Hari Raya Idul Fitri
Harga Kue Kering Naik Jelang Hari Raya Idul Fitri, Berikut Ini Alasannya
Seorang penjual kue kering di Pasar Maester, Jatinegara, Jakarta Timur, mengatakan terjadi lonjakan harga kue kering jelang hari raya Idul Fitri.
Penulis: Rangga Baskoro |
Di Toko Sido Muncul milik Deni, kue manis berisikan selai nanas itu dijual RP 150.000 per kilogram.
Hal serupa juga di toko kue Bintang Baru milik Arief.
Masyarakat kini lebih banyak yang memilih membuat kue sendiri di rumah.
Hal tersebut dianggap Arif salah satu pemicu pasar sepi.
Ia hanya berharap situasi ini akan kembali normal dan pulih kembali.
"Harapannya semoga cepat beres. Jadi kami yang ada disini bisa berdagang normal kembali," tandasnya.
4 Resep Kue Kering Klasik Lebaran Buatan Ibu yang Bikin Kangen, Cocok Bagi Pemula
Kangen kue kering buatan ibu tapi nggak bisa pulang kampung? Berhubung lagi wabah virus corona sebaiknya kita tetap di rumah ya.
Biasanya di Hari Lebaran sering disajikan kue kering seperti nastar, kaastengels, kue sagu keju, kue semprit, puteri salju dan masih banyak lagi.
Karena hanya ada di hari istimewa maka kita tidak akan pernah bosan dengan rasanya, setuju kan?
Berikut ini Wartakotalive.com berikan 4 ide kreasi kue kering klasik yang sering ada di Hari Raya Idul Fitri.
KAASSTENGELS
Tingkat kesulitan: mudah
Waktu memasak: ± 60 menit
Untuk: 450 g
Bahan
Margarin untuk olesan
100 g mentega
75 g margarin
2 kuning telur
200 g tepung terigu
150 g keju edam, parut, angin-anginkan
50 g keju cheddar, parut kasar, untuk taburan
Olesan: kocok rata
1 kuning telur
1 sdt susu cair
Cara masak:
1. Panaskan oven pada suhu 130°C, olesi loyang kue kering dengan margarin.
2. Kocok mentega dan margarin menggunakan mikser berkecepatan sedang hingga tercampur (± 1 menit). Turunkan kecepatan mikser, masukkan kuning telur, kocok sebentar hingga rata (± 1 menit).
3. Campur tepung terigu bersama keju edam, masukkan ke dalam mentega kocok secara bertahap. Aduk menggunakan sendok kayu atau spatula hingga rata. Jangan terlalu lama mengaduk supaya kue tidak keras.
4. Gilas adonan di antara dua lembar plastik hingga setebal 1 cm. Cetak menggunakan cetakan kaasstengels atau potong menggunakan pisau ukuran 1 x 5 cm.
5. Pindahkan adonan yang sudah dibentuk ke atas loyang sambil dirapikan bentuknya, beri jarak masing-masing 2 cm. Olesi permukaan adonan dengan bahan olesan, lalu taburi keju cheddar.
6. Masukkan loyang ke dalam oven, panggang hingga matang dan berwarna kuning kecokelatan (± 20 menit). Keluarkan kue dari oven, pindahkan ke rak kawat, dinginkan. (primarasa)
PUTERI SALJU
Tingkat kesulitan: mudah
Waktu memasak: 60 menit
Untuk: 1 kg
Bahan
Margarin, untuk olesan
200 g kacang tanah
370 g mentega/margarin
170 g gula bubuk
450 g tepung terigu
Taburan
200 g gula bubuk
Cara masak:
1. Panaskan oven pada suhu 160°C. Olesi loyang dengan margarin. Sangrai kacang tanah hingga matang, angkat, kupas kulit arinya, tumbuk kasar, sisihkan.
2. Kocok mentega/margarin dan gula bubuk hingga lembut, masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk. Setelah rata, masukkan kacang tanah, aduk rata.Simpan adonan di dalam lemari es 15-20 menit agar agak mengeras.
3. Keluarkan adonan dari lemari es, gilas setebak ½ cm. Cetak adonan bentuk bulan sabit bergaris tengah 4 cm.
4. Taruh di atas loyang, panggang selama 15-20 menit. Angkat, pindahkan kue ke rak kawat, dinginkan. Gulingkan dalam gula bubuk, aduk rata. (primarasa)
NASTAR
Tingkat kesulitan: mudah
Waktu memasak: 3 jam
Untuk: 450 g
Bahan
Margarin untuk olesan
Selai
750 g nanas kupas
4 butir cengkih
7 cm kayu manis
150 g gula pasir
Kulit
150 g mentega tawar
100 g margarin
75 g gula bubuk
1 kuning telur
¼ sdt vanili bubuk
350 g tepung terigu
50 g keju edam, parut halus
Olesan: kocok rata
1 kuning telur
1 sdt susu cair
Cara masak:
1.Selai: Parut nanas, masak bersama cengkih dan kayu manis di atas api sedang sambil diaduk hingga cairannya berkurang. Tambahkan gula, masak terus sambil diaduk hingga mengental dan cairannya habis, angkat, dinginkan.
2. Ambil ± ½ sdt selai, bentuk menjadi bulatan-bulatan kecil, sisihkan.
3. Kulit: Kocok mentega, margarin, dan gula menggunakan mikser berkecepatan sedang hingga tercampur (± 1 menit).
Kurangi kecepatan mikser, tambahkan telur dan vanili, kocok sebentar hingga rata, angkat. Masukkan tepung terigu secara bertahap, tambahkan keju, aduk rata dengan spatula.
4. Panaskan oven pada suhu 130°C. Olesi loyang kue kering dengan margarin. Ambil ± 1 sdt adonan, bentuk bulat seperti kelereng, pipihkan.
5. Taruh 1 bulatan selai di tengahnya, bulatkan kembali adonan hingga selai tertutup. Lakukan hal yang sama hingga adonan habis.
6. Taruh bulatan adonan di atas loyang, dan beri jarak 3 cm agar tidak saling menempel. Olesi permukaannya dengan campuran kuning telur.
7. Masukkan loyang ke dalam oven, panggang hingga kuning kecokelatan (± 25 menit), angkat. Pindahkan kue di atas rak kawat, biarkan hingga dingin. (primarasa)
SEMPRIT KEJU
Waktu: 60 Menit
Sajian: 400 Gram
Bahan:
280 gram tepung sagu, disangrai 10 menit dengan api kecil, timbang 260 gram
150 gram margarin
100 gram gula tepung
1/4 sendok teh garam
1 butir telur
50 gram susu cair
20 gram maizena
1/2 sendok teh baking powder
100 gram kacang tanah kupas bubuk
25 gram keju cheddar parut halus
Cara Membuat Semprit Sagu Kacang Keju:
1. Kocok mentega, gula tepung , dan garam 1 menit. Tambahkan telur dan krim kental. Kocok rata.
2. Masukkan tepung sagu, maizena, dan baking powder sambil diayak dan diaduk rata. Tambahkan almon. Aduk rata.
3. Masukkan adonan dalam plastik segitiga yang sudah diberi spuit. Semprotkan di atas loyang yang sudah dioles margarin bentuk bulat kerang. Taburkan keju permesan.
4. Oven dengan api bawah suhu 130 derajat Celcius 40 menit hingga matang.
(M25/Wartakotalive.com/sedapsekejap)
BERITA FOTO: Permintaan Kue Kering Lebaran 2020 Menurun, Ini Penyebabnya
Pengrajin mengaku permintaan kue kering di Jakarta, khususnya untuk Lebaran 2020, menurun drastis dibandingkan tahun lalu.
"Sebelum adanya pandemi Covid-19 permintaan kue kering masih relatif tinggi. Tapi sekarang sekarat, Mas," kata seorang pengrajin ketika sedang memproduksi kue kering di Kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2020).
• BERITA FOTO: Permintaan Kue Kering Melonjak Jelang Lebaran
Namun ia tidak merinci lebih jauh penurunan permintaan kue kering buatan pabrik rumahnya, kecuali disebutkannya biasanya sepekan Ramadan sudah kebanjiran order. (*)
Harga Bahan Kue Naik, Kue Kering Lebaran Produksi Ibu Anna Bogor Hanya Terima Pesanan
Momen paling ditunggu-tunggu saat Bulan Suci Ramadan yakni merayakan Hari Kemenangan, Hari Raya Idul Fitri.
Saat Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran kurang lengkap jika tak ada sajian aneka kue kering untuk dicicipi para kerabat dan teman.
Meski saat ini sedang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terkait virus corona, Anda tak usah khawatir kue kering tak ada yang mencicipi.
Kirim saja kue kering Anda ke kerabat atau teman sehingga mereka bisa ikut menikmati kue-kue Anda.
Jika Anda tak punya waktu untuk membuat sendiri kue-kue tersebut, Anda bisa memesannya.
Salah satu yang menyediakan pesanan kue kering untuk Lebaran yakni kue kering Ibu Anna.
• Ini Dia Kue Lebaran Tradisional Indonesia Sebelum Datangnya Era Kue Kering Eropa
• Ini Tip Membeli Kue Lebaran Nastar dan Putri Salju Tanpa Bahan Pengawet
Usaha produksi kue kering rumahan ini hanya muncul saat Bulan Suci Ramadan.
Kue kering Ibu Anna berlokasi di Bogor, tepatnya di kampung Pangarakan RT 016/RW 006 kelurahan Srogol kecamatan Cigombong.
Produk kue kering rumahan itu sudah berjalan empat tahun, khusus menyediakan kue Lebaran.
Wanita bernama asli Anah yang mengelola bisnis kue kering Ibu Anna. Dia menamakan bisnis rumahan itu sesuai nama panggilannya, Anna.
Mulai dari urusan dapur dan juga penjualan semuanya kelola sendiri oleh wanita berusia 46 tahun tersebut.
Terkadang, putri tunggalnya ikut membantu mengantarkan pesanan kue tersebut kepada pelanggan.
"Memang ini awalnya usaha iseng saja bukan tetap. Jualannya hanya bulan puasa saja. Jadi tak mengambil karyawan," ucap Anna saat ditemui di rumahnya, Bogor, Kamis (30/4/2020).
"Tapi kalau sedang ramai pesanan ada yang bantuin teman atau anak," ujar wanita yang juga pemilik kedai soto Ibu Anna ini.
Meskipun hanya usaha musiman saja, namun pesanan kue kering ibu Anna ini bukan hanya dari Bogor, melainkan Jakarta dan Bandung, Jawa Barat.
• Nastar dan Kastengel Masih Jadi Favorit Kue Lebaran
• Cara Praktis Membuat Choco Chips Cookies untuk Teman Lebaran
Nastar idola
Ada lima kue kering hasil buatannya yang ditawarkan kepada pelanggannya yaitu nastar, kastengel, putri salju, choco chip cookies, dan sagu keju.
Dari kelima produk kue kering buatannya, kue nastar yang menjadi idola masyarakat.
"Yang paling banyak dipesan itu adalah kue nastar. Kata orang-orang nastar di sini itu beda dan juga bikin kangen. Saya pakai keju pada bagian atas Nastarnya," ujarnya.
Menurut wanita yang gemar memasak sejak muda ini, kue-kue kering buatannya menggunakan bahan berkualitas.
Oleh karena itu, dia mematok harga tinggi untuk produknya sesuai dengan modal yang dikeluarkannya.
• Kreasi Kue Lebaran dari Sisa Brownies Ala Chef Nicky Tirta, Begini Cara Membuatnya
• Kue Kering Berbahan Olahan Tauco dari Cianjur, Perpaduan Komposisi Rasa Asin Gurih dengan Manis
Semua produk kue keringnya dikemas dalam toples mika ukuran 500 gram atau setengah kilogram.
Untuk chocochip cookies dibandrol harga Rp 80.000, kue sagu keju dan putri salju Rp 82. 000.
Sedangkan nastar dan kastengel dipatok harga Rp 85.000.
"Harga tersebut belum termasuk ongkos antar. Ongkos antar ditanggung oleh pemesan kue sendiri. Tapi kalau dekat bebas ongkir," katanya.
Untuk promosi sendiri Anna mengandalkan dari mulut ke mulut. Dia belum memanfaatkan akun media sosial untuk mempromosikan kue keringnya.
Baru tahun ini dia dan putrinya mulai memasarkan kue lewat grup chat pada kerabat.
Anna juga mengatakan jika masyarakat iingin memesan kue keringnya bisa langsung menghubunginya nomor telepon 0895330335387.
Sedangkan untuk wilayah Jakarta bisa menghubungi putrinya, Desti, lewat nomor kontak 081290983148.
• Fakta-fakta Dibalik Kue Kering yang Kerap Dihidangkan saat Lebaran
• Ini Alasan Jatinegara Terkenal Sebagai Pusat Penjualan Kue Kering
Pesanan menurun
Untuk Bulan Suci Ramadan tahun ini, diakui Anna, pesanan kue kering agak menurun.
Ramadan tahun-tahun sebelumnya, dia selalu sibuk membuat pesanan pelanggan. Namun, Ramadan kali ini, dia agak santai karena pesanan berkurang.
"Tahun lalu bisa produksi sampai 100 toples lebih dalam sebulan. Setiap hari buat sampai sibuk sekali setiap harinya.," katanya.
Bahkan, sebelum puasa, dia sudah menerima pesanan.
"Tahun ini corona sangat memengaruhi ya. Ini saja baru 11 toples yang dipesan dipertengahan puasa dengan menawarkankan sana sini," kata Anna.
Harga bahan pokok untuk membuat kue di pasaran juga dikeluhkan Anna lantaran harga naik sehingga harga produk kue keringnya ikut naik.
• Inilah Tip Membuat Kue Kering Bagus
Saat ini, dia hanya membuat kue kering berdasarkan pesanan, tidak membuat stok kue kering untuk menyiasati kerugian biaya produksi jika tidak laku terjual.
Kendati demikian, Anna tetap bersyukur karena bekerja dan berjualan dengan senang hati.
"Saya berpendapat ini adalah sebuah ujian. Tidak semua bisnis itu selalu di atas, pasti ada kalanya di bawah."
Dia juga berusaha bersyukur karena masih ada yang memesan kue kering buatannya sekaligus bisa memanfaatkan waktu luang.
"Ada yang usahanya lebih menurun dari saya di luar sana karena wabah ini. Maka dari itu saya selalu bersyukur dan tetap bersemangat," ucap Anna.
Kue Kering Berbahan Olahan Tauco dari Cianjur, Perpaduan Komposisi Rasa Asin Gurih dengan Manis
Masyarakat selama ini lebih mengenal tauco sebagai bumbu masakan dan sambal.
Namun di tangan Yeti Hernawati (42), oleh-oleh khas Cianjur itu kini tak lagi sebatas bumbu masakan dan sambal.
Ibu dua anak itu mampu mengolahnya menjadi kue kering.
• Istri Jualan Kue Kering, Zul Zivilia Menangis Membuat Keluarganya Tersiksa
Yeti pun menamai hasil kreasinya dengan nama Tauco Cookies atau kue kering berbahan olahan tauco.
Lantas seperti apa sulitnya memadukan bahan yang mememiliki rasa asin gurih itu, menjadi olahan kue kering yang identik dengan cita rasa manis?
Kompas.com menemuinya di rumahnya di Jalan Mangunsarkoro Gang Melati RT 001 RW 005 Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (10/5/2019) siang,
Yeti menceritakan ide awal membuat Tauco Cookies tersebut.
Menurutnya, meskipun tauco sudah menjadi ikon Cianjur, namun ternyata tidak banyak warga Cianjur yang menyukainya.
“Karena itu saya ingin melakukan sesuatu yang berbeda pada tauco ini. Karena saya jualan kue, saya coba berekperimen membuat kue dengan campuran tauco,” katanya.
Yeti mengaku awalnya tidak yakin jika usaha coba-cobanya itu akan menjadi sesuatu yang inovatif seperti sekarang ini.
Apalagi ia harus berulang-ulang mencari komposisi takaran yang pas antara bahan baku kue pada umumnya dengan takaran tauco.
“Akhirnya jadi. Lalu saya buat tester dan minta pendapat ke saudara dan teman-teman, dan ternyata mereka suka. Setelah itu yah terus produksi hingga saat ini,” ujarnya.
Yeti menjelaskan untuk membuat kue kering dengan campuran tauco ini hal yang sulit adalah menakar komposisi.
Ia harus mampu menciptakan rasa yang pas antara asin gurihnya tauco dengan manisnya gula sebagai bahan dasar kue.
“Sekarang saya buat varian baru dengan bahan dasar tepung singkong. Alhamdulilah cukup mendapat respon positif dari pembeli,” kata Yeti yang mengaku mulai menekuni bisnis kulinernya ini sejak 2015.
Bulan Ramadhan tahun ini pun menjadi berkah tersendiri bagi Yeti karena ia kebanjiran order.
Menurutnya saat ini banyak pemesan yang ingin membuat parsel dengan toples-toples berisi Tauco Cookies buatannya itu.
“Kalau harganya kisaran Rp15.000 sampai Rp. 20.000 untuk kemasan karton. Kalau kemasan toples saya jual Rp35.000 hingga Rp. 40.000. Khusus untuk parcel harganya dibanderol per paket,” sebutnya.
Terkait pemasarannya sendiri, selain direct selling atau jual langsung, Yeti memanfaatkan media sosial.
Tak ayal, Tauco Cookies buatannya itu pun kini telah dikirim hingga keluar kota bahkan hingga ke luar negeri.
“Alhamdulilah, pemesan tak hanya dari Cianjur. Banyak juga dari luar daerah dan luar Jawa. Bahkan pernah ada pemesan dari Jepang, Belanda, Qatar, Turki, Thailand, Libya. Biasanya untuk oleh-oleh,” ucapnya.
Dua orang pembeli yang datang ke tempat Yeti menuturkan sengaja memesan Tauco Cookies untuk isi parcel lebaran nanti.
“Saya mau pesan untuk parcel lebaran. Buat oleh-oleh juga,” kata Iin Supartini (43) salah satu pembeli.
Pemesan lainnya, Dewi (41) mengaku Tauco Cookies punya cita rasa dan teksture yang lain dari lazimnya kue kering.
“Ada pengalaman baru merasakan kue yang tak melulu manis. Tapi ada rasa asin dan gurihnya juga,” ucapnya.
Cianjur dan tauco adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya.
Bahkan tauco telah menjadi ikon tersendiri bagi Kabupaten Cianjur, sehingga tak berlebihan jika daerah yang berada di wilayah Jawa Barat itu dikenal dengan julukan Kota Tauco.
Dan kreasi Yeti melengkapi julukan itu.
• Tauco Legendaris Cianjur, Gunakan Guci Berusia Ratusan Tahun dan Proses Pembuatan Tiga Bulan
Merek Dagang
Dalam website http://www.dwigie.com, DwiGie adalah produsen pertama pemilik ide original Tauco Cookies di Cianjur sejak Februari 2015.
Merek dagang mereka telah dipatentkan di Kementrian Hukum dan HAM.
Produk merekai telah mendapatkan serfifikasi resmi dari pemerintah dan MUI, serta telah melalui proses pengujian gizi dan ketahanan makanan.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mencicipi Gurihnya Tauco Cookies, Oleh-oleh Khas Dari Cianjur".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/harga-kue-kering-naik-jelang-hari-raya-idul-fitri210501.jpg)