Senin, 27 April 2026

Bulan Suci Ramadan

Pedagang Daging Pasar Palmerah Mengeluh Sepinya Pembeli

Dua pedagang daging di Pasar Palmerah, Tanah Abang, Jakarta Pusat mengeluh sepinya pengunjung pasar hingga berimbas merosotnya omzet penjualan.

Warta Kota/Rizki Amana
Daging yang diletakkan pada salah satu lapak di Pasar Palmerah. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rizki Amana

WARTAKOTALIVE.COM, TANAH ABANG - Dua pedagang daging di Pasar Palmerah, Tanah Abang, Jakarta Pusat mengeluh sepinya pengunjung pasar hingga berimbas merosotnya omzet penjualan.

Ato (54) selaku pedagang daging Pasar Palmerah mengatakan penurunan pembeli semakin dirasakan sejak momen bulan suci Ramadan tiba.

"Malah cuman 30 persen (pengunjung) yang datang ke pasar)," kata Ato di lokasi, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2020).

BERITA FOTO: Begini Suasana Jakarta Usai Warga Berusia di Bawah 45 Tahun Diizinkan Beraktivitas

Ada 24 Narapidana Rutan Pondok Bambu Positif Covid-19 Hasil Rapid Test

Ini Dia 228 Unit Kendaraan yang Selundupkan Pemudik Dikandangkan Polisi, akan Disemprot Disinfektan

Ato (54) selaku pedagang daging Pasar Palmerah
Ato (54) selaku pedagang daging Pasar Palmerah (Warta Kota/Rizki Amana)

Ato yang telah berdagang daging sekitar 40 tahun ini mengaku sempat kebingungan untuk menawarkan harga yang tepat bagi pelanggannya.

Mengingat, harga daging yang mulai meranjak naik jelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Serta penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang masih diberlakukan di kawasan DKI Jakarta.

"Daging mau naik ini, dijual serba salah. Kita jual murah rugi, kita jual mahal gak ada yang beli. Jadi barang numpuk," jelasnya.

Keluhan sama turut dilontarkan pedagang daging lainnya terkait sepinya pembeli di tengah momen bulan ramadan tahun ini.

Kisah Soeharto Tutup Semua Jalan Prajurit Kopassus Sarwo Edhie Wibowo Naik Takhta, Ini Alasannya

Djoko Santoso Hidup Prihatin Sejak Kecil, Kadang Makan Kadang Tidak, Kata Adiknya

Dirlantas Polda Metro Jaya Heran Masih Ada Ojol Nekat Bawa Penumpang di Masa PSBB

Yudi (36) Pedagang Daging Sapi Pasar Palmerah
Yudi (36) Pedagang Daging Sapi Pasar Palmerah (Warta Kota/Rizki Amana)

Yudi (36) mengaku pembelian tahun ini tak sebanding dengan pembelian di bulan ramadan tahun lalu.

"Berkurang tahun ini. Mungkin karena PSBB dan warganya pada sudah pulang kampung," kata Yudi di lokasi.

Namun, hal itu tak membuatnya turut merenungi keadaan.

Rasa optimis dapat meraup penghasilan dapat tercapai jelang sepekan menuju Hari Raya Idul Fitri.

Kisah Putra Tarutung Sintong Panjaitan Sudah Gempur KKB Papua Sejak 1967, Ini Biodata dan Profilnya

Ada 3 Pulau di Indonesia Masuk Daftar Paling Populer Sedunia di Instagram, Bali di Peringkat Satu?

Impian Umrah Ribuan Jemaah Korban First Travel Terbuka Kembali, Ini Penjelasannya

Meski, Ia tak menampik akan diikuti oleh kenaikan harga daging sapi per kilogramnya.

"Mudah-mudahan saja (meningkat), karena ini kan kebutuhan juga. Sudah tradisi juga kebutuhan daging," jelasnya.

Diketahui, harga daging sapi saat ini berkisar Rp 118.787 hingga Rp. 120.000 per kilo gram.

Adapun para pedagang memprediksi akan meningkat jelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini. (m23)

DKI Gelar Program Pangan Murah: Harga Daging Sapi Dijual Rp 35.000/Kg, Daging Ayam Rp 8000/Kg

Pemprov DKI Jakarta melalui Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menyediakan pangan murah bagi masyarakat.

SKPD yang terlibat adalah Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, sedangkan BUMD adalah Bank DKI, PT Food Station Tjipinang Jaya, PD Dharma Jaya dan Perumda Pasar Jaya.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini dalam keterangan tertulisnya mengatakan, program ini berlangsung setiap bulan.

Barang yang dijual beragam di antaranya daging sapi seharga Rp 35.000 per kilogram, daging kerbau Rp 30.000 per kilogram, daging ayam Rp 8.000 per kg, telur ayam Rp 10.000 per 15 butir, beras Rp 30.000 per lima kg, ikan kembung Rp 13.000 per kg, dan susu UHT Rp 30.000 per karton.

“Program ini menyasar kelompok masyarakat tertentu, antara lain pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Pekerja Jakarta (KPJ), Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan Pegawai Harian Lepas (PHL) dengan pendapatan UMP, Guru Honorer/Tenaga pendidik NON PNS, serta penghuni rusun milik Pemprov DKI Jakarta,” kata Herry.

 TAK Ada Sepatah Katapun Terucap, Hanya Lambaian Tangan dan Isyarat Kegetiran Hidup Lucinta Luna

 BREAKING NEWS: Diduga Jatuh dari Apartemen, Anak Karen Pooroe Meninggal Dunia

 Viral Video Mesum di Pasuruan Ternyata Dibuat Suami yang Jual Istrinya Dipakai Rame-rame

Adapun lokasi penyaluran Pangan Murah Jakarta itu digelar setiap hari Senin hingga Sabtu dari pukul 08.00 – 17.00 WIB.

Lokasinya di gerai Dharma Jaya, pasar-pasar kelolaan Perumda Pasar Jaya, JakGrosir, JakMart dan Gerai Kewirausahaan Terpadu.

Selain itu, Program Pangan Murah Jakarta juga bisa dikunjungi di sejumlah rusun dan RPTRA yang telah dijadwalkan Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta.

Untuk pemerataan distribusi, Herry menjelaskan, terdapat mekanisme transaksi subsidi pangan, yakni penerima subsidi hanya berhak mendapat satu jenis komoditi dalam sebulan dan dapat bertransaksi di hari berikutnya untuk komoditi yang belum ditransaksikan.

 Mencari Keadilan, Karen Pooroe Siap Otopsi Jenazah Zefania Carina? Ini Penjelasannya

Kemudian komoditi tidak bersifat akumulatif dan komoditi susu hanya diperuntukkan bagi pemegang KJP Plus.

Lalu penerima subsidi hanya berhak memilih salah satu daging sapi atau kerbau.

Terakhir, PJLP Pemprov DKI Jakarta sudah harus terdaftar terlebih dahulu sebelum bertransaksi.

“Program Pangan Murah ini terbukti telah menjadi instrumen pengendali inflasi yang efektif serta dapat menjadi program percontohan untuk diterapkan di seluruh Indonesia,” ujarnya.

 TERUNGKAP, Syifa Hadju Ternyata Masih Simpan Kalung Emas Pemberian dari Angga Yunanda

Karenanya, Bank DKI dan BUMD terkait akan menyampaikan sharing implementasi Sinergi BUMD untuk mensukseskan program ini pada seminar nasional BPD seluruh Indonesia.

Acara yang dikemas berupa Undian Nasional Tabungan Simpeda periode ke-2 Tahun XXX Bank DKI-2020 akan digelar di Mercure Ancol, Jakarta Utara pada 22 Februari 2020.

“Untuk memudahkan transaksi perbankan, kami mengimbau agar penerima subsidi pangan dapat mendownload JakOne Mobile. Melalui JakOne Mobile, penerima subsidi akan dimudahkan dalam pengecekan saldo dan history transaksi yang dilakukan”, tambah Herry.

 Dalam Sidang, Rey Utami Sebut Barbie Kumalasari Suruh Galih Bicara Soal Ikan Asin

Selain itu, transaksi perbankan lainnya seperti tagihan telepon, tagihan PDAM, token listrik, BPJS Kesehatan, Zakat, Tiket Pesawat atau Kereta Api, pembayaran pajak PBB dan Pajak Kendaraan Bermotor Tahunan juga dapat dilakukan melalui JakOne Mobile. (faf)

Harga Daging Sapi Bertahan Rp 140.000 per Kilogram di Pasar Baru Bekasi

Asep mengatakan, kenaikan harga daging sapi merupakan hal yang wajar apalagi saat momen menjelang Lebaran.

Harga daging sapi di Pasar Baru Bekasi, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, masih bertahan di harga Rp 130.000-Rp 140.000 per kilogram.

Harga ini naik sebesar Rp 10.000-Rp 20.000 dibanding harga normal yang mencapai Rp 120.000 per kilogram.

Salah seorang penjual daging sapi di Pasar Baru Bekasi, Asep Supriadi (25), mengatakan, harga daging sapi saat ini sudah menembus Rp 140.000 per kilogram.

 Mudik Lebaran, Apa Kabar Simpang Jomin?

Pada Senin (3/6/2019) atau H-2 daging sapi masih dijual Rp 130.000 per kilogram.

"Sekarang daging sapi naik lagi Rp 10.000 jadi Rp 140.000 dibanding hari kemarin (Senin, 3/6/2019)," kata Asep, Selasa (4/6/2019).

Asep mengatakan, kenaikan harga daging sapi merupakan hal yang wajar apalagi saat momen menjelang Lebaran.

Selain itu, kenaikan harganya juga sudah mulai terjadi di tempat pemotongan hewan sampai kepada penjual daging sapi di pasar.

 Di Balik Megahnya Kantor Google, Ternyata Ada Perbedaan Status Karyawan

"Dari tukang jagal harganya juga memang sudah naik, jadi untuk menyesuaikan kenaikannya itu, terpaksa kami ikuti (naik harga)," kata Asep.

Berbeda dengan Asep, Ari Permana (41) penjual daging sapi lainnya di Pasar Baru Bekasi justru menjual daging seharga Rp 130.000 per kilogram.

Alasannya untuk menghabiskan stok daging sapi yang dipotong kemarin atau Senin (3/6/2019).

"Hari Senin (3/6/2019) harganya sudah Rp 140.000 per kilogram, dan sekarang kami turunin harganya Rp 10.000 untuk menghabiskan stok kemarin," ujar Ari.

 Masalah Boeing 737 Max Belum Selesai, Ada Ancaman Baru Boeing 737 Lainnya

Ari mengatakan, kenaikan harga daging sapi sudah terjadi sejak H-3 lalu.

Saat itu daging sampi naik menjadi Rp 125.000 per kilogram, lalu naik Rp 130.000 hingga menembus Rp 140.000 per kilogram.

"Kalau di pasar rata-rata penjual matokin harganya Rp 130.000-Rp 140.0000. Sejauh ini belum ada yang jual sampai Rp 150.000 di pasar ini," katanya.

Dia memprediksi harga daging sapi akan kembali normal pada H+3 lebaran.

Saat itu harga daging sapi sudah turun menjadi Rp 120.000 per kilogram.

 Dampak Perang Dagang, Penjualan iPhone di China Langsung Anjlok di Kuartal Pertama

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved