Aksi Terorisme

Tembak Mati Dokter Sunardi, Polri: Densus 88 Takkan Berhenti Amankan Tanah Air dari Ancaman Teroris

Polri memastikan punya alat bukti yang cukup untuk menetapkan dokter Sunardi menjadi tersangka kasus terorisme.

Editor: Yaspen Martinus
Tribun Bogor
Dokter Sunardi ditembak mati oleh tim Densus 88 Antiteror Polri di Jalan Bekonang, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (9/3/2022) sekitar pukul 21.15 WIB, setelah melawan petugas saat hendak ditangkap. 

Alih-alih berhenti, SU justru berniat menjatuhkan petugas dari kendaraannya.

"Petugas yang naik di bak belakang mobil dobel kabin milik tersangka mencoba untuk memberikan peringatan."

"Namun Saudara SU tetap menjalankan mobilnya dan melaju dengan kencang serta menggoyangkan setir ke kanan ke kiri atau gerakan zigzag, yang tujuannya menjatuhkan petugas," beber Ramadhan.

Baca juga: Waketum Demokrat: Konstitusi Memungkinkan Masa Jabatan Presiden Diperpendek, Bukan Diperpanjang

Ramadhan menuturkan, kendaraan SU terhenti seusai menabrak kendaraan lain yang melintas.

Petugas pun langsung melakukan tembakan tegas dan terukur untuk melumpuhkan pelaku.

"Dikarenakan situasi yang dapat membahayakan jiwa petugas dan masyarakat, sehingga petugas melakukan upaya paksa dengan melakukan tindakan tegas terukur."

Baca juga: Menang Kasasi, Hukuman Bekas Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Balik Lagi Jadi Lima Tahun

"Dengan melumpuhkan tersangka dan mengenai di daerah punggung atas dan bagian pinggul kanan bawah," ungkap Ramadhan.

Menurut Ramadhan, pelaku juga sempat dibawa petugas ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Namun, nyawanya tidak bisa terselamatkan dan telah dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: BREAKING NEWS: Besok Jokowi Dikabarkan Lantik Bambang Susantono Sebagai Kepala Otorita IKN

"Kemudian petugas membawa tersangka ke RS Bhayangkara Polresta Surakarta untuk penanganan medis, namun yang bersangkutan meninggal dunia saat dievakuasi," jelasnya.

Dua anggota Densus 88 terluka akibat kejadian itu.

"Dua nggota terluka saat melakukan penangkapan terhadap tersangka SU," terang Ramadhan.

Baca juga: Said Iqbal: Wacana Perpanjangan Masa Jabatan Presiden Ilegal dan Inkonstitusional

Kedua anggota Polri itu kini masih mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara, Surakarta, Jawa Tengah. Namun, dia tidak merinci perihal kondisi kedua anggota tersebut.

"Saat ini sedang mendapatkan perawatan di RS klinik Bhayangkara," cetus Ramadhan. (Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved