Dua Menteri Dikabarkan Di-reshuffle Jokowi Hari Rabu Ini, Salah Satunya Nadiem Makarim
Salah satunya menteri yang diganti adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Isu reshuffle menteri di bawah jajaran Presiden Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan akan dijadwalkan pada hari ini di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (28/4/2021).
Di mana isu reshuffle itu terdapat dua menteri yang diganti.
Salah satunya menteri yang diganti adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim
"Iya (reshuffle kabinet). Dua menteri,” kata sumber Tribunnews.com di lingkaran Istana Kepresidenan, Selasa (27/4/2021).
Baca juga: PNS Makassar Punya Harta Rp56 M, Mobil Ford Mustang dan Ribuan Meter Tanah, Siapakah Irwan Rusfiady?
Baca juga: Sewa Jet Pribadi, Miliarder India Kabur dari Negaranya karena Lonjakan Covid-19, Segini Biayanya
Baca juga: Cerita SBY Berada 1 Jam di Kapal Selam, Bayangkan jika Berbulan-bulan, Beri Hormat ke Tentara Kita
Sumber itu mengatakan reshuffle kabinet kali ini dilakukan menyusul perubahan nomenklatur kementerian.
Jokowi akan melantik Menteri Investasi serta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek).
Sumber itu juga menyebut bahwa Menteri Investasi hampir pasti akan diisi oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.
Kemudian Nadiem Makarim tetap memimpin kementerian di bidang pendidikan yang kini digabung dengan ristek.
"Investasi Bahlil. Dikbud tambah nomenklatur saja," ujarnya.
Adapun untuk posisi Kepala BRIN belum diketahui siapa yang akan mengisi. Sejumlah sumber menyebut ada nama Rektor IPB University Arif Satria dan Kepala LIPI Laksana Tri Handoko.
Sebelumnya juru bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman mengaku belum mengetahui pos mana saja yang bakal diumumkan dalam reshuffle kali ini.
Namun, hingga saat ini, yang sudah pasti adalah perubahan nomenklatur kementerian.
Baca juga: Viral Oknum Anggota Polsek Kalasan Komentar Negatif Tragedi KRI Nanggala 402, Langsung Dipidana
• Hotman Paris akan Biayai Sekolah Anak yang Sempat Larang Ayahnya untuk Bertugas di KRI Nanggala 402
Baca juga: Singgung Nama Wagub DKI, Pengacara Habib Rizieq Sebut Penting Dihadirkan di Persidangan, Ini Katanya
”Yang kita tahu hanya ada persetujuan (pertimbangan) dari DPR pengubahan kementerian berupa penggabungan Kemenristek/BRIN dan Kemendikbud/Dikti menjadi kementerian baru berdasarkan Surat Presiden Nomor R-14/Pres/03/2021 perihal Pertimbangan Pengubahan Kementerian," ujar Fadjroel pada Selasa (27/4).
Fajdroel mengatakan, kepastian soal reshuffle ini hanya diketahui oleh Presiden Jokowi.
"Dalam bahasa rakyat, hanya Presiden Joko Widodo dan Tuhan YME yang tahu, kapan, siapa yang akan menduduki jabatan menteri, setidaknya di dua kementerian baru tersebut," kata Fadjroel.
"Atau dalam bahasa legal, reshuffle adalah hak prerogatif Presiden," jelasnya.
Sebelumnya, isu reshuffle kabinet menyeruak usai perubahan nomenklatur kementerian, Jumat (9/4).
Saat itu usulan Jokowi membentuk Kementerian Investasi mendapat lampu hijau dari DPR. Jokowi juga mengusulkan peleburan Kemendikbud dan Kemenristek.
Dengan begitu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan berdiri sebagai lembaga negara di bawah presiden.
Mensesneg Pratikno pekan lalu meminta pada semua pihak untuk terus menunggu kapan reshuffle itu diputuskan Jokowi.
"Ditunggu aja," kata Pratikno di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/4).
Temui Megawati
Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga mengungkapkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri.
Eriko menyebut pertemuan tersebut sebagai bagian silaturahmi, dan membicarakan banyak hal, termasuk soal perombakan kabinet.
Hal itu ia sampaikan dalam Diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk 'Membaca Peta Parlemen Pascareshuffle Kabinet Jilid II", di Media Center DPR/MPR/DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (22/4/2021).
Baca juga: Singapura dan Malaysia Bantu Cari Kapal Selam KRI Nanggala-402, TNI Mohon Doa
"Apakah sudah ada komunikasi soal siapa dan bagaimana?"
"Saya harus jujur menjawab, seminggu lebih yang lalu, beliau (Jokowi) bertemu dengan Ibu Ketua Umum kami."
"Tapi apakah sudah membicarakan itu, tentu pasti ada pembicaraan pembicaraan yang baik."
Baca juga: Basarnas, KNKT, dan BPPT Ikut Cari Kapal Selam KRI Nanggala-402, KSAL Juga Pantau
"Namanya antara presiden ke-7 dengan presiden ke-5, antara kakak beradik kalau kita katakan sebagai silaturahmi," ungkapnya.
Namun, mengenai pos kementerian mana saja yang bakal dirombak, Eriko memastikan hal itu belum diketahui oleh partai politik koalisi pemerintahan.
Kendati demikian, reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden.
Baca juga: Mulai 22 April 2021 Aturan Diperketat, Pelaku Perjalanan Wajib Tunjukan PCR/Swab Antigen 1×24 Jam
"Kalau mengenai orang-orang atau siapa atau bagaimana, saya yakin Mas Misbakhun juga kalau di Golkar belum ada, kami juga belum ada."
"Sepanjang tidak ada perubahan, dikatakan personel PDI Perjuangan kan tidak ada yang harus dipermasalahkan."
"Begitu juga mungkin dengan Golkar, dan kalau ditambahin alhamdulillah," ucapnya.
Baca juga: Jokowi: Kalau Mudik Lebaran Tidak Dilarang, Kasus Covid-19 Bisa 140 Ribu per Hari
Tenaga Ahli Utama Kedeputian Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin sebelumnya mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan reshuffle kabinet pada pekan ini.
"Pekan ini, sangat bisa pekan ini," kata Ali saat dihubungi, Selasa (13/4/2021).
Ali mengatakan terdapat tiga faktor yang menguatkan Presiden akan melakukan perombakan Kabinet Indonesia Maju (KIM) Jilid 2 dalam waktu dekat.
Baca juga: Ali Mochtar Ngabalin: Insyaallah Pekan Ini Ada Reshuffle Kabinet
Pertama, adanya penyatuan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Usulan pemerintah untuk menyatukan dua kementerian tersebut telah disetujui DPR.
"Surpres yang dikirim ke DPR 30 Maret itu, itu kan sudah diterima DPR, disidang DPR dan telah diambil keputusan, terkait pengabungan Kemenristek ke Kemendikbud."
Baca juga: Ini Alasan SBY Daftarkan Logo Partai Demokrat ke Kemenkumham, Dahulu di Kelas 41 Sekarang 45
"Kenapa begitu? Banyak kerjadaan di Kemeristek yang seharusnya menjadi bidang Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)," tuturnya.
Faktor kedua, kata Ali, Menristek Bambang Brodjonegoro menyatakan telah pamit dari Kementeriannya.
"Kan terjadi kekosongan itu. Sementara Kemenristek sendiri belum ke Kemendikbud," katanya.
Baca juga: Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2021 : Tes Swab, Rapid Test, dan GeNose Tidak Batalkan Puasa
Faktor ketiga, lanjutnya, pemerintah akan segera membentuk kementerian baru, yakni Kementerian Investasi.
Dengan adanya kementerian baru, otomatis maka akan ada menteri baru.
"Yang Abang bilang, selama masa kerja di Bina Graha Abang tahu benar, bagaimana keputusan-keputusan yang diambil presiden tidak membutuhkan waktu lama."
Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 13 April 2021: Pasien Baru Tambah 5.702, 6.349 Orang Sembuh, 126 Wafat
"Makanya dalam pekan-pekan ini, kita tunggu saja, tidak mustahil dalam pekan ini," paparnya.
Wacana reshuffle kabinet mengemuka pasca-DPR menyetujui usulan pemerintah mengubah nomenklatur kementerian dan menambahnya.
Tenaga ahli utama kedeputian Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, biasanya Jokowi tidak akan lama memutuskan sesuatu yang mendesak.
Ali memprediksi Jokowi akan merombak kabinet dalam pekan ini.
Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Bertambah Jadi 11, Bali Mendominasi
"Insyaallah pada pekan ini (reshuffle kabinet)," kata Ali saat dihubungi, Selasa (13/4/2021).
Ali mengatakan, surat usulan dari Presiden mengenai pembentukan kementerian Investasi serta peleburan Kemenristek dan Kemendikbud, telah disetujui DPR.
Maka, Kabinet Indonesia Maju (KIM) nanti akan bertambah dengan adanya Kementerian Investasi, selain itu akan ada menteri baru yang mengisinya.
Baca juga: Ikut-ikutan Teman Lompat ke Sungai Kalimalang Padahal Tak Bisa Berenang, Remaja Bekasi Tenggelam
Begitu juga dengan peleburan Kemenristek dan Kemendikbud, maka nantinya akan ada satu menteri yang tidak ada.
"Kan biasanya itu Presiden tidak lama."
"Pak Jokowi itu kan tidak bisa melihat lambat," ujarnya.
Baca juga: Lagi, Dua Warga Jakarta Selatan Jadi Buronan Densus 88
Meskipun perombakan kabinet kali ini berkaitan dengan adanya kementerian baru, dan peleburan dua kementerian, tidak menutup kemungkinan akan 'menyenggol' kementerian lainnya, sesuai dengan pertimbangan Presiden.
"Karena reshuffle itu hak prerogatif presiden, jadi berbagai kemungkinan ada," ucapnya.
Sebelumnya, rapat paripurna DPR, Jumat (9/4/2021), menyetujui penggabungan kementerian dan pembentukan kementerian baru.
Ada pun penggabungan kementerian itu merujuk pada penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi, ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Sementara, pembentukan kementerian baru merujuk pada Kementerian Investasi.
Baca juga: Daripada Koar-koar, Polri Sarankan Masyarakat Daftar Jadi Saksi di Kasus Kematian 6 Anggota FPI
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan, keputusan pemberian persetujuan terhadap rencana pemerintah menggabungkan kementerian dan membuat kementerian baru, telah diberikan.
Hal itu tertuang dalam Surat Presiden Nomor R-14/Pres/03/2021 perihal Pertimbangan Pengubahan Kementerian.
"Persetujuan fraksi-fraksi terhadap pertimbangan penggabungan dan pembentukan kementerian, sesuai pasal 19 ayat 1 UU 39/2008."
Baca juga: Tiga Polisi yang Jadi Tersangka Berada dalam Satu Mobil Saat Tembak 4 Anggota FPI Hingga Tewas
"Yang menyatakan bahwa pengubahan sebagai akibat pemisahan atau penggabungan kementerian dilakukan dengan pertimbangan DPR," ujar Dasco di ruang paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/4/2021).
Dasco lantas mengatakan surat yang telah diterima DPR itu kemudian dibahas dalam rapat konsultasi pengganti Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR, Kamis (8/4/2021).
"Sesuai hasil rapat konsultasi pengganti rapat Bamus 8 April 2021 yang telah membahas dan menyepakati:"
Baca juga: Kuasai Saham Mayoritas Persis, Kaesang Ingin 50 Persen Pemain Timnas Indonesia Diisi Orang Asli Solo
"a. Penggabungan sebagian tugas dan fungsi Kemenristek ke Kemendikbud sehingga menjadi Kemendikbud dan Ristek;"
"b. Pembentukan Kementerian Investasi untuk meningkatkan investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan," tutur Dasco.
Politikus Partai Gerindra itu lalu menanyakan persetujuan dari para anggota dewan terhadap keputusan penggabungan dan pembentukan kementerian ini.
Baca juga: Ada Program JKP, Pekerja Kena PHK Bakal Dapat Uang Tunai Selama 6 Bulan
"Apakah hasil keputusan rapat Bamus pengganti rapat konsultasi terhadap pertimbangan penggabungan dan pembentukan kementerian dapat disetujui?" Tanya Dasco.
"Setuju," jawab anggota dewan. (Chaerul Umam)
(tribun network/fik/yud/dod)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hari Ini Jokowi Dikabarkan Akan Reshuffle 2 Menteri, Nadiem Jadi Mendikbudristek, https://www.tribunnews.com/nasional/2021/04/28/hari-ini-jokowi-dikabarkan-akan-reshuffle-2-menteri-nadiem-jadi-mendikbudristek?page=all.
Editor: Hendra Gunawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/nadiem-makarim-dan-megawati-soekarnoputri.jpg)