Bulan Suci Ramadan
Pedagang Daging Pasar Palmerah Mengeluh Sepinya Pembeli
Dua pedagang daging di Pasar Palmerah, Tanah Abang, Jakarta Pusat mengeluh sepinya pengunjung pasar hingga berimbas merosotnya omzet penjualan.
Asep mengatakan, kenaikan harga daging sapi merupakan hal yang wajar apalagi saat momen menjelang Lebaran.
Selain itu, kenaikan harganya juga sudah mulai terjadi di tempat pemotongan hewan sampai kepada penjual daging sapi di pasar.
• Di Balik Megahnya Kantor Google, Ternyata Ada Perbedaan Status Karyawan
"Dari tukang jagal harganya juga memang sudah naik, jadi untuk menyesuaikan kenaikannya itu, terpaksa kami ikuti (naik harga)," kata Asep.
Berbeda dengan Asep, Ari Permana (41) penjual daging sapi lainnya di Pasar Baru Bekasi justru menjual daging seharga Rp 130.000 per kilogram.
Alasannya untuk menghabiskan stok daging sapi yang dipotong kemarin atau Senin (3/6/2019).
"Hari Senin (3/6/2019) harganya sudah Rp 140.000 per kilogram, dan sekarang kami turunin harganya Rp 10.000 untuk menghabiskan stok kemarin," ujar Ari.
• Masalah Boeing 737 Max Belum Selesai, Ada Ancaman Baru Boeing 737 Lainnya
Ari mengatakan, kenaikan harga daging sapi sudah terjadi sejak H-3 lalu.
Saat itu daging sampi naik menjadi Rp 125.000 per kilogram, lalu naik Rp 130.000 hingga menembus Rp 140.000 per kilogram.
"Kalau di pasar rata-rata penjual matokin harganya Rp 130.000-Rp 140.0000. Sejauh ini belum ada yang jual sampai Rp 150.000 di pasar ini," katanya.
Dia memprediksi harga daging sapi akan kembali normal pada H+3 lebaran.
Saat itu harga daging sapi sudah turun menjadi Rp 120.000 per kilogram.
• Dampak Perang Dagang, Penjualan iPhone di China Langsung Anjlok di Kuartal Pertama
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/daging-yang-diletakkan-pada-salah-satu-lapak-di-pasar-palmerah120503.jpg)