Breaking News:

Bulan Suci Ramadan

Ini Dia Kue Lebaran Tradisional Indonesia Sebelum Datangnya Era Kue Kering Eropa

Kue-kue kering yang disajikan saat Lebaran diperkenalkan di era kolonial Belanda di Indonesia. Lalu seperti apa kue asli Indonesia sebelum era itu?

Editor:
KOMPAS/RIZA FATHONI
Kue Lumpang, salah satu kue tradisional Indonesia. 

Pada masa abad ke-19 hingga abad ke-20, pengaruh budaya Eropa dalam hal kuliner banyak diserap oleh masyarakat Indonesia.

Di antaranya aneka kue kering itu.

"Dari namanya itu sudah jelas kalau bukan nama Indonesia," ujar Fadly.

Pembuat kue kering industri rumahan di Depok, Jawa Barat.
Pembuat kue kering industri rumahan di Depok, Jawa Barat. (Wartakotalive.com/Adhy Kelana)

Sejak saat itulah, sebagian masyarakat Indonesia mulai terpengaruh budaya kuliner Belanda dan mengalami perubahan selera.

Bahkan, menyajikan kue-kue kering di hari Lebaran juga dapat menunjukkan derajat sosial seseorang.

Bisa Awet 20 Tahun, Titi Kamal dan Christian Sugiono Bagikan Tips yang Bikin Anda Pasti Iri

Saat itu, masyarakat Indonesia menengah ke atas sudah tak mau lagi menyajikan makanan-makanan tradisional yang terbuat dari sagu, tepung beras, tepung ketan, dan lain sebagainya.

"Masyarakat Indonesia mulai merasa kue tradisional itu tidak awet, sedangkan kue-kue kering bisa disajikan berhari-hari, berminggu-minggu akan tetap awet, termasuk dalam momen Lebaran," ujar Fadly.

Meski demikian, saat ini tak hanya masyarakat menengah ke atas saja yang dapat menyajikan kue kering saat Lebaran.

Harganya yang terjangkau dan alat produksinya yang semakin mudah ditemui membuat sajian ini dapat dinikmati siapa saja.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved