Breaking News:

Virus Corona Bekasi

Insentif Nakes Lebih dari  Rp 19 Miliar Belum Dibayarkan, Pemkot Bekasi Berupaya Penuhi Kewajiban

Pemkot Bekasi belum membayar insentif nakes Rp 19 miliar lebih. Lantaran Bantuan Operasional Kesehatan Tambahan (BOKT) tidak mencukupi.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dodi Hasanuddin
Warta Kota/Muhammad Azzam
Insentif Nakes Lebih dari  Rp 19 Miliar Belum Dibayarkan, Pemkot Bekasi Berupaya Penuhi Kewajiban. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN - Insentif nakes Lebih dari  Rp 19 miliar belum dibayarkan, Pemkot Bekasi berupaya penuhi kewajiban.

Insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) yang belum dibayarkan Pemkot Bekasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19, ternyata lebih dari Rp19 miliar.

Kabag Humas Setda Pemkot Bekasi, Sajekti Rubiah, menjelaskan, pihaknya terus berupaya memenuhi kewajiban membayarkan dana insentif bagi tenaga kesehatan pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan RSUD Bekasi, terhitung sejak awal pandemi Covid-19 hingga sekarang.

"Dinas Kesehatan Kota Bekasi telah membayarkan dana insentif tenaga kesehatan dalam membantu penanganan pasien Covid-19," kata Sajekti melalui keterangan tertulisnya, Selasa (27/7/2021).

Baca juga: Kota Bekasi Kedatangan 20 Ribu Vaksin Astrazeneca, Ternyata Pemkot Bekasi Alokasikan Buat Perusahaan

Sajekti mengatakan, pembayaran periode I bulan Maret-Mei 2021, untuk nakes berjumlah 1.044 orang telah dibayarkan sebesar Rp 5.732.480.266. 

"Dana tersebut bersumber dari Bantuan Operasional Kesehatan Tambahan (BOKT) yang dibayarkan pada bulan Oktober - Desember 2020," ujarnya.

Sedangkan pada Periode II Juli-Agustus 2020, untuk nakes berjumlah 1.045 orang, telah dibayarkan sejumlah Rp 7.606.022.727, yang dibayarkan pada bulan Mei 2021.

Baca juga: Wali Kota Pastikan Vaksin Kategori Anak di Bekasi Menggunakan Sinovac

Namun, untuk Periode III bulan September-Oktober 2020, total kewajiban pembayaran insentif bagi tenaga kesehatan belum terbayarkan sebanyak Rp19 miliar dengan jumlah tenaga kesehatan sebanyak 3.502 jiwa, terdiri dari nakes RSUD kelas D, nakes labkesda, dan puskesmas.

"Pemberian insentif sempat tertunda dikarenakan untuk membayarkan insentif dan santunan kematian tenaga kesehatan yang menangani Covid-19," ungkap Sajekti.

Sementara itu, untuk sisa pembayaran tahun 2020 dari bulan September-Desember dan tahun 2021, Sajekti tak merinci jumlahnya, sehingga diperkirakan jumlah insentif yang belum dibayarkan berjumlah lebih dari Rp19 miliar.

"Hingga sekarang tertunda karena dana BOKT yang terdapat di kas daerah tidak mencukupi untuk pembayaran sisa bulan yang dimaksud," katanya.

Ada pun insentif diberikan Pemkot Bekasi melalui keuangan daerah sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap pengorbanan para tenaga kesehatan yang berjuang di garda terdepan penanganan Covid-19 di Kota Bekasi

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved