Jelang Iduladha

Jelang Iduladha, Kemendagri Minta Semua Pihak Terlibat Atasi Wabah PMK pada Hewan Ternak

Jajaran Kemendagri mengajak masyarakat untuk turut meredam wabah PMK pada hewan ternak, karena menimbulkan keugian bagi peternak.

warta kota/yolanda putri dewanti
Direktur Jenderal Administrasi Kewilayahan Kemendagri Dr Drs Safrizal ZA MSi dalam diskusi daring bertajuk "Sosialisasi Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Kepada Camat Seluruh Indonesia", Jumat (8/7/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih melanda seiring mendekati ibadah kurban. 

Direktur Jenderal Administrasi Kewilayahan Kemendagri Dr Drs Safrizal ZA MSi meminta semua stake holder di Indonesia untuk berkolaborasi bersama agar wabah PMK bisa tertangani. 

Baca juga: Surya Paloh dan Megawati Dikabarkan Tak Akur, Bambang Pacul: Jangan Gampang Menjustifikasi

"Ini membutuhkan partisipasi semua pihak, karena kalau terus berlanjut akan mengguncangkan ekonomi dunia. Kita ketahui ekonomi dunia juga belum pulih. Covid-19 masih bersama kita di seluruh dunia ditambah lagi faktor adanya perang Ukraina-Rusia membuat harga pangan melambung. Jadi, konsen kita semua agar PMK ini bisa ditangani sesegera mungkin," ucap Safrizal melalui diskusi daring bertajuk "Sosialisasi Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Kepada Camat Seluruh Indonesia", Jumat (8/7/2022). 

"Maka dari itu, membutuhkan kerjasama antara Pemerintah Provinsi, Kabupaten, Kota, Kecamatan, Kelurahan, Desa, bahkan sampai satuan-satuan pengelola peternakan seperti peternakan sapi dan kandang-kandang sapi setiap desa," tambahnya. 

Safrizal menuturkan, seperti menangani wabah Covid-19, semua pihak harus menangani ini dengan strategi kolaborasi ketat, kerjasama yang kuat antar multi stake holder yang ada di seluruh Indonesia. 

"Hari ini, kami dari aspek kewilayahan punya 37 provinsi harus bergerak bersama, kerjasama yang baik, penyedia informasi yang cukup, instruksi yang jelas, dan tindakan lain yang diperlukan," ucapnya. 

Baca juga: Perjalanan Karir Shinzo Abe Mantan Perdana Menteri Jepang yang Ditembak di Nara

"Kita sudah pernah berhasil menangani Covid-19, penyakit PMK ini juga disebabkan oleh adanya virus. PMK ini tak menular antara hewan dan manusia. Dan sampai saat ini, masih belum dibuktikan dapat menularkan," jelasnya. 

Dari data yang ada, kata dia, bukan hanya merugikan peternak sapi atau suatu peternakan.

"Namun, jika terus berlanjut akan menyebabkan daging sapi di Indonesia tak diterima oleh luar negeri dan negara kita dapat diblok oleh negara luar sebagai daerah dengan epedemi luas PMK, sehingga kegiatan industri sapi maupun turunannya yang menggunakan sapi akan terhenti, merugikan secara luas," pungkasnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved