Breaking News:

Jokowi Naikkan Iuran BPJS Kesehatan, Buruh Bakal Gelar Demonstrasi Besar-besaran

KONFEDERASI Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak keputusan pemerintah menaikkan besaran iuran BPJS Kesehatan mulai 1 Januari 2020.

Istimewa
ILUSTRASI BPJS Kesehatan 

KONFEDERASI Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak keputusan pemerintah menaikkan besaran iuran BPJS Kesehatan mulai 1 Januari 2020.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, bakal ada demonstrasi besar dari para buruh dan masyarakat terhadap kebijakan tersebut.

"Akan ada gelombang demonstrasi besar dari masyarakat dan buruh untuk menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut."

Bakal Jadi Kapolri, Komjen Idham Azis Perintahkan Istrinya Tetap Urus Sumur, Dapur, dan Kasur

"Khususnya (besaran iuran) kelas III," kata Said Iqbal saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (30/10/2019).

Menurut Said Iqbal, kenaikan iuran itu bisa membebani peserta BPJS kesehatan, khususnya yang kelas III.

Dia mengatakan, pemerintah harus sadar iuran BPJS akan ditanggung satu keluarga.

Peserta Mandiri Dikhawatirkan Bakal Ogah-ogahan Bayar Setelah Iuran BPJS Kesehatan Dinaikkan

Jika dalam satu keluarga terdiri dari lima orang, maka untuk masyarakat yang mengambil iuran kelas 3 harus membayar Rp 210 ribu per bulan.

Besaran tersebut, kata dia, sangat memberatkan masyarakat, apalagi yang tinggal di wilayah dengan Upah Minimun Regional (UMR) rendah.

Hal itu juga dikhawatirkan akan menurunkan daya beli masyarakat.

Reaksi Istri Setelah Dapat Kabar Idham Azis Jadi Calon Kapolri: Kaget, Diam, Lalu Saling Tatap

"Pendapatan masyarakat di setiap kabupaten/kota berbeda."

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved