBD Kota Bekasi menyalurkan paket sembako dan tabung oksigen kepada warganya. Semua itu berkat sumbangan CSR perusahaan swasta.
-
Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Bekasi, Jumhana Lutfi sebut 4.241 jenazah di Kota Bekasi dimakamkan dengan protokol Covid.
-
Dinkes Kota Bekasimeminta agar petugas puskesmas lebih mengintesifkan perawatan bagi pasien Covid-19 yang kini menjalani isolasi mandiri (isoman).
-
Pemkot Bekasi belum membayar insentif nakes Rp 19 miliar lebih. Lantaran Bantuan Operasional Kesehatan Tambahan (BOKT) tidak mencukupi.
-
Pemerintah Kabupaten Bekasi, mengambil langkah untuk memfasilitasi pasien yang terpapar Covid-19 di tempat Isolasi secara terpusat.
-
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menunjuk Herman Hanafi menjadi Pelaksana harian (Plh) Bupati Bekasi.
-
Apabila dilihat dari penyebaran kasus berdasarkan usia, secara persentase golongan usia anak-anak menempati peringkat dua yakni sebesar 19,91 persen
-
Holik mengatakan, masyarakat pun bisa menilai usaha maksimal sudah dilakukan Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja untuk membangun Kabupaten Bekasi.
-
Selain kekurangan tenaga kesehatan, Enny mengungkapkan, saat ini tingkat keterisian tempat tidur pasien Covid-19 telah mencapai 85 persen.
-
Diduga kuat, akibat kedatangan tamu keluarga ke rumah menjadi penyebab Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja meninggal dunia.
-
Asep Supria Atmaja, adik kandung Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja sangat berduka atas meninggalnya sang kakak.
-
Diduga Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 dari tamu keluarga.