Aksi OPM

Polda Papua Ciduk Tersangka Pembunuh Staf KPUD Yahukimo, Pernah Serang Polisi dan Bakar Gerai ATM

Polda Papua akhirnya menangkap salah satu tersangka pembunuh Staf KPUD Yahukimo Henry Jovinski.

Twitter@KPU_ID
Henry Jovinski (24), staf KPU Kabupaten Yahukimo yang meninggal dunia akibat ditikam orang tidak dikenal. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Polda Papua akhirnya menangkap salah satu tersangka pembunuh Staf KPUD Yahukimo Henry Jovinski.

Tersangka adalah salah anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) berinisial KY.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, tersangka ditangkap di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Kamis (17/9/2020).

Boyamin Saiman Serahkan Bukti Baru Kode King Maker di Kasus Djoko Tjandra ke KPK

Tersangka juga telah ditahan di Mapolres Yahukimo.

"Salah satu pelaku pembunuhan Staf KPUD Yahukimo, Henry Jovinski ditangkap, berinisial KY," kata Musthofa saat dihubungi, Kamis (17/9/2020).

Musthofa mengatakan, KY juga pernah terlibat sejumlah kasus kekerasan di Papua.

Ahok Niat Maafkan Dua Ibu yang Cemarkan Nama Baiknya dan Cabut Laporan

Menurutnya, tersangka juga pernah menyerang salah satu anggota Polri dan pembakaran gerai ATM.

Namun demikian, Musthofa menyebut pihaknya masih mengejar pelaku utama yang terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut.

Kepolisian juga masih mendalami motif tersangka hingga tegas melakukan aksi keji tersebut.

Amini Pernyataan Ahok Soal Pertamina, Refly Harun Sebut Direksi BUMN Dayang-dayang Menteri

"Kita tetap akan memburu dan mengungkap para pelaku lainnya."

"Kita akan terus mencari pelaku utama yang sudah kita jadikan DPO, yaitu Senat Soll."

"Mudah-mudahan dapat cepat ditangkap," harapnya.

6 Bulan Pandemi Covid-19 Kasus Terus Bertambah, Doni Monardo: Jangan Salahkan Pemerintah!

Sebelumnya, Polda Papua menyebut pembunuh staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Yahukimo Henry Jovinski, diduga kuat mantan anggota TNI.

Pelaku adalah mantan anggota TNI yang dipecat karena kasus penjualan amunisi.

Ketika dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa membenarkan kabar tersebut.

 Bantu Hapus Red Notice Djoko Tjandra, Dua Jenderal Polri Dapat Uang, Nominalnya Dibuka di Pengadilan

Ia merupakan anggota TNI yang dipecat pada 2018 silam.

"Iya, benar (pelaku mantan anggota TNI yang dipecat karena kasus penjualan amunisi)," kata Mustofa saat dihubungi, Kamis (27/8/2020).

Namun demikian, ia menyampaikan kepolisian belum mengetahui secara pasti motif pelaku melakukan pembunuhan tersebut.

 Kabareskrim Surati Jaksa Agung, Minta Izin Mau Periksa Pinangki Sirna Malasari

Termasuk, dugaan pelaku sakit hati karena dipecat dari keanggotaan TNI.

Hingga kini, pihak kepolisian masih memburu keberadaan pelaku yang diduga telah melarikan diri ke salah satu pegunungan di Yahukimo.

"Nanti kita tanya motifnya, kalau sudah ketangkap," ucapnya.

 Loyalis Klaim Partai Baru Bentukan Amien Rais Rampung Desember 2020, Sekjen PAN Sangsi

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa mengatakan, polisi telah mengantongi identitas pelaku yang diduga membunuh staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Henry Jovinski.

Namun, Musthofa menyebut pihaknya memiliki kendala saat menangkap pembunuh Henry.

Sebab, pelaku yang diduga lebih dari satu orang telah melarikan diri ke pegunungan di sekitar Yahukimo.

 KRONOLOGI Nawawi Pomolango Cekcok dengan Mumtaz Rais Versi KPK, Bawa-bawa Wakil Ketua Komisi III DPR

"Pelaku sudah teridentifikasi dan info mereka lari ke gunung," kata Musthofa saat dihubungi, Minggu (16/8/2020).

Polda Papua, kata Musthofa, turun tangan menangani kasus tersebut.

Bahkan, lanjut dia, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua telah terbang langsung ke lokasi.

 Minta Insiden Nawawi Pomolango dengan Mumtaz Rais Tak Diperpanjang, PAN: Sayang Uang Negara

"Dirkrimum masih di Yahukimo," ujarnya.

Henry adalah satu petugas KPU RI yang ditempatkan di Yahukimo, Papua yang meninggal dunia karena dianiaya orang tak dikenal.

Peristiwa tersebut menjadi pukulan berat bagi keluarga.

 INI Tiga Klaster Kasus Djoko Tjandra, Dimulai dari Tahun 2008

Ayah Henry, Sugeng Kusharyanto (54), hanya meminta keadilan untuk anaknya.

Ia ingin agar pelaku penganiayaan segera ditangkap dan diberikan hukuman yang setimpal.

"Tidak lebih, hanya minta keadilan."

 Nawawi Pomolango Disebut Pahlawan Kesiangan oleh Mumtaz Rais, Belum Saling Memaafkan

"Pelaku penganiayaan Henry segera diberikan hukuman setimpal, sengaja atau tidak sengaja (saat melakukan penganiayaan)," katanya saat ditemui di rumah duka, Rabu (12/08/2020).

Pria berusia 54 tahun itu pun ingin tahu alasan pelaku melakukan penganiyaan hingga akhirnya anaknya meninggal.

"Kami hanya ingin mempertanyakan, apa niatnya sampai melukai dan menghabisi anak saya," sambungnya.

 Jokowi Cabut Keppres Pemecatan Evi Novida Ginting, Ketua DKPP: Biarlah Sejarah Mencatat

Ia mengatakan Henry adalah anak yang baik.

Pria yang lahir di Purwokerto, 4 Juni 1995 tersebut dikenal sebagai anak yang tidak suka mengeluh.

Termasuk saat ditempatkan di Yahukimo, pasca0diterima menjadi ASN KPU RI pada 2019 lalu.

 Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, RSPI Sulianti Saroso Tambah Kapasitas Hingga 90 Tempat Tidur

Anak pertama dari dua bersaudara itu bahkan senang saat ditugaskan di Yahukimo.

Setelah dua minggu persiapan, Henry langsung terbang ke Yahukimo.

"Tes tahun 2018, kemudian diterima Juni 2019."

 Agustus Baru Setengah Bulan, Tambahan 2 Ribu Lebih Pasien Covid-19 Sudah Empat Kali Terjadi

"Saat ditempatkan di Yahukimo, dia senang, tidak mengeluh, tidak keberatan. Ia ingin menyumbang ilmunya di sana (Yahukimo)," paparnya.

Beberapa hari sebelum peristiwa pilu itu pun, Henry masih berkomunikasi dengan ibunya, Vivin Monica (54), melalui aplikasi WhatsApp.

"Komunikasi dengan Henry intens, kalau pas di Papua sering telepon."

 UPDATE 15 Agustus 2020: Hore! Semua Pasien Positif Covid-19 di Secapa AD Sudah Sembuh

"Tetapi kalau Yahukimo, hanya kalau ada signal saja.

"Sabtu atau Minggu kemarin masih kirim pesan ke mamahnya (Vivin). Bilang kalau sudah di Yahukimo," ujarnya.

Sejak ditempatkan di Yahukimo, Henry tidak pernah mengeluh.

 UPDATE 15 Agustus 2020: RS Wisma Atlet Masih Rawat 1.379 Pasien Covid-19, di Pulau Galang 42 Orang

Henry menceritakan pengalaman-pengalamannya selama bertugas, termasuk penyambutan-penyambutan ketika pertama kali Henry tiba.

Pertemuannya pada Agustus lalu rupanya menjadi pertemuan terakhir baginya.

Henry sempat pulang ke Purwokerto selama dua hari karena terjadi kerusuhan.

 Sambut HUT ke-75 RI, Ribuan Bunga Hiasi Sejumlah Jalan di Jakarta Pusat

"Sempat pulang tahun lalu, ada kerusuhan."

"Tetapi karena sebagai ASN harus ada di sana, dia langsung berangkat lagi."

"Kami hanya menjemput dan mengantar ke bandara," kenangnya.

 BPKD DKI Pastikan Duit Insentif Penggali Kubur dan Sopir Ambulans Pasien Covid-19 Sudah Cair

Kesedihan tak dapat ditutupi oleh ibunya.

Vivin masih sesenggukan meratapi kepergian anak pertamanya.

Ia bahkan harus dipapah saat harus berjalan.

 Diusulkan Jadi Capres 2024, Dahlan Iskan: Jangan Lah, Saya Kan Sudah Tersangka Beberapa Kali

Sebelumnya, Henry Jovinski (24), staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Yahukimo, ditusuk hingga meninggal di Jembatan Brasa Kecil, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, Selasa (11/8/2020) sekitar pukul 14.20 WIT.

Pelaku penusukan diduga orang tidak dikenal.

Ketua KPU Papua Theodorus Kossay membenarkan insiden penusukan hingga berujung tewasnya Henry Jovinski.

 Tak Sampai Sepekan, ST Burhanuddin Cabut Aturan Pemanggilan Jaksa Harus Seizin Jaksa Agung

"Henry staf KPU Yahukimo," kata Theodorus, saat sesi jumpa pers di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, Rabu (12/8/2020).

Theodorus menjelaskan, insiden penusukan itu berawal saat Kenan Mohi, staf KPU Kabupaten Yahukimo, meminta diantarkan Henry ke kediamannya di Jalan Gunung.

"Keduanya ini dari kantor sedang menuju ke rumahnya Kenan Mohi, orang asli Yahukimo."

 MAKI Ungkap Djoko Tjandra Janjikan Jaksa Pinangki Tambang Energi Senilai 10 Juta Dolar AS

"Keluarganya (Kenan Mohi) sakit, tujuan dari kantor (KPU Yahukimo) ke rumah mengantarkan obat," ungkap Theodorus.

Di perjalanan, rombongan itu bertemu orang tidak dikenal.

Orang tidak dikenal itu meminta diperlihatkan kartu tanda penduduk.

 Daftar 22 Provinsi dengan Angka Kematian Covid-19 di Bawah Rata-rata Dunia, Jakarta Termasuk

"Ditanya, kamu orang mana, kemudian yang belakang ini orang mana? Mana KTP? Ditanya (Henry Jovinski menjawab), saya orang Indonesia," kata dia.

Kemudian, orang tidak dikenal itu menusuk Henry Jovinski di belakang.

"Ditusuk di belakang. Korban jatuh pingsan. Setelah itu muncul satu pelaku tidak dikenal. Kemudian dibacok juga di situ," paparnya.

 Relawan Bersatu Jaga Jokowi Desak Reshuffle Kabinet, Sebut Kementerian BUMN Paling Gaduh

Kenan Mohe berupaya melarikan diri. Selain itu, dia berteriak untuk meminta pertolongan.

"Menyatakan tolong, tolong, tolong sebanyak tiga kali, dan ternyata tidak ada orang yang lewat di situ," tuturnya.

Akhirnya, Kenan Mohe pulang ke rumah, lalu, meminta istrinya agar melaporkan peristiwa itu kepada aparat kepolisian.

 Di 169 Daerah pada Pilkada 2020, Koalisi PDIP dengan Golkar Terbanyak, Paling Sedikit dengan PKS

"Akhirnya, istri melapor kepada Kepolisian Yahukimo, dan korban ditolong oleh polisi setelah dilapor oleh istri."

"Kenan Mohe menjadi saksi dan memberi keterangan kepada pihak kepolisian," bebernya. (Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved