Jelang Iduladha

Jelang Iduladha Heru Budi Hartono Minta Pemkot Jaksel Menegur Peternak Sapi di Pancoran karena Bau

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono minta Pemkot Jaksel segera menegur peternk sapi di Pancoran. Karena warga kesal pada bau kotoran sapi.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Valentino Verry
Wartakotalive/Miftahul Munir
PJ Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengatakan dirinya sudah meminta Pemkot Jaksel untu menegur peternak sapi di Pancoran yang bikin kesal warga karena limbah yang bau. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Warga di Jalan Cikoko Barat III, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, mengeluhkan polusi yang tercipta dari peternakan sapi di pemukiman padat penduduk tersebut.

Pasalnya, limbah kotoran sapi di peternakan itu mengalir ke saluran air dan menimbulkan bau tak sedap di permukiman sekitar.

Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengatakan, peternakan tersebut sudah ada sejak tahun 1980-an.

"Ya nanti kami bantu atasi," ujar Heru, Senin (26/6/2023).

Heru sudah meminta Wali Kota Jakarta Selatan untuk segera memproses limbah kotoran sapi tersebut.

Hal ini demi menjawab keresahan warga dan mencegah penyakit yang ditularkan dari limbah kotoran sapi di selokan.

"Kita bantu proses limbahnya. Saya sudah minta pak Wali Kota Jakarta Selatan," tuturnya.

Baca juga: Punya Dua Peternakan Sapi Perah di Indonesia, Greenfields Hasilkan 97 Ribu Ton Susu Segar per Tahun

Sebagai informasi, seorang warga bernama Hasan Alhabsy mengeluhkan limbah kotoran sapi melalui aplikasi Jaki.

Hasan sudah melaporkan beberapa kali peternakan sapi tersebut agar bisa ditindak oleh Pemkot Jakarta Selatan.

Namun, sampai saat ini belum ada tindak lanjut hingga mendapat tanggapan dari Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono.

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta memberikan peringatan ke para panitia pemotongan hewan kurban.

Baca juga: Cibugary Pondok Rangon Menjadi Pelopor Majunya Peternakan Sapi Perah di Jakarta

Di mana para panitia pemotongan hewan kurban untuk tidak mencemari lingkungan sampai proses pendistribusian daging tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, panitia pemotongan hewan kurban harus terapkan prinsip Eco-Qurban.

Panitia harus bisa menjaga kebersihan tempat hewan kurban, tidak membiarkan limbah berceceran dan menggunakan wadah ramah lingkungan.

"Sebelum pelaksanaan kurban, hewan ternak tersebut juga menghasilkan limbah yaitu limbah kotoran. Limbah kotoran ini dikelola dengan baik, misalnya melalui komposting komunal atau penimbunan," ujarnya Senin (19/6/2023).

Ilustrasi peternakan sapi - Peternakan sapi di Pancoran mendapat keluhan warga karena polusi limbah tak sedap.
Ilustrasi peternakan sapi - Peternakan sapi di Pancoran mendapat keluhan warga karena polusi limbah tak sedap. (warta kota/rendy rutama)
Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved