Pemilu 2024

Pakar Hukum Tata Negara Feri Nilai Dugaan Penggelembungan Suara PSI untuk Alihkan Isu Hak Angket

Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari sebut dugaan penggelembungan suara Partai Solidaritas Indonesia terlalu terang benderang.

Kompas.com
Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari sebut dugaan penggelembungan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk alihkan perhatian dari hak angket dugaan kecurangan Pemilu 2024. 

Sementara dalam kurun waktu yang sama, jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang hasilnya tercatat di situs real count KPU bertambah 2.240, dari 539.084 TPS menjadi 541.324 TPS.

BERITA VIDEO: Segini Jumlah Massa Pendesak Hak Angket Vs Penolak Hak Angket

Justin Adrian Untayana Minta Publik Jangan Terlalu Cepat Berasumsi Negatif

Sementara itu, Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana mengklaim kenaikan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Pemilu 2024 masih berada di batas kewajaran.

Apalagi berdasarkan survei internal, partai yang dipimpin putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, itu telah menembus ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) sebesar 4 persen.

"Banyak kami 'pulihkan' suara-suara kami yang sempat hilang (atau dihilangkan) berkat kontribusi Form C-1 Plano baik dari pengurus, simpatisan, maupun masyarakat luas," kata Justin pada Selasa (5/3/2024).

Justin menyarankan kepada publik agar jangan terlalu cepat berasumsi negatif.

Apalagi, proses penghitungan yang dilakukan KPU juga masih cukup panjang, sehingga fluktuasi suara adalah hal yang sangat wajar.

Oleh karena itu, tidak bijak jika berprasangka buruk dengan hanya berdasarkan hasil survei yang ada.

Baca juga: Suara PSI Melonjak, Ray Rangkuti Minta Sirekap Dihentikan Total karena Menimbulkan Kekisruhan

"Survei adalah indikator melalui sampling ribuan responden, sedangkan perhitungan manual KPU adalah perhitungan riil dari ratusan ribu TPS yg ada di Indonesia, di mana setiap suaranya dihitung," ujar Justin.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta itu  menerangkan jika PSI tak lolos atau tembus 4 persen, maka partai akan menyatakan kekalahan.

Hal ini yang pernah disampaikan pada 2019.

"Tapi kini data internal kami di atas 4 persen sehingga sampai saat ini kami tetap secara ketat memantau perhitungan suara di lapangan," terang Justin.

BERITA VIDEO: Tokoh Jawa Barat Solihin GP Wafat di Usia 97 Tahun

Ray Rangkuti Minta Sirekap Dihentikan Total

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved