Breaking News:

Manuver Surya Paloh Dinilai Melawan Hegemoni Politik Megawati, Bisa Mengkristal Hingga 2024

PENGAMAT politik dari Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam menduga, manuver yang dilakukan Surya Paloh, merupakan bentuk perlawanan.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kiri) berpelukan dengan Presiden PKS Sohibul Iman (kanan), seusai mengadakan pertemuan di Kantor DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10/2019). 

PENGAMAT politik dari Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam menduga, manuver yang dilakukan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, merupakan bentuk perlawanan.

Terutama, perlawanan terhadap hegemoni politik Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Sukarnoputri.

"Surya Paloh kemarin itu menemui PKS, besok katanya mau menemui Demokrat, mau menemui PAN."

Kader PDIP Polisikan Novel Baswedan, Tuding Kasus Penyiraman Air Keras Rekayasa, Ia Curigai Hal Ini

"Bahasa saya itu adalah simbol perlawanan terhadap hegemoni politik Megawati," kata Umam di Kampus Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (7/11/2019).

"Jelas, clear. Siapa lagi kalau bukan ego Megawati yang ditantang?" tambahnya.

Umam menduga, perlawan Surya Paloh merupakan bentuk kekecewaan karena Partai Gerindra dan Prabowo Subianto masuk ke dalam kabinet pemerintahan.

Jokowi Sindir Pelukan Mesra Surya Paloh kepada Presiden PKS, Pengamat Nilai Presiden Tak Nyaman

"Itu sebenarnya ego. Sebenarnya tidak terlalu signifikan dia (NasDem) juga dapat tiga kursi (menteri), yang lain tiga kursi."

"Itu cuma karena Prabowo masuk kemudian enggak diajak komunikasi," ulas Umam.

Ia juga menduga, jika tidak ada komunikasi antara Surya Paloh dan Megawati, perlawanan ini akan mengkristal hingga ke Pemilu 2024.

Peluk Mesra Surya Paloh kepada Presiden PKS Jadi Gurauan Jokowi, PDIP: Gocekan Khas, Bukan Sindiran

"Ya kalau misal tidak ada komunikasi yang memadai untuk mencairkan situasi, Itu mengkristal. Makanya, tapi (sekarang) masih prematur," jelasnya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved