Pembunuhan dan Pemerkosaan

Motif Pembunuhan dan Pemerkosaan Ayu Wulandari Karena Sakit Hati, Pelaku Selalu Ditolak Cintanya

Kapolsek Sawah Besar, Kompol Maulana Mukarom menerangkan pelaku merasa diberi harapan oleh korban, tapi tidak kunjung diterima jadi kekasihnya.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/ Miftahul Munir
Kapolsek Sawah Besar, Kompol Maulana Mukarom 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pelaku pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Ayu Wundari di Jalan Mangga Besar 13, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, yakni A, diketahui adalah teman dekat korban.

A mengaku sudah dua tahun menjalani pendekatan terhadap Ayu, tetapi cintanya selalu ditolak oleh Ayu.

Karenanya ia merasa sakit hati terhadap korban.

Sakit hati karena asmara itu, diluapkannya pada Jumat (4/3/2022) siang.

A mengaku memperkosa Ayu dan kemudian membunuhnya.

Pengakuan A itu diungkapkannya ke penyidik yang memeriksanya.

Baca juga: Sejumlah Fakta Baru Terungkap dalam Rekonstruksi Pembunuhan Koki Muda di TPU Kober

Kapolsek Sawah Besar, Kompol Maulana Mukarom menerangkan pelaku merasa diberi harapan oleh korban, tapi tidak kunjung diterima jadi kekasih.

"Sedangkan kedekatan ini sudah sering. Berangkat kerja dianterin pulang kerja dijemput," ucapnya, Sabtu (5/3/2022).

Baca juga: Polresta Tangerang Bekuk Pelaku Perampokan dan Pemerkosaan dengan Modus Posting Loker di Medsos

Oleh karenanya, kata Maulana pelaku sakit hati kepada korban karena merasa asmaranya digantung.

Maulana memastikan tidak ada motif lain selain sakit hati karena sering ditolak korban, dalam kasus ini.

Baca juga: Pembunuh dan Pemerkosa Ayu Wulandari Dibekuk Polisi, Pelaku Teman Dekat Korban  

Pelaku melakukan pembunuhan dan pemerkosaan dalam keadaan sadar alias tidak terpengaruh narkoba dan alkohol.

"Jadi pada saat pelaku menjemput korban sebelum pulang kerja, terus diajak masuk atau bertamu di rumah korban. Terus terjadi cekcok atau si pelaku mengutarakan menanyakan status hubungannya tapi ternyata si korban ini masih ingat sama mantannya lah," ujar Maulana. 

Menurut Maulana pelaku yang kesal kemudian mecekik leher korban selama lima menit.

Baca juga: Dugaan Pemerkosaan 3 Anak di Luwu Timur, KPAI Rekomendasikan 5 Hal

Akhirnya korban pingsan dan pelaku memanfaatkan korban yang tak sadarkan diri untuk mencicipi tubuh Ayu atau memperkosanya.

"Hasil keterangan dan pemeriksaan terhadap tersangka, bahwa sebelumnya pelaku tidak pernah melakukan tindakan kekerasan kepada korban," tegasnya. 

Pelaku dibekuk kurang dari tiga jam setelah penemuan jenazah Ayu Wulandari di rumah kontrakannnya.

Pelaku dibekuk di kawasan Tamansari, Jakarta Barat, Jumat (4/3/2022).

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved