Selasa, 19 Mei 2026

Novel Baswedan Diteror

Pegawai KPK Harap Idham Azis Prioritaskan Kasus Novel Baswedan dalam 100 Hari Kerja Sebagai Kapolri

Jokowi menunjuk Kabareskrim Komjen Idham Azis menjadi calon tunggal Kapolri, menggantikan Tito Karnavian yang kini menjabat Menteri Dalam Negeri.

Tayang:
Warta Kota/Henry Lopulalan
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disambut pimpinan KPK, mantan pimpinan KPK, aktivis anti korupsi serta karyawan KPK saat kedatangan Novel di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/2). 

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Kabareskrim Komjen Idham Azis menjadi calon tunggal Kapolri, menggantikan Tito Karnavian yang kini menjabat Menteri Dalam Negeri.

Idham Azis kini sedang menjalani fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan oleh Komisi III DPR , Rabu (30/10/2019).

Jika lolos, Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) berharap Idham Azis mau memprioritaskan kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, dalam program 100 hari kerjanya.

Santri Peramal Prabowo Jadi Menteri Ungkap Rahasia Bisa Dipilih Jokowi Ikut Kuis Berhadiah Sepeda

Apalagi, kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap, Idham Azis merupakan penanggung jawab tim teknis Polri, tim yang dibentuk untuk mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

"Kami harapkan kasus pelaku pengungkapan Bang Novel, baik itu pelaku langsung ataupun yang menyiram."

"Dalang-dalang itu segera diungkap dan jadi prioritas dalam misalnya 100 hari kepemimpinannya beliau," harap Yudi kepada wartawan, Rabu (30/10/2019).

Jokowi Naikkan Iuran BPJS Kesehatan, Buruh Bakal Gelar Demonstrasi Besar-besaran

WP KPK juga mengingatkan soal masa kerja tim teknis yang habis pada Kamis (31/10/2019) besok.

Padahal, kata Yudi, perintah Presiden Jokowi untuk tim teknis mengusut kasus Novel Baswedan hanya sampai 18 Oktober.

WP KPK pun berpikir positif.

Bakal Jadi Kapolri, Komjen Idham Azis Perintahkan Istrinya Tetap Urus Sumur, Dapur, dan Kasur

Mungkin saja, menurut Yudi, pasca-18 Oktober ada peristiwa besar macam pelantikan Presiden, penyusunan kabinet, pembentukan alat kelengkapan dewan DPR, termasuk pemilihan Kapolri baru.

"19 Oktober sudah lewat, tentu saja pengungkapan kasus penyiraman air keras agak tertunda."

"Padahal, kasus Bang Novel mendapat sorotan publik, bukan hanya di Indonesia tetapi juga dunia internasional," tuturnya.

Peserta Mandiri Dikhawatirkan Bakal Ogah-ogahan Bayar Setelah Iuran BPJS Kesehatan Dinaikkan

Pada 18 Juli 2019, Presiden Jokowi menginstruksikan Polri untuk bisa mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Jokowi memberi waktu selama tiga bulan untuk mengungkap kasus itu, setelah Satgas Novel bentukan Kapolri tak membuahkan hasil.

Polri kemudian membentuk tim teknis yang berjumlah 120 orang, diketuai oleh Brigjen Nico Afinta, yang saat ini menjabat Dirtipidum Bareskrim Polri.

Reaksi Istri Setelah Dapat Kabar Idham Azis Jadi Calon Kapolri: Kaget, Diam, Lalu Saling Tatap

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved