Rabu, 6 Mei 2026

Hari Raya Idul Fitri

Harga Kue Kering Naik Jelang Hari Raya Idul Fitri, Berikut Ini Alasannya

Seorang penjual kue kering di Pasar Maester, Jatinegara, Jakarta Timur, mengatakan terjadi lonjakan harga kue kering jelang hari raya Idul Fitri.

Tayang:
Penulis: Rangga Baskoro |
Warta Kota/Rangga Baskoro
Nanah (61) seorang penjual kue kering saat ditemui di Pasar Maester, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JATINEGARA - Nanah (61) seorang penjual kue kering di Pasar Maester, Jatinegara, Jakarta Timur, mengatakan terjadi lonjakan harga kue kering jelang hari raya Idul Fitri yang tinggal menghitung hari.

"Memang naik ya harganya, tapi enggak signifikan," ucap Nanah di lokasi, Kamis (21/5/2020).

Lonjakan harga terjadi dikarenakan banyaknya pabrik bahan baku dan kue kering yang menutup operasionalnya saat pandemi Covid-19.

Hal itu pun berdampak naiknya harga-harga kue kering yang sering diburu warga saat lebaran, seperti nastar, putri salju, kuping gajah dan kue lainnya.

"Kami ambil memang di pabrik itu pada tutup. Kalau ada yang buka pun mereka kesulitan cari bahannya, karena itu ada kenaikan harga," katanya.

Satu kilogram kue nastar yang biasanya dijual pada kisaran harga Rp 150 ribu, naik menjadi Rp 155-160 ribu. Atau hanya naik Rp 5-10 ribu.

Terkait jumlah pembeli, Nanah menjelaskan terjadi kenaikan sebanyak 70 persen sejak H-7 Lebaran.

"Pembeli alhamdulillah masih ada walaupun secara keseluruhan, jumlahnya turun.

"Tapi sejak awal bulan Mei, jumlahnya naik 70 persen. Itu pun saya enggak buka setiap hari karena masih pandemi," tutur Nanah. (abs)

PSBB di Jakarta, Warga Serbu Toko Kue Kering yang Buka di Pasar Maester Jatinegara

Meski masih banyak toko kue kering yang tutup lantaran diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB), masyarakat tetap menyerbu beberapa toko yang tetap buka di Pasar Maester, Jatinegara, Jakarta Timur.

Pantauan Warta Kota, cukup banyak toko kue kering yang menutup operasionalnya.

Hanya segelintir toko saja yang buka sehingga masyarakat berkumpul untuk membeli kue kering H-3 jelang Lebaran.

"Kan mau Lebaran. Jadi memang sengaja mau beli kue-kue buat di rumah," ucap seorang pembeli bernama Musdalifah (53) di lokasi.

Meski Musdalifah menyadari imbauan pemerintaj untuk tidak mengunjungi sanak keluarga saat Lebaran nanti, namun ia merasa harus tetap menyiapkan kue Lebaran.

"Kayak ada yang kurang gitu kalau Lebaran enggak ada kue-kue. Memang kan enggak masih enggak boleh pergi-pergi, tapi barangkali nanti ada yang datang ke rumah, makanya saya siapkan kue," ujarnya.

Pembeli lain bernama Fariza menyatakan meski Covid-19 masih mewabah, ia merasa harus menyediakan sajian untuk Lebaran sebagai pelengkap.

"Ya enggak apa-apa kalau misalnya enggak ada yang datang, karena kan masih pandemi ya, yang penting saya siap-siap kue saja," kata Fariza.

Meski ramai, baik pembeli dan penjual tetap melakukan protokol pencegahan Covid-19. Mereka semua terlihat mengenakan masker dan berupaya menjaga jarak aman. (abs)

Sejak Awal Puasa hingga Menjelang Lebaran, Sejumlah Toko Kue Kering di Pasar Jatinegara Sepi Pembeli

Sejumlah toko kue kering di Pasar Jatinegara Jakarta Timur sepi pembeli.

Penyebab toko-toko kue kering sepi pembeli di Pasar Jatinegara, akibat dampak wabah virus corona atau Covid-19.

Miris, biasanya toko kue kering Jatinegara ramai pembeli namun di Bulan Suci Ramadan dan jelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran tahun ini, sepi.

Tidak sedikit toko kue kering di Pasar Jatinegara tutup, namun ada pula yang beberapa masih berjualan.

 Jelang Natal dan Tahun Baru 2020, Pembeli Kue Kering di Pasar Jatinegara Melonjak

 PSBB Jakarta Hari ke-10, PKL Ikan Hias Pasar Jatinegara Jakarta Timur Ramai Pengunjung

 4 Resep Kue Kering Klasik Lebaran Buatan Ibu yang Bikin Kangen, Cocok Bagi Pemula

Toko Sido, salah satu toko yang menjual aneka kue kering yang tetap buka dan melayani para pembelinya.

"Sempat tutup waktu pertengahan April. Sekitar dua mingguanlah tidak jualan. Ini baru buka kita bulan puasa," kata Deni pemilik toko tersebut.

Pria yang sudah berjualan disana selama empat tahun di pasar tersebut mengaku bila tahun ini adalah tahun terpayah ia dalam berbisnis.

"Sepi banget sekarang. Ini ngelayanin yang kebetulan langganan aja. Persediaan masih banyak stoknya. Kalau biasanya awal puasa aja udah ramai banget padet yang datang," kata pria bermasker berwarna hitam itu.

Deni, penjual kue kering di toko Bintang Baru di Pasar Jatinegara Jakarta Timur mengatakan tokonya mengalami sepi pembeli lantaran dampak wabah virus corona atau Covid-19, Rabu (13/5/2020).
Deni, penjual kue kering di toko Bintang Baru di Pasar Jatinegara Jakarta Timur mengatakan tokonya mengalami sepi pembeli lantaran dampak wabah virus corona atau Covid-19, Rabu (13/5/2020). (Warta Kota/Janlika Putri)

Jual online

Tak jauh dari Toko Sido Muncul milik Deni, Arief, anak dari pemilik toko aneka kue kering Bintang Baru mengaku pembeli di tahun ini sangatlah berkurang drastis.

Padahal, sejak awal Bulan Suci Ramadan, kue-ke kering yang ia jual secara perkilo, masih banyak stoknya.

"Kita jual ada banyak jenisnya. Nastar yang paling favorit. Tapi tetap saja stok masih banyak karena pembelinya sepi," kata pria bermata sipit itu

Arief, selama 4 tahun menjual kue kering di tokonya bernama Bintang Baru di Pasar Jatinegara Jakarta Timur, kini tokonya sepi pembeli dampak wabah virus corona atau Covid-19, Rabu (13/5/2020).
Arief, selama 4 tahun menjual kue kering di tokonya bernama Bintang Baru di Pasar Jatinegara Jakarta Timur, kini tokonya sepi pembeli dampak wabah virus corona atau Covid-19, Rabu (13/5/2020). (Warta Kota/Janlika Putri)

Jam operasional pasar yang berubah menjadi tutup lebih awal membuat durasi ia berjualan berkurang.

Bila biasanya ia tutup pada pukul 17.00 WIB, kini jam 12.00 WIB ia harus menutupnya.

Untuk itu ia melibatkan media internet untuk mempromosikan daganganya.

"Kita jual online. Untuk cari tau bisa di Intagram kita di @bintangbaru atau bisa kontak langsung ke kontak person toko ini. Kami akan mengantar ke tujuan sesuai pesanan," tandas Arief.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Dewi Ratna Furi selaku asisten manager usaha dan pengembangan unit pasar besar (UPB) Pasar Jatinegara.

Ia mengatakan bila kini para pedagang mulai bergerak untuk berjualan secara online.

"Agar belanja lebih aman para pedagang disini juga menjual dagangannya secara online"

"Maka dari itu masyarakat lebih mudah berbelanja dalam situasi seperti ini," kata wanita yang akrab disapa Dewi ini.

Asisten Manager Usaha dan Pengembangan Unit Pasar Besar (UPB) Pasar Jatinegara, Dewi Ratna Furi saat ditemui Wartakotalive.com, pada Rabu (13/5/2020).
Asisten Manager Usaha dan Pengembangan Unit Pasar Besar (UPB) Pasar Jatinegara, Dewi Ratna Furi saat ditemui Wartakotalive.com, pada Rabu (13/5/2020). (Warta Kota/Janlika Putri)

Harga stabil

Kendati sedang mengalami masa-masa sulit, mayoritas toko kue kering di pasar Jatinegara tidak alami kenaikan harga.

Harga perkilo kue-kue kering dijual tetap pada harga yang stabil.

Kue nastar yang dikenal sebagai idola untuk kue lebaran itu tetap pada harga yang sama seperti hari biasanya.

Toko-toko kue kering di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur mengalami sepi pembeli akibat dampak wabah virus corona atau Covid-19, pada Rabu (13/5/2020).
Toko-toko kue kering di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur mengalami sepi pembeli akibat dampak wabah virus corona atau Covid-19, pada Rabu (13/5/2020). (Warta Kota/Janlika Putri)

Di Toko Sido Muncul milik Deni, kue manis berisikan selai nanas itu dijual RP 150.000 per kilogram.

Hal serupa juga di toko kue Bintang Baru milik Arief.

Masyarakat kini lebih banyak yang memilih membuat kue sendiri di rumah.

Hal tersebut dianggap Arif salah satu pemicu pasar sepi.

Ia hanya berharap situasi ini akan kembali normal dan pulih kembali.

"Harapannya semoga cepat beres. Jadi kami yang ada disini bisa berdagang normal kembali," tandasnya.

4 Resep Kue Kering Klasik Lebaran Buatan Ibu yang Bikin Kangen, Cocok Bagi Pemula

Kangen kue kering buatan ibu tapi nggak bisa pulang kampung? Berhubung lagi wabah virus corona sebaiknya kita tetap di rumah ya.

Biasanya di Hari Lebaran sering disajikan kue kering seperti nastar, kaastengels, kue sagu keju, kue semprit, puteri salju dan masih banyak lagi. 

Karena hanya ada di hari istimewa maka kita tidak akan pernah bosan dengan rasanya, setuju kan?

Berikut ini Wartakotalive.com berikan 4 ide kreasi kue kering klasik yang sering ada di Hari Raya Idul Fitri

KAASSTENGELS

Kaasstangels (dok: primarasa)

Tingkat kesulitan: mudah

Waktu memasak: ± 60 menit

Untuk: 450 g

Bahan

Margarin untuk olesan

100 g mentega

75 g margarin

2 kuning telur

200 g tepung terigu

150 g keju edam, parut, angin-anginkan

50 g keju cheddar, parut kasar, untuk taburan

Olesan: kocok rata

1 kuning telur

1 sdt susu cair

Cara masak:

1. Panaskan oven pada suhu 130°C, olesi loyang kue kering dengan margarin.

2. Kocok mentega dan margarin menggunakan mikser berkecepatan sedang hingga tercampur (± 1 menit). Turunkan kecepatan mikser, masukkan kuning telur, kocok sebentar hingga rata (± 1 menit).

3. Campur tepung terigu bersama keju edam, masukkan ke dalam mentega kocok secara bertahap. Aduk menggunakan sendok kayu atau spatula hingga rata. Jangan terlalu lama mengaduk supaya kue tidak keras.

4. Gilas adonan di antara dua lembar plastik hingga setebal 1 cm. Cetak menggunakan cetakan kaasstengels atau potong menggunakan pisau ukuran 1 x 5 cm.

5. Pindahkan adonan yang sudah dibentuk ke atas loyang sambil dirapikan bentuknya, beri jarak masing-masing 2 cm. Olesi permukaan adonan dengan bahan olesan, lalu taburi keju cheddar.

6. Masukkan loyang ke dalam oven, panggang hingga matang dan berwarna kuning kecokelatan (± 20 menit). Keluarkan kue dari oven, pindahkan ke rak kawat, dinginkan. (primarasa)

PUTERI SALJU 

Puteri Salju
Puteri Salju (Primarasa)

Tingkat kesulitan: mudah

Waktu memasak: 60 menit

Untuk: 1 kg

Bahan

Margarin, untuk olesan

200 g kacang tanah

370 g mentega/margarin

170 g gula bubuk

450 g tepung terigu

Taburan

200 g gula bubuk

Cara masak:

1. Panaskan oven pada suhu 160°C. Olesi loyang dengan margarin. Sangrai kacang tanah hingga matang, angkat, kupas kulit arinya, tumbuk kasar, sisihkan.

2. Kocok mentega/margarin dan gula bubuk hingga lembut, masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk. Setelah rata, masukkan kacang tanah, aduk rata.Simpan adonan di dalam lemari es 15-20 menit agar agak mengeras.

3. Keluarkan adonan dari lemari es, gilas setebak ½ cm. Cetak adonan bentuk bulan sabit bergaris tengah 4 cm.

4. Taruh di atas loyang, panggang selama 15-20 menit. Angkat, pindahkan kue ke rak kawat, dinginkan. Gulingkan dalam gula bubuk, aduk rata. (primarasa)

NASTAR 

Nastar
Nastar (Primarasa)

Tingkat kesulitan: mudah

Waktu memasak: 3 jam

Untuk: 450 g

Bahan

Margarin untuk olesan

Selai

750 g nanas kupas

4 butir cengkih

7 cm kayu manis

150 g gula pasir

Kulit

150 g mentega tawar

100 g margarin

75 g gula bubuk

1 kuning telur

¼ sdt vanili bubuk

350 g tepung terigu

50 g keju edam, parut halus

Olesan: kocok rata

1 kuning telur

1 sdt susu cair

Cara masak:

1.Selai: Parut nanas, masak bersama cengkih dan kayu manis di atas api sedang sambil diaduk hingga cairannya berkurang. Tambahkan gula, masak terus sambil diaduk hingga mengental dan cairannya habis, angkat, dinginkan.

2. Ambil ± ½ sdt selai, bentuk menjadi bulatan-bulatan kecil, sisihkan.

3. Kulit: Kocok mentega, margarin, dan gula menggunakan mikser berkecepatan sedang hingga tercampur (± 1 menit).

Kurangi kecepatan mikser, tambahkan telur dan vanili, kocok sebentar hingga rata, angkat. Masukkan tepung terigu secara bertahap, tambahkan keju, aduk rata dengan spatula.

4. Panaskan oven pada suhu 130°C. Olesi loyang kue kering dengan margarin. Ambil ± 1 sdt adonan, bentuk bulat seperti kelereng, pipihkan.

5. Taruh 1 bulatan selai di tengahnya, bulatkan kembali adonan hingga selai tertutup. Lakukan hal yang sama hingga adonan habis.

6. Taruh bulatan adonan di atas loyang, dan beri jarak 3 cm agar tidak saling menempel. Olesi permukaannya dengan campuran kuning telur.

7. Masukkan loyang ke dalam oven, panggang hingga kuning kecokelatan (± 25 menit), angkat. Pindahkan kue di atas rak kawat, biarkan hingga dingin. (primarasa)

SEMPRIT KEJU 

Semprit Keju
Semprit Keju (Sedap Sekejap)

Waktu: 60 Menit

Sajian: 400 Gram

Bahan:

280 gram tepung sagu, disangrai 10 menit dengan api kecil, timbang 260 gram

150 gram margarin

100 gram gula tepung

1/4 sendok teh garam

1 butir telur

50 gram susu cair

20 gram maizena

1/2 sendok teh baking powder

100 gram kacang tanah kupas bubuk

25 gram keju cheddar parut halus

Cara Membuat Semprit Sagu Kacang Keju:

1. Kocok mentega, gula tepung , dan garam 1 menit. Tambahkan telur dan krim kental. Kocok rata.

2. Masukkan tepung sagu, maizena, dan baking powder sambil diayak dan diaduk rata. Tambahkan almon. Aduk rata.

3. Masukkan adonan dalam plastik segitiga yang sudah diberi spuit. Semprotkan di atas loyang yang sudah dioles margarin bentuk bulat kerang. Taburkan keju permesan.

4. Oven dengan api bawah suhu 130 derajat Celcius 40 menit hingga matang.

(M25/Wartakotalive.com/sedapsekejap)

BERITA FOTO: Permintaan Kue Kering Lebaran 2020 Menurun, Ini Penyebabnya

Pengrajin mengaku permintaan kue kering di Jakarta, khususnya untuk Lebaran 2020, menurun drastis dibandingkan tahun lalu.

"Sebelum adanya pandemi Covid-19 permintaan kue kering masih relatif tinggi. Tapi sekarang sekarat, Mas," kata seorang pengrajin ketika sedang memproduksi kue kering di Kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2020).

 BERITA FOTO: Permintaan Kue Kering Melonjak Jelang Lebaran

Namun ia tidak merinci lebih jauh penurunan permintaan kue kering buatan pabrik rumahnya, kecuali disebutkannya biasanya sepekan Ramadan sudah kebanjiran order. (*)

Pengrajin sedang memproduksi kue kering di Kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2020).
Pengrajin sedang memproduksi kue kering di Kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2020). (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)
Pengrajin sedang memproduksi kue kering di Kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2020).
Pengrajin sedang memproduksi kue kering di Kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2020). (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)
Pengrajin sedang memproduksi kue kering di Kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2020).
Pengrajin sedang memproduksi kue kering di Kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2020). (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)
Pengrajin sedang memproduksi kue kering di Kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2020).
Pengrajin sedang memproduksi kue kering di Kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2020). (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)
Pengrajin sedang memproduksi kue kering di Kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2020).
Pengrajin sedang memproduksi kue kering di Kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2020). (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)
Pengrajin sedang memproduksi kue kering di Kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2020).
Pengrajin sedang memproduksi kue kering di Kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2020). (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Harga Bahan Kue Naik, Kue Kering Lebaran Produksi Ibu Anna Bogor Hanya Terima Pesanan

Momen paling ditunggu-tunggu saat Bulan Suci Ramadan yakni merayakan Hari Kemenangan, Hari Raya Idul Fitri.

Saat Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran kurang lengkap jika tak ada sajian aneka kue kering untuk dicicipi para kerabat dan teman.

Meski saat ini sedang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terkait virus corona, Anda tak usah khawatir kue kering tak ada yang mencicipi.

Kirim saja kue kering Anda ke kerabat atau teman sehingga mereka bisa ikut menikmati kue-kue Anda.

Jika Anda tak punya waktu untuk membuat sendiri kue-kue tersebut, Anda bisa memesannya.

Salah satu yang menyediakan pesanan kue kering untuk Lebaran yakni kue kering Ibu Anna.

 Ini Dia Kue Lebaran Tradisional Indonesia Sebelum Datangnya Era Kue Kering Eropa

 Ini Tip Membeli Kue Lebaran Nastar dan Putri Salju Tanpa Bahan Pengawet

Usaha produksi kue kering rumahan ini hanya muncul saat Bulan Suci Ramadan.

Kue kering Ibu Anna berlokasi di Bogor, tepatnya di kampung Pangarakan RT 016/RW 006 kelurahan Srogol kecamatan Cigombong.

Produk kue kering rumahan itu sudah berjalan empat tahun, khusus menyediakan kue Lebaran.

Wanita bernama asli Anah yang mengelola bisnis kue kering Ibu Anna. Dia menamakan bisnis rumahan itu sesuai nama panggilannya, Anna.

Mulai dari urusan dapur dan juga penjualan semuanya kelola sendiri oleh wanita berusia 46 tahun tersebut.

Terkadang, putri tunggalnya ikut membantu mengantarkan pesanan kue tersebut kepada pelanggan.

"Memang ini awalnya usaha iseng saja bukan tetap. Jualannya hanya bulan puasa saja. Jadi tak mengambil karyawan," ucap Anna saat ditemui di rumahnya, Bogor, Kamis (30/4/2020).

"Tapi kalau sedang ramai pesanan ada yang bantuin teman atau anak," ujar wanita yang juga pemilik kedai soto Ibu Anna ini.

Meskipun hanya usaha musiman saja, namun pesanan kue kering ibu Anna ini bukan hanya dari Bogor, melainkan Jakarta dan Bandung, Jawa Barat.

 Nastar dan Kastengel Masih Jadi Favorit Kue Lebaran

 Cara Praktis Membuat Choco Chips Cookies untuk Teman Lebaran

Kue Kering Ibu Anna
Aneka kue kering Ibu Anna, kastengel, nastar, dan putri salju.  (Warta Kota/Janlika Putri)

Nastar idola

Ada lima kue kering hasil buatannya yang ditawarkan kepada pelanggannya  yaitu  nastar, kastengel, putri salju, choco chip cookies, dan sagu keju.

Dari kelima produk kue kering buatannya, kue nastar yang menjadi idola masyarakat.

"Yang paling banyak dipesan itu adalah kue nastar. Kata orang-orang nastar di sini itu beda dan juga bikin kangen. Saya pakai keju pada bagian atas Nastarnya," ujarnya.

Menurut wanita yang gemar memasak sejak muda ini, kue-kue kering buatannya menggunakan bahan berkualitas.

Oleh karena itu, dia mematok harga tinggi untuk produknya sesuai dengan modal yang dikeluarkannya.

 Kreasi Kue Lebaran dari Sisa Brownies Ala Chef Nicky Tirta, Begini Cara Membuatnya

 Kue Kering Berbahan Olahan Tauco dari Cianjur, Perpaduan Komposisi Rasa Asin Gurih dengan Manis

Semua produk kue keringnya dikemas dalam toples mika ukuran 500 gram atau setengah kilogram.

Untuk chocochip cookies dibandrol  harga Rp 80.000, kue sagu keju dan putri salju Rp 82. 000.

Sedangkan nastar dan kastengel dipatok harga Rp 85.000.

"Harga tersebut belum termasuk ongkos antar. Ongkos antar ditanggung oleh pemesan kue sendiri. Tapi kalau dekat bebas ongkir," katanya.

Untuk promosi sendiri Anna mengandalkan dari mulut ke mulut. Dia belum memanfaatkan akun media sosial untuk mempromosikan kue keringnya.

Baru tahun ini dia dan putrinya mulai memasarkan kue lewat grup chat pada kerabat.

Anna juga mengatakan jika masyarakat iingin  memesan kue keringnya bisa langsung menghubunginya nomor telepon 0895330335387.

Sedangkan untuk  wilayah Jakarta bisa menghubungi putrinya, Desti, lewat nomor kontak 081290983148.

 Fakta-fakta Dibalik Kue Kering yang Kerap Dihidangkan saat Lebaran

 Ini Alasan Jatinegara Terkenal Sebagai Pusat Penjualan Kue Kering

Kue Kering Ibu Anna
Kue Kering Ibu Anna (Warta Kota/Janlika Putri)

Pesanan menurun

Untuk Bulan Suci Ramadan tahun ini, diakui Anna, pesanan kue kering agak menurun.

Ramadan tahun-tahun sebelumnya, dia selalu sibuk membuat pesanan pelanggan. Namun, Ramadan kali ini, dia agak santai karena pesanan berkurang.

"Tahun lalu bisa produksi sampai 100 toples lebih dalam sebulan. Setiap hari buat sampai sibuk sekali setiap harinya.," katanya.

Bahkan, sebelum puasa, dia sudah menerima pesanan. 

"Tahun ini corona sangat memengaruhi ya. Ini saja baru 11 toples yang dipesan dipertengahan puasa dengan menawarkankan sana sini," kata Anna.

Harga bahan pokok untuk membuat kue di pasaran juga dikeluhkan Anna lantaran harga naik sehingga harga produk kue keringnya ikut naik.

 Inilah Tip Membuat Kue Kering Bagus

Saat ini, dia hanya membuat kue kering berdasarkan pesanan, tidak membuat stok kue kering untuk menyiasati kerugian biaya produksi jika tidak laku terjual.

Kendati demikian, Anna tetap  bersyukur karena bekerja dan berjualan dengan senang hati.

"Saya berpendapat ini adalah sebuah ujian. Tidak semua bisnis itu selalu di atas, pasti ada kalanya di bawah."

Dia juga berusaha bersyukur karena masih ada yang memesan kue kering buatannya sekaligus bisa memanfaatkan waktu luang.

"Ada yang usahanya lebih menurun dari saya di luar sana karena wabah ini. Maka dari itu saya selalu bersyukur dan tetap bersemangat," ucap Anna.  

Kue Kering Berbahan Olahan Tauco dari Cianjur, Perpaduan Komposisi Rasa Asin Gurih dengan Manis

Masyarakat selama ini lebih mengenal tauco sebagai bumbu masakan dan sambal.

Namun di tangan Yeti Hernawati (42), oleh-oleh khas Cianjur itu kini tak lagi sebatas bumbu masakan dan sambal.

Ibu dua anak itu mampu mengolahnya menjadi kue kering.

 Istri Jualan Kue Kering, Zul Zivilia Menangis Membuat Keluarganya Tersiksa

Yeti pun menamai hasil kreasinya dengan nama Tauco Cookies atau kue kering berbahan olahan tauco.

Lantas seperti apa sulitnya memadukan bahan yang mememiliki rasa asin gurih itu, menjadi olahan kue kering yang identik dengan cita rasa manis?

Kompas.com menemuinya  di rumahnya di Jalan Mangunsarkoro Gang Melati RT 001 RW 005 Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (10/5/2019) siang,

Yeti menceritakan ide awal membuat Tauco Cookies tersebut.

Menurutnya, meskipun tauco sudah menjadi ikon Cianjur, namun ternyata tidak banyak warga Cianjur yang menyukainya.

“Karena itu saya ingin melakukan sesuatu yang berbeda pada tauco ini. Karena saya jualan kue, saya coba berekperimen membuat kue dengan campuran tauco,” katanya.

Yeti mengaku awalnya tidak yakin jika usaha coba-cobanya itu akan menjadi sesuatu yang inovatif seperti sekarang ini.

Kue kering berbahan olahan tauco merek Tauco Cookies
Kue kering berbahan olahan tauco merek Tauco Cookies (www.dwigie.com)

Apalagi ia harus berulang-ulang mencari komposisi takaran yang pas antara bahan baku kue pada umumnya dengan takaran tauco.

“Akhirnya jadi. Lalu saya buat tester dan minta pendapat ke saudara dan teman-teman, dan ternyata mereka suka. Setelah itu yah terus produksi hingga saat ini,” ujarnya.

Yeti menjelaskan untuk membuat kue kering dengan campuran tauco ini hal yang sulit adalah menakar komposisi.

Ia harus mampu menciptakan rasa yang pas antara asin gurihnya tauco dengan manisnya gula sebagai bahan dasar kue.

“Sekarang saya buat varian baru dengan bahan dasar tepung singkong. Alhamdulilah cukup mendapat respon positif dari pembeli,” kata Yeti yang mengaku mulai menekuni bisnis kulinernya ini sejak 2015.

Bulan Ramadhan tahun ini pun menjadi berkah tersendiri bagi Yeti karena ia kebanjiran order.

Menurutnya saat ini banyak pemesan yang ingin membuat parsel dengan toples-toples berisi Tauco Cookies buatannya itu.

“Kalau harganya kisaran Rp15.000 sampai Rp. 20.000 untuk kemasan karton. Kalau kemasan toples saya jual Rp35.000 hingga Rp. 40.000. Khusus untuk parcel harganya dibanderol per paket,” sebutnya.

Terkait pemasarannya sendiri, selain direct selling atau jual langsung, Yeti memanfaatkan media sosial.

Tak ayal, Tauco Cookies buatannya itu pun kini telah dikirim hingga keluar kota bahkan hingga ke luar negeri.

“Alhamdulilah, pemesan tak hanya dari Cianjur. Banyak juga dari luar daerah dan luar Jawa. Bahkan pernah ada pemesan dari Jepang, Belanda, Qatar, Turki, Thailand, Libya. Biasanya untuk oleh-oleh,” ucapnya.

Dua orang pembeli yang datang ke tempat Yeti menuturkan sengaja memesan Tauco Cookies untuk isi parcel lebaran nanti.

“Saya mau pesan untuk parcel lebaran. Buat oleh-oleh juga,” kata Iin Supartini (43) salah satu pembeli.

Pemesan lainnya, Dewi (41) mengaku Tauco Cookies punya cita rasa dan teksture yang lain dari lazimnya kue kering.

“Ada pengalaman baru merasakan kue yang tak melulu manis. Tapi ada rasa asin dan gurihnya juga,” ucapnya.

 Cianjur dan tauco adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya.

Bahkan tauco telah menjadi ikon tersendiri bagi Kabupaten Cianjur, sehingga tak berlebihan jika daerah yang berada di wilayah Jawa Barat itu dikenal dengan julukan Kota Tauco.

Dan kreasi Yeti melengkapi julukan itu.

 Tauco Legendaris Cianjur, Gunakan Guci Berusia Ratusan Tahun dan Proses Pembuatan Tiga Bulan

Merek Dagang

Dalam website http://www.dwigie.com,  DwiGie adalah produsen pertama pemilik ide original Tauco Cookies di Cianjur sejak Februari 2015.

Merek dagang mereka telah dipatentkan di Kementrian Hukum dan HAM.

Produk merekai telah mendapatkan serfifikasi resmi dari pemerintah dan MUI, serta telah melalui proses pengujian gizi dan ketahanan makanan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mencicipi Gurihnya Tauco Cookies, Oleh-oleh Khas Dari Cianjur".

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved