Breaking News:

Virus Corona Bekasi

Pemkab Bekasi Data Anak Yatim Piatu yang Orang Tuanya Meninggal karena Covid-19 agar Dapat Bantuan

Dinas Sosial Kabupaten Bekasi kini bekerja keras mendata anak-anak yang menjadi yatim piatu akibat virus Covid-19, agar nasib mereka terlindungi.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Muh Azzam
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, mengatakan pihaknya terus mendata anak yatim piatu yang ditinggal orang tua akibat virus Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat melalui Dinas Sosial akan mendata anak yatim piatu yang tinggal meninggal orang tuanya karena terpapar Covid-19.

Pendataan anak yatim tersebut didasari Surat Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini Nomor : S-236/MS/C/HK01/8/2021 tanggal 9 Agustus 2021, kepada Bupati/Walikota se-Indonesia mengenai pendataan anak yang orang tuanya meninggal karena Covid-19.

Baca juga: Arief R Wismansyah Bangga pada Warga Karawaci yang Berjuang Mengangkat Derajad Produk UMKM

“Sesuai surat Menteri Sosial dan arahan dari Pak Bupati, kita diminta segera melakukan pendataan anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena terpapar Covid-19," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, Minggu (22/8/2021).

Endin menjelaskan saat ini Dinas Sosial tengah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mengupayakan pendataan terhadap anak yatim piatu karena orang tuanya meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

Data yang sudah terkumpul itu akan diserahkan ke Kementerian Sosial maupun menjadi data bagi Pemkab Bekasi.

"Untuk Kemensos informasinya data-data itu untuk mendapatkan bantuan nanti,” ujarnya.

“Di Kabupaten Bekasi Pak Pj Bupati telah memberikan arahan agar para siswa sekolah yang orang tuanya meninggal dunia karena Covid-19 mendapatkan bantuan," ungkapnya.

Bahkan katanya, dinas sosial dan dinas pendidikan juga telah diminta untuk mengalokasikan anggaran bantuan tersebut pada perencanaan anggaran tahun depan 2022.

Baca juga: Viral Video Tawuran Pemuda di Tamansari Sambil Bawa Celurit dan Balok

"Harus ada kajian, mereka yang sekolah untuk bantuannya bisa dialokasikan Disdik terutama yang tidak mampu di tahun 2022, arahan Pak Bupati supaya dianggarkan,” ujarnya.

Melalui surat yang diberikan kepada para Bupati dan Wali Kota se-Indonesia, Kemensos membutuhkan data anak yatim atau piatu, dan keduanya (yatim piatu) karena orang tuanya meninggal terkonfirmasi Covid-19.

Apabila pendataan itu sudah dilakukan, Kementerian Sosial RI akan mempergunakan data tersebut untuk dapat memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan anak dan keluarga.

Baca juga: Mawar de Jongh Nyaman Jalani Dua Pekerjaan Sekaligus, Berakting Film dan Bernyanyi di Industri Musik

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved