Buronan Kejaksaan Agung

Djoko Tjandra: Ini Cuma Urusan Kecil, Enggak Merugikan Negara, Harusnya Saya Dituntut Bebas

Djoko Tjandra tanpa beban menjalani sidang tuntutan, dalam kasus dugaan suap pejabat negara terkait pengurusan fatwa Mahkamah Agung.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Djoko Tjandra dituntut 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra tanpa beban menjalani sidang tuntutan, dalam kasus dugaan suap pejabat negara terkait pengurusan fatwa Mahkamah Agung.

Sidang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Ditemui sesaat sebelum persidangan, Djoko Tjandra mengaku santai.

Baca juga: Mulai Juli 2021, Menteri Kesehatan Targetkan 1 Juta Orang Divaksin Covid-19 Setiap Hari

Sebab, ia beralasan tindakannya bukan suatu perbuatan yang merugikan negara.

Menurut Djoko Tjandra, kasus yang menjeratnya ini hanya urusan kecil dan jauh dari perbuatan jahat sebagaimana yang didakwakan jaksa penuntut umum (JPU).

"Santai aja, ini enggak ada suatu perbuatan yang merugikan negara."

Baca juga: Buka Rakornas Penanggulangan Bencana 2021, Jokowi: Jangan Sibuk Buat Aturan, yang Utama Pelaksanaan

"Ini cuma urusan kecil, bukan suatu perbuatan jahat," kata Djoko Tjandra yang duduk di kursi peserta sidang, di ruang sidang utama.

Menurutnya, ia adalah korban penipuan dari janji Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung Pinangki Sirna Malasari dan pihak swasta, Andi Irfan Jaya.

Ia mengatakan ditipu atas iming-iming Pinangki dan Andi Irfan soal pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) yang disebut bisa menyelesaikan permasalahan hukum dirinya.

Baca juga: Dua Anggota MIT Poso yang Tewas Ditembak Satgas Madago Raya Bukan Anak Ali Kalora

Apalagi, kata dia, pembicaraan rencana pengurusan fatwa MA yang ditawarkan Pinangki terjadi di luar negeri, dalam hal ini di kantornya, Kuala Lumpur, Malaysia.

Sehingga, kata Djoko Tjandra, berdasarkan ketentuan perundang-undangan, maka urusan ini seharusnya tak ada hubungan dengan dalam negeri.

"Orang dateng ke Malaysia buat jualan ke Indonesia."

Baca juga: Covid-19 Terus Bermutasi, Pemeriksaan PCR Kini Juga Harus Melihat Ada Apa di Dalam Virus

"Secara undang-undang kejadian di luar negeri, dan mestinya tidak ada hubungan di dalam negeri," beber Djoko Tjandra.

"Ya emang saya dikorbankan. Bukan dikorbankan tapi ditipu Pinangki, Andi Irfan dan sebagainya," imbuh Djoko Tjandra.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved