Kasus Investasi Qnet

Website Qnet Diduga Dirancang Untuk Praktek Penipuan Lintas Negara

Website Qnet Diduga Dirancang Untuk Praktek Penipuan Lintas Negara. Simak selengkapnya.

WARTA KOTA/THEO YONATHAN SIMON LATURIUW
Penetapan 14 Tersangka Qnet, Senin (4/11/2019). 

PENYIDIK Polres Lumajang terus memperoleh dugaan terbaru terkait pelanggaran pidana dalam investasi skema piramida Qnet.

Polisi kini menduga bahwa website Qnet di http:/www.qnet-indonesia.co.id dibuat hanya sebagai kedok agar mendapatkan ijin SIUPL di Indonesia.

"Website ini berkamuflase sesuai dengan sistem matahari dan aturan perpajakan yang berlaku di Indonesia," kata Kapolres Lumajang, Muhammad Arsal Sahban ketika dihubungi, Kamis (21/11/2019).

UPDATE Pedagang Jajanan Diperiksa Dinkes Pasca Ratusan Siswa SMPN 20 Depok Terjangkit Hepatitis A

Arsal mengatakan, Indoneisa hanya memberikan izin penjualan langsung dengan sistem matahari.

Sedangkan praktek penjualan langsung dengan sistem binari tidak diizinkan.

Cara Qnet beroperasi di Indonesia diketahui adalah sistem binari, bukan matahari.

"Di SIUPL nya dia memang pakai sistem matahari. Tapi prakteknya yang dijalankan ternyata sistem binari," kata Arsal.

Lalu bagaimana website Qnet diduga dirancang untuk menipu lintas negara?

Arsal menjelaskan bahwa pada prakteknya para member Qnet tidak akan mengakses website http:/www.qnet-indonesia.co.id.

Kini Nasabah Bank Muamalat Bisa Bayar Kontribusi Asuransi Prudential via Autodebit

Tapi para memberi diarahkan untuk mengakses website http://www.qnet.net.

Di portal http://www.qnet.net, sistem yang dioperasikan adalah sistem binari yang ilegal, bukan sistem matahari yang legal.

"Portal atau website ini mereka sebut dengan world plan, situs ini yang berjalan secara cross border antar negara dengan menerapkan sistem binari/piramida," jelas Arsal.

Saat ini polisi sudah menetapkan 14 tersangka dalam kasus ini. 

Satu tersangka telah ditahan, 13 lainnya masuk daftar pencarin orang.

Para tersangka merupakan direksi dari OT QNII (pemilik brand Qnet), dan PT Amoeba International, mitra usaha PT QNII.

 Rizal Ramli Tak Mau Ahok Jadi Pejabat BUMN: Dia Cuma Bisa Bikin Kehebohan, Jelekin BUMD

Dugaan Sumpah Palsu

Sementara itu, sebelumnya, Kepala Dusun (Kadus) diduga melakukan sumpah palsu dalam sidang pra peradilan kasus investasi Qnet di Pengadilan Negeri Lumajang, beberapa waktu lalu. 

Saksi Kadus yang diduga melakukan sumpah palsu berinsial SY. 

Dalam sidang pra peradilan, SY mengaku melihat uang dengan jumlah sekitar Rp 50 jutaan saat polsisi menggeledah rumah Karyadi di Kota Madiun, Jawa Timur. 

Dini Purwono Jadi Staf Khusus Jokowi, Pernah Berhubungan Kasus Ahok Berpengalaman di Bidang Hukum

Namun uang itu ternyata tidak ada dalam daftar barang bukti penyidik Polres Lumajang. 

Sehingga seolah-olah penyidik Polres Lumajang telah menggelapkan uang dengan jumlah sekitar senilai Rp 50 juta tersebut.

Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, mengatakan, dalam persidangan SY sempat dicecar terkait segepok uang yang diperkirakan berjumlah Rp 50 juta tersebut. 

Saat dicecar soal apakah SY melihat penyidik mengambil uang itu, ujar Arsal, SY justru kelihatan kebingungan dan mengatakan hanya mendapat informasi dari orang lain saja. 

“Saksi yang kami duga memberikan kesaksian palsu di sidang pengadilan pada saat pra peradilan kasus QNet akan kami sidik. Sebab memberikan kesaksian palsu dibawah sumpah diancam 7 tahun penjara” tegas Arsal yang menyelesaikan gelar S3 di Universitas Padjajaran Kota Bandung.

Rizal Ramli Tak Mau Ahok Jadi Pejabat BUMN: Dia Cuma Bisa Bikin Kehebohan, Jelekin BUMD

Menurut Arsal, pihaknya sudah memeriksa rekaman video pada saat penggeledahan di rumah tersangka Karyadi, dan dapat membuktikan bahwa tidak ada segepok uang di dalam brankas. 

"Apalagi saat itu brankas dalam keadaan terbuka sehingga kami dapat yakinkan bahwa keterangan yang diberikan oleh bapak Supriyanto selaku kepala dusun Singgahan adalah keterangan palsu” ujar Arsal.

Arsal mengatakan kini pihaknya sudah memanggil SY untuk dimintai keterangannya. 

“Kalau dia tidak hadir, pasti penyidik tim cobra akan mengejar yang bersangkutan untuk pertanggungjawaban ucapannya. Mungkin saja ada konspirasi dibelakangnya untuk merusak kredibilitas Tim Cobra dan juga untuk menghancurkan kontruksi penyidikan kami dalam kasus Q-NET” ujar Arsal.

Status Dihentikan

Sementara itu, kini PT QN International Indonesia (PT QNII) atau Qnet sudah diberhentikan status keanggotaannya di Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI).

PT QNII adalah pemilik brand Qnet yang tengah diduga terlibat pidana bisnis skema piramida.

Kasus tersebut tengah diusut Polres Lumajang dan sejauh ini sudah menetapkan 14 tersangka.

 Polres Lumajang Menangkan Pra Peradilan Dalam Kasus Investasi Qnet

Ke-14 tersangka adalah direksi Qnet, dan mitra usahanya, PT Amoeba International.

Bisnis skema piramida tersebut diduga melakukan praktek penipuan, dan membuat banyak orang merugi.

Ketua APLI, Kany Soemantoro, membenarkan diberhentikannya status PT QNII atau Qnet sebagai anggota APLI.

"Keputusan ini berdasarkan hasil rapat dewan komisioner tanggal 8 November kemarin," kata Kany ketika dihubungi Warta Kota, Minggu (10/11/2019).

 Polres Lumajang Tambah 2 Tersangka di Kasus Investasi Qnet, Total Sudah 14 Tersangka

Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, menyambut baik keputusan APLI.

“Tapi kami juga masih kecewa terhadap APLI karena kami lihat belum benar-benar serius membersihkan asosiasinya dari perusahaan money games," kata Arsal.

Hal itu, kata Arsal, terlihat dari pernyataan sikap APLI yang mengeluarkan PT QNII hanya karena terlibat pelanggaran hukum.

"Seharusnya APLI berani mengeluarkan PT QNII karena berbagai pelanggaran yang dilakukan," kata Arsal.

Antara lain, ujar Arsal, perusahaan tersebut melanggar kode etik perusahaan, seperti mengedarkan alat kesehatan tanpa izin edar.

 Komentar Luhut Pandjaitan Saat Dimintai Komentar Tentang Sosok Prabowo Oleh Jokowi, Mantap Pak

Berikutnya Qnet mendistribuskan produk dengan sistem penjualan langsung padahal PT QNII tidak memiliki hak distribusi ekslusif dari pemilik merek.

Selain itu, kata Arsal, PT QNII juga menjalankan marketing plan yang tidak terdaftar di kementerian perdagangan.

"Sistem inilah yang kemudian digunakan sebagai sarana money games dengan konsep skema piramida," kata Arsal.

Lebih lanjut, kata Arsal, pemberhentian status keanggotaan Qnet di APLI ini akan diteruskan kepada Satgas Waspada Investasi Kemendag.

 HARI Pahlawan, Video Ini Ungkap Asal Usul Nama Jokowi setelah 20 Th, Ternyata Bukan Dari Orangtua

"Satgas Waspada Investasi nanti bisa menetapkan blaclist terhadap Qnet," ujar Arsal.

"Kalau sudah masuk blaclist. Itu wajib diberantas berarti Qnet," tegas Arsal.

Menurut Arsal, sistem skema piramida yang dijalankan Qnet lewat mitra usahanya cenderung merugikan masyarakat yang ada di bagian bawah piramida.

Apalagi dalam mencari member baru, para member lama melakukan cara yang tidak etis.

Mereka mendorong calon member untuk berhutang, menggadaikan barang, dan menjual barang.

 106 Bintara Dan 499 Tamtama Remaja Korps Marinir Resmi Sandang Baret Ungu

Menang Pra Peradilan

Sebelumnya, Polres Lumajang memenangkan 2 gugatan Pra Peradilan dalam kasus investasi Qnet, Rabu (6/11/2019).

Total ada 2 Pra Peradilan dalam kasus menyangkut bisnis skema piramida ini.

Pertama, pra peradilan yang diajukan 2 saksi, yakni Niswatul Munarah dan Fawa'id.

 Ini 3 Perusahaan yang Diduga Berada di Balik Bisnis Skema Piramida Qnet, Simak Peranannya

Kedua, pra peradilan yang diajukan tersangka Karyadi.

Namun Hakim menolak permohonan kedua pra peradilan tersebut dalam sidang putusan pada Rabu (6/11/2019).

"Kami yakin menang sejak awal pra peradilan ini dimulai," kata Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban, Rabu (6/11/2019) siang.

Arsal berjanji akan menuntaskan kasus ini.

"Korban bisnis skema piramida Qnet ini banyak. Kasihan masyarakat," ujar Arsal.

Sedangkan menyangkut gugatan Rp 11 miliar di PN Kediri terhadap Polres Lumajang, Arsal tidak takut.

"Kami lagi-lagi yakin menang untuk gugatan perdata itu," ujar Arsal.

 NEKAT! Gadis 11 Tahun Cungkil Mata Buaya, Teman-Temannya yang Menyaksikan Berteriak Histeris

14 Tersangka

Sementara itu, Penyidik Polres Lumajang memiliki dugaan dan bukti kuat terkait keterlibatan 3 perusahaan dalam bisnis skema piramida Qnet

"Makanya kami berani tetapkan tersangka untuk para direksi ketiga perusahaan tersebut," ujar Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban, ketika dihubungi Warta Kota, Selasa (5/11/2019). 

Saat ini, kata Arsal, pihaknya sudah menetapkan 14 tersangka. 

 Polres Lumajang Tambah 2 Tersangka di Kasus Investasi Qnet, Total Sudah 14 Tersangka

Seluruhnya berstatus direksi ketiga perusahan tersebut. 

Ketiga perusahaan itu adalah PT QN International Indonesia (Qnet), PT Amoeba Internasional, dan PT Wira Muda Mandiri.

Arsal menduga, ketiga perusahaan ini berbagi peran terkait bisnis skema piramida Qnet.

Dugaan Arsal, PT QNII (pemilik brand Q-NET) berperan untuk mengurus legalitas perusahaan dengan memanfaatkan celah hukum yang berada di Indonesia.

Hal itu membuat PT QNII  akhirnya mampu masuk dalam keanggotaan APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia) dan memiliki surat izin usaha perdagangan langsung yang dikeluarkan oleh Deperindag.

Sedangkan PT Amoeba Internasional, ujar Arsal, berperan untuk mendistribusikan barang tersebut kepada customer.

 Digugat Rp 100 Miliar, Polres Lumajang Justru Tersangkakan 11 Orang Lagi di Kasus Investasi Qnet

Namun, ujar Arsal, barang didistribusikan dalam bisnis skema piramida yang dijalankan PT Amoeba. 

Di mana member bisnis skema piramida harus membeli produk amescua PT QNII sebagai syarat pendaftaran.

Setelah membeli barang jenis amescua itu, barulah member bisa ikut serta dalam bisnis skema piramida, dan mendapatkan keuntungan dari sana. 

"Amescua ini alat kesehatan. Kami sedang lacak ijin edarnya. Sebab disebutnya ini alat kesehatan," kata Arsal. 

Lebih lanjut, Arsal mengatakan, cara-cara yang ditempuh PT Amoeba untuk membuat orang ikut serta di bisnis piramida cenderung tak wajar.

 Jelang Operasi Pemisahan Ardi dan Ardan, Air Mata Hesti Tumpah Ceritakan Kedua Buah Hatinya

Arsal mengatakan, member bisnis skema piramid Qnet seluruhnya mengenal istilah UGD yaitu Utang, Gadai, Dol (jual).

"Para calon member di paksa untuk mencari utangan ke teman, kesaudara atau bahkan ke bank. Kalau tidak dapat utangan mereka diajarkan untuk menggadaikan atau menjual harta benda yang mereka miliki, dengan iming-iming akan berlipat ganda harta yang mereka dapatkan," ucap Arsal.

Berikutnya, kata Arsal, PT Wira Muda Mandiri bertugas untuk menampung dana dari customer baru yang ingin bergabung.

"Pembayaran-pembayaran oleh member yang baru bergabung di transfer kepada senior membernya, dan dari senior membernya lah yang akan mentransfer ke PT Wira Muda Mandiri," kata Arsal. (cc)

 Videonya Viral, Pemalak Sopir Dengan Sajam di Jembatan Tiga Dibekuk Polisi

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved