Minggu, 7 Juni 2026

Ijazah Jokowi

Berkas P21, Dokter Tifa: Mereka Berpesta, Saya Tetap Berdiri bukan Melawan Tapi Terusik Kebathilan

Disebut P21, Dokter Tifa: Mereka Berpesta, Saya Tetap Berdiri bukan Melawan Tapi Terusik Kebathilan

Tayang:
@DokterTifa
DOKTER TIFA TEGAK - Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta disebut sudah menyatakan berkas perkara yang menjerat Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa dan Roy Suryo lengkap atau P21. Namun, alih-alih gentar menghadapi bayang-bayang meja hijau, Dokter Tifa justru memilih menyambutnya dengan kepala tegak. 

WARTAKOTALIVE.COM — Babak baru polemik panjang soal tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), dikabarkan akan resmi bergulir ke ranah peradilan. 

Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta telah menyatakan berkas perkara yang menjerat Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa dan Roy Suryo lengkap atau P21.

Namun, alih-alih gentar menghadapi bayang-bayang meja hijau, Dokter Tifa justru memilih menyambutnya dengan kepala tegak.

Lewat sebuah pernyataan emosional dan puitis di akun X pribadinya (@doktertifa), ahli strategi kesehatan sekaligus pegiat media sosial itu menegaskan bahwa status P21 bukanlah akhir dari perjuangannya, melainkan fajar dari pengujian kebenaran yang sesungguhnya.

"Buzzer, termul, berteriak, berkotek, menyalak berisik: P21... Bahkan sebagian sudah menggelar pesta. Seolah itu akhir. Seolah itu vonis sebelum pengadilan berbicara. Tapi di dalam diamku… aku tahu, ini bukan akhir," tulis Dokter Tifa, merefleksikan riuhnya opini publik yang menyudutkannya.

Tujuh Bulan Wajib Lapor di Sela Kuliah S3

Dibalik keteguhan narasinya, terselip kisah human interest tentang konsistensi seorang warga negara yang patuh pada hukum.

Dokter Tifa mengungkapkan, selama tujuh bulan terakhir dirinya menyandang status Tahanan Kota dengan kewajiban wajib lapor ke Polda Metro Jaya setiap pekan.

Prosedur itu dijalankannya dengan disiplin tinggi, bahkan di tengah tekanan berat mempersiapkan ujian doktoral (S3).

Baginya, setiap langkah kaki menuju kantor polisi bukan sekadar kepatuhan birokrasi, melainkan sebuah refleksi batin.

"Aku datang. Berkali-kali. Puluhan kali. Dengan kepala tegak. Karena yang aku bawa bukan sekadar argumen, tapi keyakinan. Aku tidak berdiri di atas kebohongan," cetusnya. 

Dokter Tifa menegaskan tidak akan mundur, bukan karena ingin memicu perlawanan, melainkan karena nuraninya "tidak bisa diam melihat kebathilan."

"Kuhikmati, Setiap langkah kakiku ke kantor polisi untuk wajib lapor,
bukan sekadar prosedur," kata Dokter Tifa

Langkahnyqa kata Tifa adalah pengingat bahwa kebenaran sering kali harus berjalan sendirian, di tengah riuhnya tuduhan dan kebisingan opini.

"Aku tidak lari. Aku tidak bersembunyi.
Aku datang. Berkali-kali. Puluhan kali. Dengan kepala tegak," ujarnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved