Jelang Iduladha

Jelang Iduladha, PMK dan LSD Menghantui Hewan Ternak, Syahrul Yasin Limpo: Jangan Abai

Iduladha tak lama lagi, Mentan Syahrul Yasin Limpo mulai waswas atas penyebaran PMK dan LSD pada hewan ternak. Dia minta jangan abai.

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Valentino Verry
warta kota/gilbert sem sandro
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo minta masyarakat waspada atas penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) dan benjolan pada kulit (LSD) pada hewan ternak jelang Iduladha ini. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) RI mulai mewaspadai akan maraknya penyebaran kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Desease (LSD) jelang Iduladha 1444 Hijriah.

Menyikapi hal tersebut, Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo pun memerintahkan seluruh stakeholder untuk fokus akan penyebaran virus yang menyerang hewan ternak tersebut.

Pasalnya, penanganan terhadap kasus tersebut dinilai telah membaik, serta jangan abai mempertahankannya

"Penanganan kasus PMK kita termasuk yang terbaik selama ini, sudah redup sampai 99 persen," ujar Syahrul Yasin Limpo kepada awak media, Senin (22/5/2023).

"Akan tetapi, bukan berarti kita harus abai, oleh karena itu semua pergerakan sebelum Iduladha, harus mendapatkan asistensi dan pendampingan dari karantina di semua pelabuhan, sehingga interinsuler (antarpulau) kita terkendali," imbuhnya.

Baca juga: Jelang Iduladha Sapi Sakit LSD di Kabupaten Tangerang Meroket, Tembus 300 Kasus

Kemudian Syahrul menambahkan, adanya ketaatan kerjasama pemerintah daerah bersama pihak keamanan, baik kepolisian, karantina dan bea cukai diperlukan.

Hal tersebut dilakukan, guna menjaga agar virus yang ada tidak masuk ke Indonesia.

"Ketaatan kerjasama pemerintah daerah, bersama karantina, kepolisian, bea cukai, harus sama-sama, sehingga betul-betul ketersediaan dalam rangka Iduladha nanti, baik untuk sapi yang akan dipotong sudah dihitung dengan baik," kata dia.

Tidak hanya kasus PMK, Kementan RI juga menilai berbagai virus yang tengah merebak masuk ke Indonesia perlu dilakukan pencegahan.

Baca juga: Terdampak Wabah PMK, Pemkot Bogor Salurkan Bantuan Rp 1 Miliar untuk 38 Peternak di Kota Bogor

Menurut Syahrul, pemberian vaksin terhadap hewan ternak yang terjangkit PMK sudah cukup baik, serta stoknya sendiri pun masih mencukupi.

"Selama ini vaksin cukup baik, artinya kita tidak kekurangan vaksin, tapi kan tidak boleh hari ini disuntik itu hewan, besok harus suntik lagi," tuturnya.

"Perlu ada jeda tiga bulan kemudian, baru bisa, sama dengan virus dan itu sudah berlangsung cukup bagus," terangnya.

ILustrasi sapi sakit LSD - Jelang Iduladha ditemukan banyak sapi di Kabupaten Tangerang terpapar virus Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol, tentu ini bikin resah warga dan peternak.
ILustrasi sapi sakit LSD - Jelang Iduladha ditemukan banyak sapi di Kabupaten Tangerang terpapar virus Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol, tentu ini bikin resah warga dan peternak. (istimewa)

Ia memastikan, akan memetakan daerah yang terjangkit PMK, dengan melakukan isolasi ketat terhadap peredaran hewan ternak.

"Kita punya mapping, dan kalau daerah-daerah yang memang kita ragukan, isolasi sangat ketat, bahkan tidak boleh keluar dari tempat itu, semua harus kerjasama dengan pemerintah daerah," jelas Syahrul Yasin Limpo.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved