Virus Corona Jabodetabek

Kritik Penanganan Corona DKI Berbuntut Polemik, BEM UHAMKA Tarik Diri dari Aliansi BEM DKI

BEM UHAMKA juga menyatakan tegas keluar dari Aliansi BEM DKI terhitung Senin, 6 April 2020

Warta Kota
Aliansi BEM Jakarta Bersuara saat menggelar konferensi pers bertajuk "Lockdown Solusi atau Politisasi" di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (4/ 20/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) universitas memberikan klarifikasi atas pernyataan Aliansi BEM DKI Bersuara yang menggelar jumpa pers pada Sabtu (4/4/2020) lalu.

Aliansi ini sebelumnya mengaku terdiri dari BEM Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), BEM Uhamka, Kalbis Institute, BEM Jayabaya, BEM Esa Unggul, BEM Trilogi dan BEM Universitas Binawan.

Konferensi pers bertajuk "Lockdown Solusi atau Politisasi?" banyak menyoroti penanganan pandemi Virus Corona di wilayah Pemprov DKI Jakarta.

Pro Kontra Lockdown DKI Jakarta, Aliansi BEM Jakarta Bersuara Minta Gubernur Tak Politisasi Covid-19

Aliansi BEM Jakarta Bersuara Nilai Fasilitas Hotel Bintang Lima Untuk Tenaga Medis Berlebihan

Beberapa point yang dikritik aliansi tersebut seperti permohonan karantina wilayah Gubernur Anies Baswedan ke pemerintah pusat yang dinilai bernuansa politis, mempertanyakan kesiapan, koordinasi dan peran serta yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta sebelum melakukan permintaan lockdown kepada pemerintah pusat.

Kemudian mempertanyakan harga Alat Perlengkapan Diri (APD) dan berbagai bentuk kelengkapan pencegahan virus di Jakarta, termasuk mahalnya harga yang dijual oleh PD Pasar Jaya.

Lalu aliansi juga menyoroti hotel bintang lima bagi tenaga medis yang dinilai berlebihan.

Melalui unggahannya di sosial media Instagram @bemuhamka, Presiden Mahasiswa Ronaldo Zulfikar Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) meminta maaf atas statemen dirinya yang menimbulkan kegaduhan.

Ia juga menyatakan menarik segala pernyataannya yang menimbulkan polemik.

"Mencabut pernyataan yang mengakibatkan polemik polemik serta bertentangan dengan semangat UHAMKA dalam mendukung Pemerintah Pusat, PP Muhammadiyah dan Pemprov DKI Jakarta dalam pencegahan dan penanggulangan Covid-19," tulis pernyataan itu.

Ngeri, 300 Jenazah Covid-19 Tergeletak di Jalanan Ekuador, Kontainer Jadi Kamar Mayat Darurat

Pasukan Bela Diri Jepang Mulai Dikerahkan ke Jalanan Jelang Deklarasi Darurat Nasional Covid-19

BEM UHAMKA juga menyatakan tegas keluar dari Aliansi BEM DKI terhitung Senin, 6 April 2020.

Halaman
1234
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved