Aksi Terorisme

Tembak Mati Dokter Sunardi, Polri: Densus 88 Takkan Berhenti Amankan Tanah Air dari Ancaman Teroris

Polri memastikan punya alat bukti yang cukup untuk menetapkan dokter Sunardi menjadi tersangka kasus terorisme.

Editor: Yaspen Martinus
Tribun Bogor
Dokter Sunardi ditembak mati oleh tim Densus 88 Antiteror Polri di Jalan Bekonang, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (9/3/2022) sekitar pukul 21.15 WIB, setelah melawan petugas saat hendak ditangkap. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Polri memastikan punya alat bukti yang cukup untuk menetapkan dokter Sunardi menjadi tersangka kasus terorisme.

Dokter Sunardi ditembak mati oleh tim Densus 88 Antiteror Polri di Jalan Bekonang, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (9/dokter Sunardi3/2022) sekitar pukul 21.15 WIB, setelah melawan petugas saat hendak ditangkap.

"Bukti sudah cukup untuk menetapkan tersangka, di mana bukti-bukti tersebut adalah kegiatan-kegiatan aksi terorisme," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko kepada wartawan, Sabtu (12/3/2022).

Baca juga: Menteri Agama Bakal Terbang ke Arab Saudi Bahas Kepastian Penyelenggaraan Ibadah Haji 2022

Gatot menyampaikan, bukti yang dimaksud merupakan keterlibatan Sunardi dalam jaringan teroris JI.

Dia diduga menjadi pemimpin lembaga kemanusiaan Hilal Ahmar Society yang terafiliasi dengan JI.

"(Tersangka) penasihat amir dan penanggung jawab Hilal Ahmar Society yang terafiliasi yayasan teroris JI, dan sudah dilarang karena terbukti melakukan pembiayaan untuk teroris di Suriah," beber Gatot.

Baca juga: UPDATE Covid-19 RI 11 Maret 2022: 290 Pasien Wafat, 39.212 Orang Sembuh, 16.110 Positif

Menurutnya, Hilal Ahmar Society diduga bertugas dalam membiayai dan memfasilitasi teroris ke Suriah.

"Densus 88 Antiteror bekerja sama dengan kepolisian di daerah untuk mengamankan lokasi."

"Densus 88 Antiteror tidak berhenti di sini, tetapi terus mengamankan dari ancaman teroris di Tanah Air," ucap Gatot.

Baca juga: Hilal Ahmar Society Pimpinan Dokter Sunardi Ditetapkan Sebagai Organisasi Terlarang Sejak 2015

Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Polri menembak mati terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) di Jawa Tengah, setelah menabrak petugas saat hendak ditangkap.

Insiden tersebut terjadi di jalan Bekonang, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (9/3/2022) sekitar pukul 21.15 WIB.

Terduga teroris berinisal SU itu merupakan warga Sukoharjo.

Baca juga: Wacana Tunda Pemilu 20204, Benny K Harman: Kegalauan Publik Belum Dijawab Presiden

"Ada pun saat penangkapan Saudara SU dia melakukan perlawanan terhadap petugas secara agresif."

"Yaitu dengan menabrakkan mobilnya ke arah petugas yang sedang menghentikan tersangka," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers virtual, Kamis (10/3/2022).

Saat itu, kata Ramadhan, petugas juga sempat melompat naik di bak belakang mobil SU usai menabrakan mobil petugas.

Baca juga: Dua Syarat Menuju Endemi, Salah Satunya Angka Penularan Covid-19 di Bawah Satu

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved