Pemilu 2024

Wacana Tunda Pemilu 20204, Benny K Harman: Kegalauan Publik Belum Dijawab Presiden

Benny menyebut, wacana itu bertujuan untuk mempertahankan kekuasaan paling tidak hingga tahun 2027.

Editor: Yaspen Martinus
KOMPAS.com/Indra Akuntono
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny Kabur Harman menuding usulan Pemilu 2024 ditunda, sengaja dimunculkan oleh pihak-pihak yang saat ini memegang kekuasaan. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny Kabur Harman menuding usulan Pemilu 2024 ditunda, sengaja dimunculkan oleh pihak-pihak yang saat ini memegang kekuasaan.

Benny menyebut, wacana itu bertujuan untuk mempertahankan kekuasaan paling tidak hingga tahun 2027.

Hal itu ia sampaikan dalam diskusi ParaSyndicate bertajuk 'Tunda Pemilu vs Tunda IKN, Rakyat Pilih Mana?' Secara daring, Rabu (9/3/2022).

Baca juga: INI Tiga Sikap MK Soal Presidential Threshold, Konstitusional Alias Tak Bertentangan dengan UUD 1945

"Wacana ini adalah percikan api dari sebuah sumber api yang dahsyat."

"Dan sumber api dahsyat itu adalah, mohon maaf ya, Istana dan tentu teman-teman sekitarnya itu."

"Itulah yang saya katakan ada panggung depan ada panggung belakang," tutur Benny.

Baca juga: Firli Bahuri Dilaporkan Soal Mars dan Himne KPK, Dewan Pengawas Diminta Berikan Sanksi Berat

Benny menyatakan, banyak pihak yang menilai pernyataannya itu hanya sebuah tudingan bahkan tuduhan.

Namun, Benny menjelaskan, wacana itu sengaja dilempar pihak Istana, karena disampaikan oleh para pembantu presiden, dan parpol koalisi pemerintah.

"Masuk akalnya itu adalah ya itu tadi, yang menyampaikan itu adalah para pembantu presiden, ya Menteri Investasi, Menko Ekonomi yang juga ketua umum partai."

Baca juga: Tak Ikut Berkeringat, PAN Dinilai Sangat Beruntung Jika Dapat Jatah Satu Menteri dan Wamen

"Kemudian juga ketua umum parpol yang sampai saat ini adalah berada dalam pendukung utama pemerintah," ulasnya.

Benny mengatakan, pernyataannya itu telah dibantah oleh Istana, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun, bantahan tersebut terkesan tidak ada ketegasan, dan tak mampu menjawab kegelisahan publik yang muncul atas wacana penundaan pemilu.

Baca juga: Tak Ingin Menduga-duga Soal Isu Reshuffle Kabinet, Waketum Partai NasDem: Kita Harus Tahu Batasan

Belum lagi, menurutnya narasi-narasi yang dibangun tidak mampu menjelaskan alasan penundaan pemilu.

Bahkan, Benny menyebut satu di antara alasan wacana penundaan pemilu itu akibat adanya konflik Rusia-Ukraina, yang ia nilai konyol.

"Jadi ada ketidaktegasan sikap Presiden, sikap Menkopolhukam, apa yang menjadi kegalauan publik sebetulnya belum dijawab oleh Bapak Presiden dan Bapak Menkopolhukam."

"Sehingga hingga saat ini isu ini masih menjadi isu yang sungguh-sungguh mencemaskan publik," beber anggota Komisi III DPR itu. (Chaerul Umam)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved