Predator Anak

Pemerkosa Balita di Karawang Divonis 11 Tahun Penjara, Asosiasi Advokat Tak Puas Tuntut Dikebiri

Predator anak atau pemerkosa balita di Karawang yang hanya divonis 11 tahun penjara mmembuat AAI tidak puas dan tuntut dikebiri

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Budi Sam Law Malau
freepik
Ilustrasi pemerkosaan anak 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG -- Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) tidak puas atas putusan atau vonis 11 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Karawang terhadap MRD (20) pelaku pemerkosaan balita di Karawang, Jawa Barat.

AAI mendesak agar MRD juga dihukum kebiri.

Ketua Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Yonathan Andre Baskoro mengatakan predator anak di Kabupaten Karawang itu harus dihukum berat seperti kebiri.

Hal itu katanya sangat perlu dilakukan MRD tidak bisa mengulangi perbuatannya lagi ke depannya.

"Kami rasa kurang tegas hanya dibui 11 tahun penjara. Sebab harus juga dihukum kebiri," ujar Yonathan Kamis (23/6/2022).

Menurut dia, maraknya kasus predator anak salah satu penyebabnya karena faktor hukuman yang diberikan relatif ringan.

Baca juga: Motif Pembunuhan dan Pemerkosaan Ayu Wulandari Karena Sakit Hati, Pelaku Selalu Ditolak Cintanya

Sehingga kata dia peristiwa serupa seringkali terjadi.

"Kalau kita tarik kebelakang kenapa sampulnya bisa terulang, itu ternyata dari perspektif hukum kita lihat jauh dari kata jera. Karena hukumannya bisa ditawar dengan berbagai pertimbangan segala macam," ucapnya

Apalagi, katanya korban pelecehan seksual ini masih balita dan korban akan memiliki traumatis mendalam.

Bahkan menurutnya korban akan sangat sulit menjalani proses tumbuh kembangnya.

Baca juga: Polresta Tangerang Bekuk Pelaku Perampokan dan Pemerkosaan dengan Modus Posting Loker di Medsos

"Saya tegaskan lagi vonis 11 tahun ini jauh dari harapan seluruh bangsa. Dimana ini korban adalah balita yang masa depannya bisa dibilang hancur seketika," tegasnya.

Menurutnya lembaga peradilan Karawang mesti menerapkan hukuman kebiri terhadap MRD, sesuai aturan yang ada.

Langkah itu juga dalam upaya menekan kasus kekerasan seksual terhadap anak.

"Seharusnya, pelaku predator anak ini ditindak dengan hukum yang seberat-beratnya. Hukuman maksimal predator anak yakni maksimal 15 tahun, dan setelah menjalani masa tahanan selama 15 tahun itu harus dikebiri selama dua tahun. Seharusnya hukum kita melakukan ini," paparnya.

Baca juga: Setelah Bikin Laporan Polisi, Perawat Korban Pemerkosaan Driver Gocar Jalani Visum

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved