Bulan Suci Ramadan
Pedagang Daging Pasar Palmerah Mengeluh Sepinya Pembeli
Dua pedagang daging di Pasar Palmerah, Tanah Abang, Jakarta Pusat mengeluh sepinya pengunjung pasar hingga berimbas merosotnya omzet penjualan.
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rizki Amana
WARTAKOTALIVE.COM, TANAH ABANG - Dua pedagang daging di Pasar Palmerah, Tanah Abang, Jakarta Pusat mengeluh sepinya pengunjung pasar hingga berimbas merosotnya omzet penjualan.
Ato (54) selaku pedagang daging Pasar Palmerah mengatakan penurunan pembeli semakin dirasakan sejak momen bulan suci Ramadan tiba.
"Malah cuman 30 persen (pengunjung) yang datang ke pasar)," kata Ato di lokasi, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2020).
• BERITA FOTO: Begini Suasana Jakarta Usai Warga Berusia di Bawah 45 Tahun Diizinkan Beraktivitas
• Ada 24 Narapidana Rutan Pondok Bambu Positif Covid-19 Hasil Rapid Test
• Ini Dia 228 Unit Kendaraan yang Selundupkan Pemudik Dikandangkan Polisi, akan Disemprot Disinfektan
Ato yang telah berdagang daging sekitar 40 tahun ini mengaku sempat kebingungan untuk menawarkan harga yang tepat bagi pelanggannya.
Mengingat, harga daging yang mulai meranjak naik jelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
Serta penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang masih diberlakukan di kawasan DKI Jakarta.
"Daging mau naik ini, dijual serba salah. Kita jual murah rugi, kita jual mahal gak ada yang beli. Jadi barang numpuk," jelasnya.
Keluhan sama turut dilontarkan pedagang daging lainnya terkait sepinya pembeli di tengah momen bulan ramadan tahun ini.
• Kisah Soeharto Tutup Semua Jalan Prajurit Kopassus Sarwo Edhie Wibowo Naik Takhta, Ini Alasannya
• Djoko Santoso Hidup Prihatin Sejak Kecil, Kadang Makan Kadang Tidak, Kata Adiknya
• Dirlantas Polda Metro Jaya Heran Masih Ada Ojol Nekat Bawa Penumpang di Masa PSBB
Yudi (36) mengaku pembelian tahun ini tak sebanding dengan pembelian di bulan ramadan tahun lalu.
"Berkurang tahun ini. Mungkin karena PSBB dan warganya pada sudah pulang kampung," kata Yudi di lokasi.
Namun, hal itu tak membuatnya turut merenungi keadaan.
Rasa optimis dapat meraup penghasilan dapat tercapai jelang sepekan menuju Hari Raya Idul Fitri.
• Kisah Putra Tarutung Sintong Panjaitan Sudah Gempur KKB Papua Sejak 1967, Ini Biodata dan Profilnya
• Ada 3 Pulau di Indonesia Masuk Daftar Paling Populer Sedunia di Instagram, Bali di Peringkat Satu?
• Impian Umrah Ribuan Jemaah Korban First Travel Terbuka Kembali, Ini Penjelasannya
Meski, Ia tak menampik akan diikuti oleh kenaikan harga daging sapi per kilogramnya.
"Mudah-mudahan saja (meningkat), karena ini kan kebutuhan juga. Sudah tradisi juga kebutuhan daging," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/daging-yang-diletakkan-pada-salah-satu-lapak-di-pasar-palmerah120503.jpg)