Hari Raya Idul Fitri
Harga Kue Kering Naik Jelang Hari Raya Idul Fitri, Berikut Ini Alasannya
Seorang penjual kue kering di Pasar Maester, Jatinegara, Jakarta Timur, mengatakan terjadi lonjakan harga kue kering jelang hari raya Idul Fitri.
Penulis: Rangga Baskoro |
Padahal, sejak awal Bulan Suci Ramadan, kue-ke kering yang ia jual secara perkilo, masih banyak stoknya.
"Kita jual ada banyak jenisnya. Nastar yang paling favorit. Tapi tetap saja stok masih banyak karena pembelinya sepi," kata pria bermata sipit itu
Jam operasional pasar yang berubah menjadi tutup lebih awal membuat durasi ia berjualan berkurang.
Bila biasanya ia tutup pada pukul 17.00 WIB, kini jam 12.00 WIB ia harus menutupnya.
Untuk itu ia melibatkan media internet untuk mempromosikan daganganya.
"Kita jual online. Untuk cari tau bisa di Intagram kita di @bintangbaru atau bisa kontak langsung ke kontak person toko ini. Kami akan mengantar ke tujuan sesuai pesanan," tandas Arief.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh Dewi Ratna Furi selaku asisten manager usaha dan pengembangan unit pasar besar (UPB) Pasar Jatinegara.
Ia mengatakan bila kini para pedagang mulai bergerak untuk berjualan secara online.
"Agar belanja lebih aman para pedagang disini juga menjual dagangannya secara online"
"Maka dari itu masyarakat lebih mudah berbelanja dalam situasi seperti ini," kata wanita yang akrab disapa Dewi ini.
Harga stabil
Kendati sedang mengalami masa-masa sulit, mayoritas toko kue kering di pasar Jatinegara tidak alami kenaikan harga.
Harga perkilo kue-kue kering dijual tetap pada harga yang stabil.
Kue nastar yang dikenal sebagai idola untuk kue lebaran itu tetap pada harga yang sama seperti hari biasanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/harga-kue-kering-naik-jelang-hari-raya-idul-fitri210501.jpg)