Breaking News:

Kecelakaan Alutsista

Singapura dan Malaysia Bantu Cari Kapal Selam KRI Nanggala-402, TNI Mohon Doa

Kapal tersebut tercatat membawa kendaraan penyelamat kapal selam atau Submarine Rescue Vehicle.

antarafoto.com/M Risyal Hidayat
Prajurit TNI AL awak kapal selam KRI Nanggala-402 berada di atas lambung kapal, setibanya di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim, Senin (6/2/2012). Kapal selam tersebut kembali bergabung dengan TNI AL usai menjalani perbaikan menyeluruh di galangan kapal Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Okpo, Korea Selatan. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - MV Swift Rescue, kapal penyelamat kapal selam milik Angkatan Laut Singapura, dilibatkan salam operasi SAR KRI Kapal Selam Nanggala 402 yang hilang kontak saat latihan di perairan Bali, Kamis (22/4/2021).

Kapal tersebut tercatat membawa kendaraan penyelamat kapal selam atau Submarine Rescue Vehicle.

Kapal tersebut tercatat pernah terlibat operasi SAR Malaysia Airlines 370 pada Maret 2014, dan Air Asia 8501 pada Desember 2014.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Menyusut Jadi 6, Tak Ada di Pulau Jawa

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Achmad Riad mengatakan, rencananya kapal tersebut tiba di lokasi pencarian pada 24 April 2021.

"Kemudian juga ada penawaran bantuan dari negara sahabat."

"Pertama dari Singapura berupa kapal MV Swift Rescue, dan kapal ini adalah kapal penyelamat kapal selam yang mengalami kendala di bawah air atau sub rescuer."

Baca juga: Lansia Umur 104 Tahun Divaksin Covid-19: Enggak Sakit Kok, kenapa Takut?

"Jadi sub rescuer ini diperkirakan akan tiba di lokasi pada tanggal 24 April," kata Riad saat konferensi pers di Bali, Kamis (22/4/2021).

Malaysia, kata Riad, juga menawarkan bantuan untuk mengerahkan kapal penyelamat kapal selam MV Mega Bakti.

Kapal tersebut tercatat merupakan milik Angkatan Laut Malaysia yang dilengkapi Remotely Operated Vehicle (ROV).

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Tetap 9, Ada di Papua, Nias, dan Maluku

ROV tersebut digunakan untuk memasang Distressed Submarine Ventilation and Depressurization System (DSVSD) di kedalaman lebih dari 400 meter.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved