Aksi Terorisme

660 WNI Jadi Teroris Lintas Batas, Pemerintah Masih Bingung Mau Dipulangkan Atau Tidak

Sebanyak 660 warga negara Indonesia (WNI) terindikasi bergabung sebagai teroris di negara lain, alias foreign terrorist fighter (FTF).

660 WNI Jadi Teroris Lintas Batas, Pemerintah Masih Bingung Mau Dipulangkan Atau Tidak
ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI/kompas.com
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyampaikan sambutan di sela penyerahan kompensasi secara simbolis kepada keluarga korban tindak pidana terorisme di Kemenkopolhukam, Jakarta, Jumat (13/12/2019). Pemerintah menyalurkan bantuan kompensasi kepada empat korban tindak pidana terorisme yang terjadi di Tol Kanci-Pejagan, korban di Cirebon dan satu orang korban penyerangan terorisme di Pasar Blimbing, Lamongan yang terjadi tahun 2018. 

MENKO Polhukam Mahfud MD mengungkapkan, sebanyak 660 warga negara Indonesia (WNI) terindikasi bergabung sebagai teroris di negara lain, alias foreign terrorist fighter (FTF).

Menurut Mahfud MD, mereka tersebar di beberapa negara, yakni Afghanistan, Suriah, dan Turki.

"Ada sekitar 660 ya, terduga teroris pelintas batas yang ada di berbagai negara," katanya di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2020).

Bakal Segera Akhiri Masa Jomblo, Anies Baswedan Minta Cawagub DKI Ikuti Visi dan Misinya

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini mengatakan, sebagian dari mereka berniat kembali ke Tanah Air.

Namun, ia menyebut pemulangan mereka masih di kategorikan. Seperti, anak-anak yatim atau memulangkan perempuan dan anak-anak.

Mahfud MD belum bisa memastikan kepulangan WNI itu, karena masih didiskusikan lebih lanjut.

DUA Remaja Begal Sopir Truk, Hasilnya untuk Mabuk Lem Aibon

"Itu tadi diskusikan. Apakah itu mau dipulangkan apa tidak? Kalau dipulangkan, dipulangkan semua atau tidak," ucap Mahfud MD.

Ia juga mengatakan, pemulangan para WNI ini tidak mudah.

Sebab, prinsip konstitusi Indonesia, seseorang dilarang tak punya kewarganegaraan.

PKS Sempat Tahan dan Minta Gerindra Tunda Umumkan Dua Nama Baru Cawagub DKI karena Alasan Ini

"Tidak boleh di dalam konstitusi."

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved