Minggu, 26 April 2026

Aksi Terorisme

Selain Medan Berat, Kendala Utama Tumpas Teroris MIT Poso Adalah Simpatisan

Kapolda menyampaikan, pihaknya berkomitmen menyelesaikan tugas operasi Madago Raya, guna menuntaskan kasus terorisme di Poso.

istimewa
Penanggung jawab kebijakan operasi (PJKO) Madago Raya Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Abdul Rakhman Baso mengatakan, pihaknya berkomitmen menyelesaikan tugas operasi Madago Raya, guna menuntaskan kasus terorisme di Poso. 

"Tentunya kita berharap ke depan Operasi Satgas Madago Raya dapat menuntaskan sisa DPO MIT Poso," ucapnya.

Diimbau Menyerah

Wakasatgas Humas Madago Raya AKBP Bronto Budiyono meminta para buronan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora, menyerahkan diri.

Kini hanya tersisa enam orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Sulawesi Tengah.

Jumlah mereka berkurang karena Satgas sempat menembak mati tiga buronan dalam kontak senjata.

Baca juga: Rizieq Shihab Minta Simpatisannya Tetap Salat di Masjid Agar Wabah Covid-19 Diangkat Secepatnya

"Kami mengimbau agar sisa DPO yang ada di pegunungan biru, baik di wilayah Poso, Sigi, dan Parimo, untuk segera menyerahkan diri baik-baik supaya tidak ada jatuh korban lagi," kata Bronto kepada wartawan, Minggu (18/7/2021).

Nantinya, kata Bronto, jika para teroris tersebut menyerahkan diri, maka harus menjalani proses hukum dan ikrar kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Satgas Madago Raya telah menembak mati tiga teroris MIT Poso pimpinan Ali Kalora Cs sepekan terakhir. Mereka adalah Rukli dan Ahmad Panjang.

Baca juga: Kirim Surat kepada Fraksi, Sekjen PAN Sumbangkan Semua Gajinya di DPR untuk Warga Terdampak Covid-19

Lalu, Budirman alias Abu Alim alias Hanif alias Ambo ditembak mati, tak lama setelah Rukli dan Ahmad Panjang tewas dalam baku tembak dengan Satgas Madago Raya.

Sebelumnya, Satgas Madago Raya menggelar operasi penyisiran skala besar di wilayah Poso Pesisir Selatan, Sulawesi Tengah, untuk mempercepat perburuan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora Cs.

Baca juga: Ketimbang Gedung Parlemen Dijadikan RS Darurat Covid-19, NasDem Usul Gaji Anggota DPR Dipotong

Penyisiran itu dipimpin oleh Kapolda Sulteng Irjen Abdul Rakhman Baso dan Danrem 132 Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf dari poskotis Madago Raya, di Tokorondo Poso, Senin (5/7/2021).

"Patroli skala besar Satgas Madago Raya sebagai upaya untuk melakukan pencarian terhadap DPO MIT Poso."

Baca juga: JPU Tak Ajukan Kasasi Pemangkasan Hukuman Pinangki, ICW: Selamat kepada Bapak ST Burhanuddin

"Dan mempersempit pergerakan simpatisan MIT yang akan memberikan bantuan logistik," kata Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto kepada wartawan, Selasa (6/7/2021).

Ia mengatakan, pihaknya tengah mengejar target untuk menangkap buronan kelompok teroris Ali Kalora Cs yang masih tersisa.

Setidaknya, masih ada sembilan buron yang belum ditangkap oleh aparat.

Baca juga: Tak Pakai Masker dan Mengaku Keponakan Jenderal, Remaja di Serpong Ini Dihukum Push Up

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved