Breaking News:

Kasus Investasi Qnet

Polres Lumajang Tambah 2 Tersangka di Kasus Investasi Qnet, Total Sudah 14 Tersangka

Polres Lumajang Tambah 2 Tersangka di Kasus Investasi Qnet, Total Sudah 14 Tersangka. Simak selengkapnya.

WARTA KOTA/THEO YONATHAN SIMON LATURIUW
Penetapan 14 Tersangka Qnet, Senin (4/11/2019). 

POLRES Lumajang kembali menetapkan 2 tersangka baru dalam kasus investasi Qnet, Senin (4/11/2019). 

Sehingga kini total penyidik sudah menetapkan 14 tersangka dalam kasus dugaan investasi bodong tersebut.

Penetapan 14 tersangka ini dilakukan di tengah gugatan perdata Rp 100 miliar, dan pra peradilan yang dilakukan para tersangka lewat kuasa hukumnya.

Digugat Rp 100 Miliar, Polres Lumajang Justru Tersangkakan 11 Orang Lagi di Kasus Investasi Qnet

"Kami sudah bisa mengurai peran masing-masing perusahaan, baik PT Amoeba International maupun PT QN International Indonesia (Qnet)," ujar Arsal saat konpers penetapan tersangka di Satreskrim Polres Lumajang, Senin (4/11/2019).

Makanya, kata Arsal, pihaknya kemudian memilih menetapkan direksi PT Amoeba maupun Qnet sebagai tersangka. 

"14 tersangka ini seluruhnya direksi di PT Amoeba dan Qnet," ujar Arsal. 

Pihaknya, kata Arsal, menduga Qnet melakukan pembiaran terhadap PT Amoeba dalam menjalankan bisnis skema piramida. 

Keyakinan itu juga semakin kuat setelah penyidik menggeledah gudang Qnet di Sona Topas Tower di Jakarta Selatan. 

Mereka yang menjadi tersangka saat ini dijerat dengan pasal berlapis. Mulai dari pasal penipuan, UU perdagangan terkait skema piramida, dan pasal 105 UU kesehatan.

"Berikutnya akan kami proses juga tindak pidana pencucian uangnya. Dan itu bisa anggota keluarga para direksi ikut terseret menjadi tersangka," ujar Arsal.

 Konser Karya Semesta di Stadion Wibawa Mukti Ditunda Promotor, Iwan Fals Tuliskan Permohonan Maaf

Sementara itu, terkait proses peradilan, Arsal yakin hakim akan menolak permohonan dari pemohon. 

Arsal mengatakan bahwa pihaknya mempertanyakan kuasa yang didapatkan pengacara dari 2 saksi, yakni Niswatul dan Fawa'id. 

"Kami sudah minta agar kedua saksi yang memberi kuasa hukum untuk Pra Peradilan itu dihadirkan, tetapi pihak pengacara tersangka dan saksi tidak dapat menghadirkan pemberi kuasanya," ujar Arsal. 

Halaman
123
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved