Senin, 18 Mei 2026

Bulan Suci Ramadan

Ini Dia Kue Lebaran Tradisional Indonesia Sebelum Datangnya Era Kue Kering Eropa

Kue-kue kering yang disajikan saat Lebaran diperkenalkan di era kolonial Belanda di Indonesia. Lalu seperti apa kue asli Indonesia sebelum era itu?

Tayang:
KOMPAS/RIZA FATHONI
Kue Lumpang, salah satu kue tradisional Indonesia. 

Apa kue yang tersaji saat Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran di rumahmu? 

Pasti tak jauh dari kue-kue kering seperti nastar, kastengel, putri salju, dengan berbagai variannya. 

Penyajian kue-kue kering memang identik dengan Lebaran di dalam masyarakat Indonesia. 

Namun, menurut Fadly Rahman, seorang sejarawan yang khusus mengamati bidang kuliner, mengungkapkan fakta yang mengejutkan. 

Penyajian kue kering sebagai hidangan Lebaran sebenarnya tidak dikenal di masyarakat Indonesia tempo dulu. 

Mereka menyajikan kue-kue yang berbeda. 

Fakta-fakta Dibalik Kue Kering yang Kerap Dihidangkan saat Lebaran

"Kue-kue kering baru dikenal masyarakat kita di era kolonial Belanda," ujar Fadly, seperti dikutip KompasTravel. 

Lalu, penganan seperti apa yang disajikan masyarakat kita saat Lebaran, sebelum kue-kue kering diperkenalkan. 

"Ya seperti kudapan-kudapan daerah yang sudah kita kenal, seperti  opak, apem, rengginang," ujar Fadly.

Pengajar Program Studi Sejarah di Universitas Padjajaran ini menambahkan, kue-kue kering pertama kali diproduksi di Indonesia oleh orang Belanda.

"Bagaimana prosesnya bisa menjadi hidangan Lebaran, itu tidak bisa dilepaskan dari interaksi sosial budaya masyarakat bumiputera, masyarakat Islam Indonesia, dengan orang-orang Eropa," ujar Fadly.

Berburu Busana Muslim Ala Artis di Pasar Tasik Cideng

Pada masa abad ke-19 hingga abad ke-20, pengaruh budaya Eropa dalam hal kuliner banyak diserap oleh masyarakat Indonesia.

Di antaranya aneka kue kering itu.

"Dari namanya itu sudah jelas kalau bukan nama Indonesia," ujar Fadly.

Pembuat kue kering industri rumahan di Depok, Jawa Barat.
Pembuat kue kering industri rumahan di Depok, Jawa Barat. (Wartakotalive.com/Adhy Kelana)

Sejak saat itulah, sebagian masyarakat Indonesia mulai terpengaruh budaya kuliner Belanda dan mengalami perubahan selera.

Bahkan, menyajikan kue-kue kering di hari Lebaran juga dapat menunjukkan derajat sosial seseorang.

Bisa Awet 20 Tahun, Titi Kamal dan Christian Sugiono Bagikan Tips yang Bikin Anda Pasti Iri

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved