Novel Baswedan Diteror

Novel Baswedan Dua Kali Menolak Dilindungi, LPSK Sebut Korban Tak Bisa Dituntut Pidana dan Perdata

LPSK sudah pernah menawarkan perlindungan kepada Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Novel Baswedan Dua Kali Menolak Dilindungi, LPSK Sebut Korban Tak Bisa Dituntut Pidana dan Perdata
Warta Kota/Henry Lopulalan
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disambut pimpinan KPK, mantan pimpinan KPK, aktivis anti korupsi serta karyawan KPK saat kedatangan Novel di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/2). 

LEMBAGA Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sudah pernah menawarkan perlindungan kepada Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Langkah tersebut diambil LPSK sesaat setelah Novel Baswedan menjadi korban penyiraman air keras pada April 2017 lalu.

"Tepatnya saat periode pimpinan LPSK sebelumnya, sudah ditawarkan untuk dilindungi."

Novel Baswedan Bakal Polisikan Balik Dewi Tanjung, Curiga Terkait Desakan Publik Soal Perppu KPK

"Bahkan sudah dua kali kami proaktif menawarkan perlindungan," kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu, Jumat (8/11/2019).

Melalui siaran resmi LPSK, kata Edwin, hal ini disampaikan terkait desakan sejumlah pihak agar LPSK memberikan perlindungan kepada Novel Baswedan yang baru saja dilaporkan.

Novel Baswedan dilaporkan dalam perkara dugaan penyebaran kabar bohong alias hoaks.

Seperti Sejumlah Menteri di Kabinet Indonesia Maju, Moeldoko Bakal Punya Wakil

Ia dilaporkan oleh politikus PDIP Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya atas tuduhan merekayasa kasus penyiraman air keras.

Namun saat itu, kata Edwin, Novel Baswedan menyatakan tidak perlu layanan perlindungan dari LPSK. karenan berbagai pertimbangan.

LPSK tentunya tidak dapat memaksa untuk melindungi, karena sifat perlindungan dari LPSK yang bersifat kesukarelaan dari korban.

Manuver Surya Paloh Dinilai Melawan Hegemoni Politik Megawati, Bisa Mengkristal Hingga 2024

"Sehingga jika korban tidak mau, LPSK tidak dapat melindungi."

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved